Laiqa: Hijab For Sisters – Halo, Grameds! Kalau Anda sedang mencari novel remaja Islami yang ringan tetapi penuh makna, Laiqa: Hijab For Sisters: Semua Muslim Bersaudara, Mela! karya Ana Latifa bisa jadi pilihan yang menarik untuk masuk wishlist kamu.
Novel ini nggak hanya membahas kehidupan sekolah dan persahabatan remaja, tetapi juga mengangkat rumor yang relate dengan kehidupan nyata, mulai dari patokan berjilbab, bullying, circle pertemanan, hingga hubungan antara kepercayaan dan pengetahuan pengetahuan.
Sebelum memutuskan untuk membaca novel ini, yuk simak dulu ulasan lengkapnya, Grameds!
Sinopsis Buku Laiqa: Hijab For Sisters: Semua Muslim Bersaudara, Mela!


Menurut Mela, berjilbab itu urusan hati. Aturan sekolah tentang jilbab pun membuatnya antipati. Menurut Sera, jilbab itu wajib hukumnya. Sia-sia pandai Kimia jika tidak bisa membawanya ke surga.
Pertengkaran Mela dan Sera pun pecah, hingga menghebohkan satu sekolah. Kejadian itu membikin keduanya terancam tidak bisa ikut ujian, selain bersedia bekerja sama ikut dalam FUN ISLAMIC SCIENCE PROJECT. Mela dan Sera akhirnya sepakat untuk pura-pura berteman.
Namun, banyak perihal terjadi di luar dugaan. Membuat keduanya berpikir, apakah kesepakatan tersebut kudu tetap diberlakukan alias tidak. Lalu, manakah sebenarnya yang terbaik? Ilmu kepercayaan alias pengetahuan pengetahuan?
Tentang Penulis Buku Laiqa: Hijab For Sisters: Semua Muslim Bersaudara, Mela!
Ana Latifa adalah seorang penulis kelahiran Bandung yang berdarah Jawa. Karena merasa kurang pandai menyampaikan keresahan secara langsung, Ana memilih menuangkan perasaannya lewat tulisan.
Perjalanan menulisnya mulai dikenal pada tahun 2017 saat dia sukses memenangkan kategori Naskah Romance Remaja Terbaik dalam sebuah lomba menulis. Sejak saat itu, Ana semakin semangat mengasah keahlian menulis dan mengikuti beragam kejuaraan kepenulisan lainnya.
Meski nggak selalu menulis aliran spiritual, Ana senang menghadirkan karakter muslim dalam ceritanya lantaran menurutnya Islam bukan hanya soal kepercayaan, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari.
Novel debutnya berjudul Siniar Semut Kecil yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dengan aliran Remaja Islami. Selain itu, Ana Latifa juga menjadi salah satu penulis dalam serial Hijab for Sisters, lho, Grameds!
Ana Latifa aktif menyapa penggemarnya lewat akun IG @onlyana23.
Pentingnya Memahami Latar Belakang Seseorang
Dalam novel ini, pembaca diajak memahami bahwa setiap orang punya argumen di kembali sikap dan perilakunya. Hal ini terlihat dari karakter Mela yang menolak patokan berjilbab di sekolah meskipun ayahnya sendiri adalah kepala sekolah.
Awalnya, banyak orang mungkin menganggap Mela hanya membangkang alias nggak patuh. Akan tetapi, seiring cerita berjalan, pembaca mulai memahami bahwa ada luka dan bentrok pribadi yang memengaruhi langkah berpikirnya.
Lewat karakter Pak Rafanza, novel ini menunjukkan bahwa seorang pendidik sebaiknya nggak langsung menghakimi murid, tetapi mencoba memahami akar masalahnya terlebih dahulu.
Hubungan Agama dan Ilmu Pengetahuan
Novel ini juga mengangkat pembahasan menarik tentang hubungan antara kepercayaan dan sains melalui karakter Sera dan Mela. Sera sempat berpikir bahwa pengetahuan sains nggak terlalu krusial dibanding pengetahuan agama, apalagi menganggap pencapaian ilmiah belum tentu membawa seseorang menuju surga.
Namun, lewat perjalanan cerita dan interaksinya dengan Mela yang menyukai science project, pandangan tersebut perlahan berubah. Buku ini memberikan gambaran bahwa kepercayaan dan pengetahuan pengetahuan sebenarnya bisa melangkah berdampingan. Islam nggak melarang manusia belajar sains, justru pengetahuan pengetahuan bisa menjadi salah satu langkah memahami kebesaran Tuhan.
Pembahasan ini terasa relate dengan kehidupan nyata lantaran sampai sekarang tetap banyak perdebatan tentang kepercayaan dan perkembangan pengetahuan pengetahuan di masyarakat.
Makna Ukhuwah dan Pertemanan Sehat
