Jakarta -
Kelahiran bayi memang membikin penasaran tersendiri terutama penampakan wajahnya yang nantinya mirip siapa. Nah, sebenarnya bayi lebih mirip Ayah alias Bunda? Dokter kandungan ungkap aspek yang menentukannya.
Gen dari orang tua memang tak ditampik memengaruhi penampilan seorang anak yang dilahirkan. Sebab, tampilan bayi memang biasanya perpaduan kompleks dari gen yang diwarisi kedua orang tua, yang kemudian memengaruhi sifat-sifat seperti warna mata, rambut, dan struktur wajah.
Meski secara dominasi, genetika yang memegang peran penting, aspek lingkungan selama kehamilan dan kelahiran juga dapat berpengaruh dalam membentuk fitur-fitur di dalamnya. Karenanya, jangan terfokus apakah bayi bakal mirip siapa nantinya tetapi fokuslah menjaga kesehatan dan perkembangan bayi nantinya. Sebab, penampilan bakal berkembang seiring waktu, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah lahir, bayi lebih mirip Ayah alias Bunda?
Menurut para mahir dan penelitian terbaru, jawabannya tidaklah sederhana. Karena sebenarnya penampilan bayi dibentuk oleh campuran kompleks gen yang diwarisi dan pengaruh lembut yang berasal dari kehamilan dan kelahiran.
Seorang ginekolog, Dr Ambreen S yang hasilnya juga sudah dikonfirmasi sains mengatakan bahwa wajah dan fitur bayi merupakan perpaduan unik, dan bukan salinan dari salah satu orang tua saja, Bunda. Pada dasarnya, setiap anak mewarisi separuh dari DNA dari setiap orang tua. Campuran genetik itulah yang kemudian memengaruhi beragam macam sifat bentuk mulai dari warna mata, tekstur rambut, dan warna kulit hingga struktur tulang dan senyum.
Mengenai warna mata dan rambut, sifat-sifat ini biasanya berjuntai pada kombinasi beberapa gen. Bahkan, jika kedua orang tua mempunyai mata alias rambut gelap, warna yang lebih terang alias warna yang tidak terduga dapat muncul jika gen resesif diturunkan.
Sementara itu mengenai fitur wajah (bentuk hidung, bibir, pipi, dagu, dan lainnya), perihal ini juga mempunyai dasar genetik. Studi menunjukkan bahwa anak-anak pada umumnya lebih mirip dengan orang tua mereka daripada orang dewasa secara acak. Tetapi, orang tua mana yang lebih mirip dapat sangat bervariasi, apalagi dalam family yang sama. Itulah argumen kenapa di banyak family mungkin kerap terlihat ciri-ciri bawaan dari kakek nenek alias leluhur yang menurun seperti dikutip dari laman Times of India.
Lebih lanjut dikatakan Dr Ambreen bahwa bayi biasanya mewarisi ciri-ciri ini dari sisi ayah. Misalnya, corak rahang dan hidung gen Ayah sering mendominasi struktur tulang wajah anaknya. Dari sisi ibunya, biasanya mereka mewariskan gennya kepada bayinya untuk corak mata dan bulu mata.
Meski ada saja yang diwarisi dari orang tuanya, krusial diketahui bahwa perihal ini bukanlah patokan absolut lantaran sering kali tampilan dari seorang bayi memang berbeda dari yang diperkirakan. Itulah yang dinamakan keajaiban alam.
Di luar gen, apalagi yang diwarisi bayi?
Dr Ambreen memang menggarisbawahi rumus umum di kembali corak fitur wajah bayi, namun penelitian menunjukkan bahwa genetika bukanlah penentu keseluruhan cerita. Di luar itu, ada juga aspek Lingkungan di dalam rahim dan tekanan saat kelahiran yang dapat memengaruhi gimana fitur wajah terbentuk.
Dalam sebuah studi di 2024 dari University College London (UCL) menemukan bahwa tekanan pada embrio selama perkembangan awal dapat memengaruhi gimana sel-sel neural crest alias sel yang membentuk wajah dan tengkorak tumbuh. Artinya ini merupakan isyarat lembut seperti posisi bayi, seberapa besar tekanan yang diberikan selama pertumbuhan alias kelahiran nyatanya dapat memengaruhi corak wajah.
Dengan kata lain, kondisi kembar identik pun tidak bakal selalu terlihat sama persis lantaran faktor-faktor lingkungan ini menambah variasi. Misalnya, saat lahir, mata bayi mungkin terlihat besar alias apalagi juling lantaran tekanan selama proses kelahiran. Tetapi, kondisi ini semakin membaik dalam beberapa hari alias minggu.
Hal ini pun bertindak pada fitur bagian lainnya seperti kepala yang sedikit memanjang, kontur wajah yang lebih lembut alias bulat, dan warna kulit yang tidak merata. Semua perihal tersebut mungkin hanya mencerminkan perjalanan bayi melalui kelahiran alias penyesuaian awal saja, Bun.
Mengingat dalam perjalanan kehidupan seorang anak semuanya bisa dipengaruhi beragam faktor, konsentrasi sebagai orang tua bisa lebih berfokus pada perhatian kesehatan ibu dan anak yang menjadi perihal utama selama kehamilan. Karenanya, krusial bagi ibu mengandung mematuhi hal-hal berikut seperti nutrisi yang baik terutama masam folat, unsur besi, dan protein.
Ibu mengandung juga sebaiknya menghindari merokok, alkohol, dan narkoba, mengelola glukosuria dan tekanan darah tinggi, serta melakukan pemeriksaan antenatal rutin. Perlu diingat bahwa prenatal yang jelek biasanya tidak mengubah kemiripan keluarga, tetapi dapat memengaruhi pertumbuhan secara keseluruhan dan simetri wajah.
Nah, terlepas dari semua perihal tersebut, salah satu yang terpenting adalah bukan mengupas gimana nantinya bayi itu mirip siapa ya, Bunda. Salah satu aspek utama yang lebih krusial di luar itu semua adalah gimana bayi terlahir sehat dan ibu pun sehat.
Semoga sehat selalu sampai persalinan ya, Bunda. Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·