Review Novel Di Waktu Duha Karya Jaisiq

Jun 17, 2026 09:26 AM - 2 hari yang lalu 3630

Di Waktu Duha – 

“Jika banyak orang mengagumi senja, maka saya lebih mencintai Duha. Masa waktu yang tertulis dalam Al-Quran. Ad-dhuha berfaedah ‘Demi waktu Duha’.” 

Siapa di sini yang juga menyukai waktu Duha? Sebuah masa waktu dalam satu hari, yang menjadi lambang sinar dan terang yang bisa mengusir gelapnya malam.

Dalam Al-Quran, waktu Duha menjadi pesan bagi umat manusia bahwa setelah masa yang gelap (malam), pasti kemudian bakal datang masa yang cerah (pagi).

Di Waktu Duha merupakan novel hasil penyesuaian kisah karya JaisiQ yang pada awalnya ditulis di platform Wattpad. Kisah ini mulai ditulis pada 1 Juli 2022 dan berhujung pada 25 September 2022.

Novel Di Waktu Duha diterbitkan oleh Wahyu Qolbu pada 21 Mei 2024 dengan ketebalan 304 halaman. Karya yang telah dibaca lebih dari 953 ribu kali di Wattpad ini menawarkan kisah religius dengan tema romansa.

Berikut sinopsis serta ulasan mengenai kelebihan dan kekurangannya yang telah Gramin rangkum untuk Grameds. Jangan sampai melewatkan info menariknya!

Profil JaisiQ – Penulis Novel Di Waktu Duha

JaisiQ adalah penulis yang karya-karyanya kental dengan tema Islami dan romansa. Ia aktif menulis di platform Wattpad dari tahun 2016 dengan nama pengguna @JaisiQ. Hingga saat ini (per bulan Juni 2026), JaisiQ telah mengunggah 16 karya di Wattpad dan beberapa di antaranya telah diterbitkan, yakni:

  1. Di Balik Niqab
  2. Seindah Asma Allah 
  3. Dear Kanaya
  4. Ada Surga di Matamu
  5. Di Waktu Duha

Selain mengenal karyanya di Wattpad, Anda juga bisa mengenalnya lebih dekat melalui akun IG @jaisiquatul.

Sinopsis Novel Di Waktu Duha

“Bagaimana mungkin rasa kagum dan cinta yang begitu dalam dapat menghadirkan luka sebesar ini? Apakah semua ini terjadi lantaran saya terlalu takut menerima realita bahwa mungkin Anda bukanlah takdir yang telah Allah siapkan untukku?”

Rezeki dari Allah datang dalam beragam corak yang tak selalu berupa kekayaan alias kedudukan. Salah satu karunia terbesar adalah kesempatan untuk mengenal, mencintai, dan menikmati ibadah kepada-Nya. Tidak semua orang memperoleh nikmat tersebut, termasuk kebahagiaan dalam menjalankan amalan-amalan sunnah seperti salat Duha.

Bagi tokoh dalam kisah ini, salat Duha menjadi sumber ketenangan sekaligus hidayah paling berbobot dalam hidupnya. Ia menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan cinta. Namun, kehidupannya mulai berubah ketika dia berjumpa dengan seseorang yang bisa mengusik hati dan menghadirkan beragam pertanyaan yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Sejak saat itu, dia bertanya-tanya apakah sosok tersebut merupakan jawaban atas doa-doa yang selama ini dipanjatkan di waktu Duha, alias justru ujian yang bakal mengajarkannya makna keikhlasan dan menerima takdir-Nya.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Di Waktu Duha

Pros & Cons

Pros

  • Bacaan yang ringan.
  • Panduan jatuh cinta yang baik menurut Islam.
  • Teladan bagi pembaca.
  • Pesan berbobot yang disajikan dengan plot twist.

Cons

  • Tersegmentasi untuk pembaca berakidah Islam.