Selain membahas kepercayaan dan pendidikan, novel ini juga menyoroti pentingnya ukhuwah serta pertemanan yang sehat di lingkungan remaja. Dalam cerita, pembaca diperlihatkan gimana bullying, circle pertemanan, dan rasa eksklusif bisa membikin seseorang merasa tersisih.
Novel ini memberikan contoh bahwa persahabatan semestinya menjadi tempat saling mendukung dan membantu, bukan malah membikin orang lain merasa rendah alias nggak diterima.
Kehadiran karakter-karakter yang saling mengingatkan dalam kebaikan membikin pesan tentang ukhuwah terasa hangat dan dekat dengan kehidupan sekolah sehari-hari.
Kelebihan dan Kekurangan Buku Laiqa: Hijab For Sisters: Semua Muslim Bersaudara, Mela!
Pros & Cons
Pros
- Isu cerita relate dengan kehidupan remaja.
- Pesan Islami yang nggak menggurui.
- Karakter saling melengkapi.
- Banyak pelajaran tentang ukhuwah dan empati.
- Perpaduan kepercayaan dan sains.
- Cocok untuk remaja dan dewasa.
Cons
- Isu yang dibahas cukup banyak.
- Beberapa bagian terasa lebih konsentrasi ke moral cerita.
- Cover terlihat seperti teenlit biasa.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan buku:
Kelebihan Novel Hijab For Sisters: Semua Muslim Bersaudara, Mela!
1. Mengangkat Isu yang Relate dengan Kehidupan Nyata
Novel ini membahas banyak rumor yang dekat dengan kehidupan remaja maupun lingkungan sekolah, seperti patokan berjilbab, bullying, circle pertemanan, hingga hubungan kepercayaan dan pengetahuan pengetahuan. Pembahasannya terasa realistis lantaran mirip dengan perdebatan yang sering muncul di media sosial maupun kehidupan sehari-hari.
2. Penyampaian Nilai Islami yang Hangat
Salah satu kelebihan terbesar novel ini adalah langkah penyampaian pesan agamanya yang terasa ringan dan nggak menggurui. Pembaca bisa belajar banyak tentang Islam lewat bentrok dan perkembangan karakter tanpa merasa sedang membaca ceramah.
3. Karakter yang Saling Melengkapi
Karakter Mela dan Sera mempunyai perspektif pandang yang berbeda, tetapi justru membikin cerita terasa seimbang. Dari Mela, pembaca mendapatkan banyak pembahasan menarik tentang sains, sedangkan dari Sera ada banyak pelajaran tentang proses memahami kepercayaan dan memperbaiki diri.
4. Banyak Pesan Moral dan Pembelajaran
Novel ini nggak hanya menghibur, tetapi juga memberikan banyak pelajaran tentang empati, pendidikan, ukhuwah, dan pentingnya memahami orang lain sebelum menghakimi mereka. Kehadiran Pak Rafanza juga menjadi contoh sosok pendidik yang bijak dan menyentuh hati.
5. Cocok untuk Remaja dan Dewasa
Meski dikemas dengan style teenlit yang ringan, isi novel ini mempunyai pembahasan yang cukup dalam sehingga tetap menarik dibaca oleh pembaca dewasa maupun para pendidik.
Kekurangan Novel Hijab For Sisters: Semua Muslim Bersaudara, Mela!
1. Pembahasan Isunya Cukup Banyak
Novel ini mengangkat banyak tema sekaligus, mulai dari agama, sains, bullying, hingga pendidikan. Bagi sebagian pembaca, banyaknya rumor yang dibahas mungkin membikin cerita cukup terasa padat.
2. Beberapa Pesan Terasa Sangat Dominan
Karena konsentrasi novel ini memang membawa nilai Islami dan pembelajaran hidup, ada beberapa bagian yang terasa lebih menonjolkan pesan moral dibanding perkembangan konfliknya.
3. Cover Terlihat Seperti Teenlit Biasa
Dari tampilannya, novel ini terlihat seperti novel remaja ringan pada umumnya. Padahal isi ceritanya mempunyai pembahasan yang lebih dalam dan penuh pesan kehidupan. Akibatnya, sebagian orang mungkin kurang menyangka bahwa novel ini mempunyai tema yang cukup kompleks.
Kesimpulan
Grameds, secara keseluruhan Laiqa: Hijab For Sisters: Semua Muslim Bersaudara, Mela! sukses menjadi novel remaja Islami yang nggak hanya menghibur, tetapi juga penuh makna. Lewat bentrok Mela dan Sera, novel ini menghadirkan banyak pembelajaran tentang empati, ukhuwah, pendidikan, hingga hubungan antara kepercayaan dan pengetahuan pengetahuan.
Cerita yang relate dengan kehidupan sekolah membikin novel ini terasa dekat dengan pembaca remaja, sementara pesan-pesan kehidupannya juga tetap relevan untuk pembaca dewasa maupun para pendidik.
Rekomendasi Buku Terkait
Laiqa: The Special Boy – Husain Suitaatmadja


