Revenge Club – Revenge Club karya Anajiro dan Aoisei merupakan manga thriller sepanjang tiga volume yang kerap diterbitkan di bawah label Akasha. Kisahnya mengikuti tujuh penyintas dari tragedi pemboman sadis di ruang kelas sekolah menengah yang kembali berjumpa setelah tiga tahun.
Pertemuan itu membuka kebenaran mengejutkan bahwa salah satu dari mereka rupanya membantu pelaku. Cerita ini menyoroti ketegangan sekaligus akibat psikologis yang tersisa setelah peristiwa tersebut.
Dalam Akasha: Revenge Club 2, alur bersambung dengan suasana yang semakin mencekam saat Bully Trial digelar dan disiarkan langsung di internet. Satu per satu korban mulai bertumbangan ketika seorang gadis yang selama ini tertindas menjalankan tindakan balas dendamnya.
Karya Anajiro dan Aoisei ini telah datang dalam jenis Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Penerbit m&c! pada 20 Oktober 2021 dengan jumlah 120 halaman.
Dalam tulisan ini, Gramin telah merangkum sinopsis komplit beserta kelebihan dan kekurangan dari manga ini. Simak tulisan ini hingga akhir dan selamat membaca!
Sinopsis Komik Akasha: Revenge Club 2


Penindasan adalah realitas pahit yang tetap sering terjadi di beragam lingkungan, mulai dari rumah, sekolah, hingga tempat kerja. Lebih menyedihkan lagi, tidak sedikit orang yang memilih menutup mata meski menyaksikan langsung kekerasan tersebut. Bahkan, ada yang menganggap penindasan sebagai bagian dari “proses belajar” yang kudu diterima korban.
Banyak korban akhirnya putus asa hingga memilih mengakhiri hidup, lantaran merasa tidak ada jalan keluar meskipun sudah mencoba menjauh dari lingkungan yang menyiksa. Namun, ada pula yang memilih jalan berbeda dengan membalas perlakuan sadis itu melalui langkah yang sama brutalnya. Mereka menyeret semua pihak yang terlibat ke dalam musibah yang mengerikan. Inilah yang dilakukan oleh Mutsumi, seorang siswi yang menjadi korban penindasan tanpa argumen jelas.
Mutsumi mengalami perlakuan yang sangat sadis dan tidak manusiawi dari teman-teman sekelasnya. Bahkan ketika dia mencoba menjauh dari sekolah, perundungan itu tetap menghantuinya hingga ke rumah.
Pada akhirnya, dia memutuskan untuk melawan. Ia kembali ke kelas dengan mengenakan rompi berisi bom, memaksa seluruh kawan sekelasnya tanpa terkecuali untuk terlibat dalam permainan mengerikan dengan nyawa sebagai taruhan.
Lebih mengejutkan lagi, semua kejadian tersebut disiarkan secara langsung melalui internet. Mutsumi tidak peduli dengan perhatian yang muncul, termasuk dari pihak kepolisian dan tim SWAT yang segera datang ke sekolah untuk mengendalikan situasi.
Kelebihan dan Kekurangan Komik Akasha: Revenge Club 2
Pros & Cons
Pros
- Alur cerita yang intens
- Ilustrasi yang memukau dan terasa detail
- Penggambaran karakter yang kuat dan realistis
- Adegan kilas kembali yang menjadi penjelasan
Cons
- Memicu trauma
- Alur waktu yang kurang jelas
Kelebihan Komik Akasha: Revenge Club 2
Buku Akasha: Revenge Club 2 karya Anajiro & Aoisei yang ini digemari pembaca lantaran berisi informasi-informasi yang memberikan pengetahuan dan inspirasi. Berikut beberapa kelebihannya:
- Alur cerita yang intens
Akasha: Revenge Club 2 menghadirkan cerita yang kian menegangkan dibandingkan seri sebelumnya. Aksi balas dendam para tokohnya digambarkan lebih nyata dan berani, dengan alur yang bergerak sigap menuju puncak konflik.
Banyak momen tak terduga yang bisa membikin pembaca terkejut sekaligus penasaran dengan arah cerita selanjutnya.