Kelebihan Novel Di Waktu Duha

Novel Di Waktu Duha karya JaisiQ merupakan novel romansa Islami yang digemari banyak pembaca lantaran menawarkan banyak kelebihan

  • Bacaan yang ringan

Novel Di Waktu Duha karya JaisiQ menghadirkan alur cerita yang ringan dan mudah diikuti, sehingga nyaman dibaca oleh beragam kalangan. Meski dikemas dengan bahasa yang sederhana, kisah yang disajikan bisa menyentuh emosi pembaca secara mendalam.

Dari awal hingga akhir, pembaca diajak merenungkan beragam aspek kehidupan melalui narasi yang hangat, tenang, dan penuh makna.

  • Panduan jatuh cinta yang baik menurut Islam

Salah satu daya tarik utama novel ini terletak pada langkah penulis mengangkat tema cinta sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Cerita tidak hanya berfokus pada hubungan romantis, tetapi juga membahas proses menjaga hati, mengambil keputusan, serta belajar menerima ketetapan Tuhan dengan ikhlas.

Berbagai pesan kehidupan disampaikan secara lembut sehingga bisa membujuk pembaca melakukan refleksi diri.

  • Teladan bagi pembaca

Kinan sebagai tokoh utama digambarkan sebagai sosok wanita yang mempunyai komitmen kuat terhadap aliran agama. Ia berupaya menjaga diri, memahami makna cinta dengan bijaksana, serta menjadikan keagamaan sebagai pedoman dalam setiap langkah hidupnya.

Karakter tersebut menjadikan Kinan sebagai figur yang inspiratif dan dapat dijadikan teladan oleh para pembaca.

  • Pesan berbobot yang disajikan dengan plot twist

Novel ini menyampaikan banyak pelajaran berbobot tentang keikhlasan, kesabaran, dan kepercayaan terhadap takdir Allah.

Melalui perjalanan hidup Kinan, pembaca diajak memahami bahwa tidak semua angan bakal terwujud sesuai keinginan.

Kehadiran kejutan pada bagian akhir cerita semakin memperkuat pesan yang mau disampaikan penulis dan meninggalkan kesan mendalam setelah novel selesai dibaca.

Kekurangan Novel Di Waktu Duha

Meskipun novel Di Waktu Duha karya JaisiQ menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca.

  • Tersegmentasi untuk pembaca berakidah Islam

Novel ini sarat dengan nilai-nilai, istilah, dan konsep keislaman yang menjadi bagian krusial dari cerita. Bagi pembaca Muslim, perihal tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri. Namun, pembaca non-Muslim mungkin memerlukan pemahaman tambahan untuk mengikuti beberapa pembahasan yang berangkaian dengan aliran kepercayaan dan kepercayaan yang melandasi tindakan para tokohnya.

Waktu Duha dan Maknanya

Waktu Duha terbagi menjadi tiga fase yang masing-masing mempunyai keistimewaan tersendiri, yaitu:

  1. Awal Duha: Sekitar pukul 06.30 hingga 07.30 WIB, waktu ini sering disebut sebagai waktu Isyraq. Fase ini mempunyai keistimewaan yang besar lantaran dikaitkan dengan pahala yang setara dengan haji dan umrah bagi mereka yang mengawalinya dengan salat Subuh berjamaah kemudian melanjutkannya dengan zikir hingga mentari terbit.
  2. Pertengahan Duha: Berlangsung sekitar pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Pada rentang waktu ini, sebagian besar orang mulai disibukkan oleh pekerjaan, pendidikan, maupun kegiatan sehari-hari. Karena itu, salat Duha menjadi sarana yang efektif untuk mengingat kembali tujuan hidup dan memperkuat hubungan spiritual di tengah kesibukan dunia.
  3. Akhir Duha (Utama): Sekitar pukul 10.00 hingga 11.30 WIB dan dianggap sebagai waktu yang paling utama untuk melaksanakan salat Duha. Tanda datangnya fase ini adalah ketika sinar mentari mulai terasa lebih terik. Banyak ustadz menganjurkan untuk memperbanyak angan pada waktu ini, terutama angan yang berangkaian dengan kelapangan rezeki dan kemudahan urusan.