Terlahir sebagai anak spesial, Aubin berupaya maksimal terhadap semua potensi yang dia punya. Berbisnis sedari muda, hingga dia menemukan passion-nya; berkarier sebagai pekerja sosial.
Bagaimana Aubin meyakinkan lingkungan sekitarnya bahwa ketidaknormalannya justru membikin dia spesial?
Laiqa: Wedding Agreement – Mia Chuz


Tak lama setelah pernikahannya, Tari disodori lembaran kertas oleh Bian, suaminya.
“Apa ini?”
“Kesepakatan pernikahan selama kita menikah.”
“Aku tetap belum mengerti.”
“Sejak awal saya memang berencana untuk berpisah setelah satu tahun menikah. Mungkin Anda belum tahu jika saya sudah bertukar cincin sebelumnya.”
Tari menatap suaminya dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin dia menikahi laki-laki seperti itu? Suaminya berencana menikah dengan wanita lain setelah menceraikannya. Ia hanya punya waktu satu tahun untuk menjalani pernikahan ini. Apakah ada yang lebih jelek daripada itu?
Laiqa: Kresek Hitam – Honey Dee


Maera pikir, masuk pondok rehabilitasi merupakan balasan terbaik atas pelunasan dosa-dosa masa lalunya. Ternyata, balasan yang sesungguhnya didapat setelah dia keluar dari sana. Dia kehilangan kerabat dan teman, di-DO dari kampus, dan yang jauh lebih buruk, tak lagi dipercaya kedua orangtuanya.
Ketika Maera berupaya menata ulang kehidupannya, orang-orang yang dia minta bisa menolong malah berbalik menghancurkannya. Apakah beban yang terlampau berat ini bisa dihadapi Maera di usianya yang baru sembilan belas? Haruskah hidupnya berhujung ibaratkan kresek hitam yang bakal disingkirkan oleh keluarganya?
Laiqa: Lari Dari Pesantren – Andri Saptono


Apa kalian tidak jenuh terus-terusan dikurung di Pondok Al-Ikhlas ini? Mau begini tidak boleh! Mau begitu tidak boleh! Ustaznya galak! Pelajarannya bikin ngantuk. Sudah begitu makanannya itu-itu saja! Menunya membosankan semua! Kalian kudu cari pengalaman di luar. Lihat kehidupan di luar tembok pondok! Kalian tetap muda! Lihat tuh di luar anak-anak bermain sebebas-bebasnya. Pergi ke mana mereka suka. Apa kalian tidak iri?
Albar dan Ilyas lari dari tempat mereka menimba ilmu. Rencananya hanya satu hari. Tapi, tak disangka menjadi nyaris satu bulan! Banyak peristiwa di luar dugaan yang mereka temukan. Seperti apa Albar dan Ilyas menghadapi realita di luar sana?
Laiqa: Runway to Heaven – Hengki Kumayandi


Dari waktu ke waktu, saya tak pernah menemukan makna kebahagiaan. Selalu berlari secepat angin dari masalah satu ke masalah lainnya. Namaku Tama Janowitz. Karena bentrok di tanah kelahiran, saya dan adikku Alicia kudu pergi ke sebuah negeri yang tak pernah kami tahu sebelumnya. Petualangan demi petualangan kami dapatkan. Bahkan, saya sampai masuk ke penjara dan terpisah dari adikku tersayang, Alicia. Semua yang kulakukan hanya satu. Menemukan Alicia, meyakinkannya bahwa saya kakaknya, dan menjaganya seumur hidup. Sehingga, suatu saat nanti, aku, Alicia, dan Mama bisa berkumpul di surga-Nya.
Laiqa: Hijrah Kayra – Fiatuzzahro


“Karena cinta yang sebenarnya cinta, hanya yang mendekatkan kita kepada Yang Mahacinta.”
Menurutku, hidup tak lebih dari melakukan apa yang kita suka tanpa kudu memikirkan omongan nyinyir orang di luar sana. Tetapi, sebuah kasih sayang lembut bisa mengeluarkanku dari prinsip itu. Tadinya hanya berupa hal-hal pahit yang menyakitkan. Hal-hal rumit yang menyesakkan. Dan baru kusadari, kasih sayang tak selalu tentang perihal manis. Inilah perjalanan hijrahku yang tak mudah…. Kupersembahkan kepada kalian yang sedang istiqomah….
English (US) ·
Indonesian (ID) ·