- Ilustrasi yang memukau dan terasa detail
Gambar-gambar karya Anajiro tampil sangat perincian dan terasa hidup. Setiap segmen digarap dengan tingkat realisme tinggi, sehingga bisa memperkuat suasana cerita dan membikin pembaca semakin larut dalam ketegangan yang disajikan.
- Penggambaran karakter yang kuat dan realistis
Penulis tampak konsisten membangun karakter-karakter yang membikin pembaca bertanya-tanya “kok ada ya orang begitu?”. Karakter yang sebenarnya sangat realistis ditemukan di bumi nyata, yang bisa memberikan akibat negatif kepada sesama.
Walaupun dampaknya banyak pembaca yang tidak menyukai karakter tersebut, tetapi ini menjadi sebuah keberhasilan bagi Aoisei dalam membangun karakter antagonis. Tidak hanya karakter yang tidak disukai saja, ada juga karakter yang disukai lantaran memperjuangkan kebenaran meskipun melawan “aturan” yang dibuat masyarakat.
- Adegan kilas kembali yang menjadi penjelasan
Volume kedua ini juga menghadirkan sejumlah segmen kilas kembali yang membantu menjelaskan beragam misteri dari seri sebelumnya. Pembaca akhirnya mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai latar belakang peristiwa balas dendam yang terjadi.
Kekurangan Komik Akasha: Revenge Club 2
Meskipun kitab Akasha: Revenge Club 2 karya Anajiro & Aoisei menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa ditingkatkan lagi.
- Memicu trauma
Komik ini memuat banyak segmen yang cukup berat, seperti perundungan, pelecehan, dan kekerasan fisik. Intensitasnya yang tinggi berpotensi memicu ketidaknyamanan alias apalagi trauma bagi sebagian pembaca.
- Alur waktu yang kurang jelas
Penyusunan alur cerita terkadang terasa membingungkan lantaran melibatkan banyak karakter dan peristiwa yang melangkah bersamaan. Perpindahan antara dua kejadian utama yang diceritakan secara bergantian membikin pembaca perlu lebih konsentrasi untuk memahami keseluruhan cerita.
Pengertian Dendam dan Cara Mengatasinya
Dendam merupakan emosi marah, benci, alias sakit hati yang tersimpan dalam waktu lama lantaran seseorang merasa disakiti, diperlakukan tidak adil, alias dikhianati.
Berbeda dengan kemarahan yang muncul sesaat, dendam condong memperkuat dan terus memengaruhi pikiran, apalagi memunculkan kemauan untuk memandang orang lain merasakan perihal serupa.
Dalam kajian psikologis, dendam sering muncul sebagai corak perlindungan diri agar tidak terlihat lemah, namun justru dapat menjadi beban emosional yang berkepanjangan.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengelola dendam secara lebih sehat:
Akui dan Validasi Perasaan
Terimalah bahwa Anda memang terluka tanpa mencoba menutupinya. Pahami sumber dari emosi tersebut, apakah berasal dari nilai diri yang tersinggung, kerugian yang dialami, alias kepercayaan yang dikhianati. Mengenali penyebabnya bakal membantu proses pemulihan melangkah lebih baik.
Berhenti Mengulang Skenario di Kepala (Rumination)
Dendam sering memperkuat lantaran pikiran terus memutar ulang pengalaman menyakitkan. Saat perihal itu terjadi, cobalah mengalihkan perhatian ke perihal lain. Sadari bahwa mengingatnya berulang kali tidak bakal mengubah apa yang telah terjadi.
Beri Jarak (Boundaries)
Mengurangi alias apalagi menghentikan hubungan dengan orang yang menyakiti bisa menjadi langkah penting. Menjaga jarak bukan tanda kelemahan, melainkan langkah untuk melindungi diri dan memberi ruang untuk pulih secara emosional.
Memahami (Bukan Membenarkan)
Cobalah memandang peristiwa dari perspektif pandang yang lebih luas. Ada kalanya seseorang menyakiti lantaran keterbatasan emosional, pengalaman masa lalu, alias ketidaktahuan. Memahami perihal ini bukan berfaedah membenarkan, tetapi membantu Anda melepaskan diri dari posisi sebagai korban.