Makna Duha secara bahasa merujuk pada waktu pagi yang telah dipenuhi sinar matahari.

Dalam hukum Islam, Duha adalah rentang waktu yang dimulai setelah mentari terbit setinggi tombak hingga menjelang masuknya waktu Zuhur.

Makna Duha dapat dipahami melalui tiga perspektif pandang utama, ialah makna bahasa, makna simbolis dalam Al-Qur’an, dan makna spiritual dalam ibadah.

  1. Makna Secara Bahasa (Leksikal)

Awal Siang: Kata Duha (?????) digunakan untuk menggambarkan waktu pagi ketika sinar mentari telah bercahaya terang dan menerangi bumi dengan jelas. Waktu ini menandai dimulainya beragam kegiatan manusia setelah berakhirnya malam.

Duha sering dianalogikan sebagai masa muda dalam perjalanan satu hari. Fase ini identik dengan semangat, energi, optimisme, serta kesiapan untuk menjalani beragam kegiatan dan tantangan kehidupan.

  1. Makna Simbolis dalam Al-Qur’an (Surah Ad-Dhuha)

Allah SWT mengabadikan waktu Duha sebagai nama Surah ke-93 dalam Al-Qur’an. Pemilihan waktu ini mengandung beragam makna yang mendalam.

  • Simbol Harapan dan Cahaya: Duha menjadi simbol hadirnya sinar yang mengusir gelapnya malam. Pesan yang terkandung di dalamnya mengajarkan bahwa setiap kesulitan yang dialami manusia bakal diikuti oleh kemudahan yang telah Allah siapkan.
  • Janji Pemeliharaan Allah: Surah Ad-Dhuha diturunkan pada masa ketika Rasulullah SAW mengalami kesedihan lantaran wahyu sempat terhenti. Melalui sumpah atas waktu Duha, Allah menegaskan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan ataupun mengabaikan hamba-Nya.
  1. Makna Spiritual dan Ibadah (Salat Duha)

Selain mempunyai makna simbolis, waktu Duha juga menyimpan nilai spiritual yang sangat krusial dalam kehidupan seorang Muslim.

  • Sedekah Seluruh Persendian: Dalam sabda Rasulullah SAW dijelaskan bahwa setiap persendian manusia mempunyai kewenangan infak yang kudu ditunaikan setiap hari. Salat Duha, meskipun hanya dua rakaat, dapat menjadi corak pemenuhan atas infak seluruh persendian tersebut.
  • Keseimbangan Hidup: Duha datang pada saat manusia mulai tenggelam dalam urusan pekerjaan, bisnis, dan beragam kegiatan duniawi. Meluangkan waktu untuk beragama pada saat itu menjadi corak pengingat bahwa Allah tetap kudu ditempatkan sebagai prioritas utama dalam kehidupan.
  • Pintu Keberkahan Rezeki: Banyak umat Muslim memaknai waktu Duha sebagai salah satu waktu yang penuh keberkahan. Melalui salat dan angan yang dipanjatkan, seorang hamba menunjukkan keyakinannya bahwa seluruh rezeki, kemudahan, dan kecukupan hidup berasal dari Allah SWT.

Penutup

Di Waktu Duha karya JaisiQ merupakan novel yang bisa memadukan kisah romansa dengan nilai-nilai spiritual secara hangat dan menyentuh. Ceritanya ringan untuk diikuti, tetapi menyimpan banyak pelajaran tentang cinta, keikhlasan, serta langkah mempercayakan segala angan kepada Allah.