Memaafkan demi Diri Sendiri
Memaafkan bukan berfaedah melupakan alias membenarkan kesalahan. Ini adalah keputusan untuk melepaskan beban agar hati menjadi lebih tenang. Kamu semestinya mengampuni demi diri sendiri, agar bisa melanjutkan hidup dengan lebih damai.
Fokus pada Pertumbuhan Pribadi
Gunakan daya yang sebelumnya tersita oleh rasa tidak suka untuk mengembangkan diri. Fokus pada hal-hal yang membangun, seperti mencapai tujuan alias memperbaiki kualitas hidup. Ketika hidup terasa lebih bermakna, kemauan untuk membalas dendam bakal memudar dengan sendirinya.
Penutup
Akasha: Revenge Club 2 menghadirkan kisah yang gelap dan intens, menyoroti tekanan jiwa serta ketakutan mendalam yang menghantui para penyintas. Komik ini tidak hanya menyajikan cerita balas dendam, tetapi juga menggali sisi psikologis manusia ketika berada di titik terendahnya.
Bagi pembaca dewasa, karya ini dapat menjadi refleksi tentang gimana dendam terbentuk, berkembang, dan pada akhirnya memengaruhi pilihan hidup seseorang, sekaligus membuka perspektif pandang baru dalam memahami emosi yang kompleks tersebut.
Komik Akasha: Revenge Club 2 karya Anajiro & Aoisei ini bisa Anda dapatkan di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
AKASHA : Revenge Club 1


Revenge Club merupakan titel dari sebuah komik yang ditulis oleh Anajiro. Komik ini bakal menceritakan tentang tokoh yang berjulukan Mutsumi. Ia mendapatkan kekerasan yang sangat sadis dan tidak manusia dari kawan sekelasnya. Keluar dari sekolah juga tak menghentikan perundungan yang dia terima, lantaran terus merembet ke rumahnya. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk melawan balik, dia kembali ke kelas sembari mengenakan rompi penuh berisi bom.
Berhati-hatilah dengan perundungan. Kita tidak pernah tau emosi seseorang yang tersakiti. Komik Akasha: Revenge Club menceritakan tentang pembalasan dendam seorang siswi SMP yang mendapatkan perundungan dari kawan di sekolahnya. Komik ini dapat membukakan mata kita terhadap kejamnya pembalasan. Simak kisahnya dalam komik Revenge Club volume 1!
Akasha : Record Of Ragnarok 01


Dalam pertemuan untuk menentukan “keberlangsungan hidup umat manusia” yang diadakan di bumi langit setiap seribu tahun sekali, para dewa yang berkumpul di Valhalla telah memutuskan pemusnahan umat manusia. Akan tetapi, keputusan tersebut ditentang seorang Valkyrie berjulukan Brynhildr. Dengan sengaja Brynhildr memancing emosi para dewa agar mereka mau memicu Ragnarok, pertarungan terakhir antara dewa melawan umat manusia. Itulah klausa super spesial yang ada dalam undang-undang Valhalla, di mana 13 wakil umat manusia bakal berkompetisi satu musuh satu dengan 13 wakil para dewa. Bila umat manusia sukses memenangkan 7 pertarungan, maka mereka bakal mendapat agunan untuk hidup selama seribu tahun lagi. Pertarungan mempertaruhkan kelangsungan hidup umat manusia pun dimulai!
Akasha: Another 1


Another merupakan sebuah novel seram misteri Jepang yang ditulis oleh pengarang Yukito Ayatsuji. Komik ini diterbitkan pada tanggal 29 Oktober 2009 oleh Kadokawa Shoten. Novel ini telah diadaptasi menjadi sebuah manga, anime dan movie laga hidup (live-action).
Komik ini bercerita tentang Misaki, seorang pelajar SMP Yomiyama Utara namalain Yomikita yang 26 tahun lampau duduk di kelas 3-3. Misaki adalah siswa yang disukai oleh pembimbing maupun teman-temannya lantaran selain rupawan, dia juga pandai dalam pelajaran dan olahraga. Tetapi akibat terjadinya sebuah kecelakaan yang mendadak merenggut jiwa Misaki membikin salah satu kawan sekelasnya menyangkal kematiannya dan bertindak seolah-olah Misaki tetap hidup.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·