Novel ini membujuk pembaca memahami bahwa tidak setiap angan bakal berhujung pada kepemilikan, dan tidak setiap angan bakal berbentuk seperti yang dibayangkan. Namun, justru di situlah letak keelokan kisahnya. Setiap laman membawa pembaca pada pertanyaan yang sama seperti yang dirasakan tokohnya, apakah seseorang yang datang dalam hidup adalah bingkisan yang telah lama dimohonkan, alias pelajaran berbobot yang dipersiapkan untuk menguatkan hati.

Dengan akhir cerita yang meninggalkan kesan mendalam, novel ini bukan hanya menawarkan kisah cinta yang manis, tetapi juga perjalanan jiwa yang membikin pembaca merenung jauh setelah kitab ditutup.

Novel Di Waktu Duha karya JaisiQ ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Mihrab Qalbu

Mihrab Qalbu

“Zain Salman Sulaiman menjalani hidup tanpa banyak ekspresi. Kehilangan kedua orang tua serta sang adik menempa dirinya menjadi sosok dewasa yang tenggelam dalam pengetahuan dan tanggung jawab. Di tengah kesibukannya sebagai pengajar dan pemimpin Pesantren Al-Faruq, dia juga menjadi satu-satunya pelindung bagi keponakan kecilnya, Ziyad Khayri Sulaiman.

Hidup Zain yang tertata dan terasa hening perlahan berubah ketika langkah polos Ziyad mempertemukannya dengan Safwa Zamira Azhari—gadis ceria yang hangat dan penuh kejujuran. Pertemuan yang tampak sederhana itu rupanya bukan kebetulan, melainkan awal dari jembatan takdir yang mengetuk hati Zain yang lama tertutup.

Nomik : Miya No Haru

Miya No Haru

Diam-diam, Miya punya rahasia besar: dia mau bebas! Didikan orang tuanya untuk selalu berhijab sejak TK membebaninya. Dia mau mencoba hal-hal baru yang menurutnya susah dilakukan jika tetap berhijab. Saat program pertukaran pelajar ke Jepang datang. Miya percaya ini adalah kesempatannya untuk menjadi “Miya yang baru” Miya yang bisa bereksperimen, bertualang, dan menemukan dirinya sendiri.

Namun, di sana Miya malah menghadapi drama tak terduga. Mulai dari Kaya Nakazawa, sang superstar Mirai Junior High School, yang selalu mencari masalah dan memusuhinya hingga Shohei Nakamura, laki-laki green flag dan calon presiden OSIS Mirai Junior High School yang selalu ada saat dia butuh bantuan. Yang paling mengejutkan, Miya berjumpa dengan Sara, gadis blasteran Palestina-Jepang yang misterius dan mengingatkannya pada misi dan pergulatan batinnya.

La Tahzan, Alina

Dulu, saya mengira kehidupan dan pernikahanku melangkah begitu sempurna. Namun, tak pernah kubayangkan bahwa ujian terbesar dalam rumah tanggaku justru datang dari seorang wanita yang dikenal sangat religius.

Namanya Asih. Selama ini, saya merasa telah mengenalnya dengan baik, tetapi kenyataannya tidak demikian. Mengenalnya lebih dalam justru seperti mengupas lapisan demi lapisan bawang. Semakin banyak yang terungkap, semakin besar pula rasa sakit yang kudu kutanggung.

Di kembali sosoknya yang tampak baik, Asih mempunyai pengaruh yang begitu kuat terhadap orang-orang di sekitarku. Dengan pesona yang dimilikinya, dia bisa menarik perhatian dan merebut satu per satu orang yang berbobot dalam hidupku. Bukan hanya suamiku, tetapi juga anakku, apalagi ibuku sendiri.

Aku terus bertanya-tanya, apakah saya memang seburuk itu hingga mereka memilih berada di pihaknya? Bagaimana saya bisa memperkuat menghadapi semua ini? Dan gimana saya kudu melewati setiap luka ketika kudu menghadapinya seorang diri?

Selengkapnya