Bunda mungkin tak asing dengan bahasa cinta alias love language. Lima bahasa cinta alias five love language adalah konsep tentang gimana kita menerima dan memberikan cinta satu sama lain. Konsep ini diciptakan oleh Gary Chapman, PhD, lebih dari 30 tahun yang lalu, Bunda.
Chapman adalah seorang konselor pernikahan yang dikenal lantaran kitab larisnya, The 5 Love Languages, yang telah terjual lebih dari 20 juta kopi. Bahasa cinta ini rupanya krusial bagi orang tua saat membesarkan anak. Mengenal bahasa cinta anak artinya kita memahami apa yang didambakan seorang anak untuk merasa cukup dicintai.
“Salah satu kebutuhan emosional terdalam seorang anak adalah kebutuhan untuk merasa dicintai oleh orang-orang krusial dalam hidup mereka, biasanya orang tua mereka,” kata psikolog anak Dr.Nneka Ikeogu, dikutip dari BBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ikeogu, orang tua sering berasumsi bahwa anak tahu bahwa mereka mencintai mereka, tetapi krusial bagi hubungan dan sebenarnya hubungan apa pun untuk mengungkapkan cinta dengan langkah yang lebih mungkin diterima. Mengetahui bahasa cinta anak berarti orang tua dapat mengungkapkan cintanya kepada anak secara definitif dan langsung. Karena, terkadang, hanya mengatakan “Aku mencintaimu” saja tidak cukup.
“Ketika Anda memahami ‘bahasa cinta’ orang lain dan Anda dapat menunjukkan cinta kepada mereka dengan langkah itu, mereka jauh lebih mungkin menerimanya dan betul-betul merasakan ketulusannya,” ungkap Ikeogu.
Bukan hanya anak-anak yang dapat memperoleh faedah dari orang lain yang mempelajari lebih lanjut tentang 'bahasa cinta' mereka. Seringkali, perihal itu dapat membantu dalam hubungan dan apalagi persahabatan untuk memperdalam hubungan.
"Bahasa cinta awalnya dikembangkan untuk hubungan romantis. Manfaat sebenarnya adalah membantu memperkuat hubungan yang Anda miliki dengan orang-orang krusial dalam hidup Anda," kata Ikeogu.
5 Bahasa cinta anak
Ada lima bahasa cinta yang perlu orang tua ketahui, dilansir Parents berikut lima bahasa cinta anak:
1. Sentuhan bentuk (Physical Touch)
Bagi anak-anak yang mempunyai bahasa cinta berupa sentuhan fisik, pelukan bisa diartikan oleh mereka sebagai "Aku cinta kamu".
"Jika anak-anak terus-menerus berada di dekat Anda, menyentuh Anda, alias bermain dengan rambut Anda, itu adalah sinyal bahwa mereka perlu lebih banyak disentuh," kata Laura Markham, PhD, penulis kitab Peaceful Parent, Happy Kids.
Tak hanya pelukan, terkadang bergulat, bermain olahraga yang melibatkan bentuk berbareng orang tua juga membikin anak merasa dicintai orang tuanya. Yang perlu dihindari bagi anak yang punya bahasa cinta sentuhan bentuk adalah tidak boleh memukulnya, lantaran tamparan alias pukulan ringan pun bisa menyakiti hatinya, apalagi bisa menjadi trauma di masa depan.
2. Menerima bingkisan (Receiving Gifts)
Anak-anak yang merasa dicintai ketika mereka menerima sesuatu tidak hanya menginginkan lebih banyak barang. Sebaliknya, mereka secara aktif mencari langkah untuk merasa dicintai. Seseorang yang bahasa cinta utamanya adalah menerima bingkisan condong peduli tentang gimana bingkisan itu dibungkus.
Mereka sering mengingat siapa yang memberi mereka apa selama berbulan-bulan alias bertahun-tahun setelahnya. Tidak hanya mainan, stiker apresiasi juga membikin anak-anak yang punya bahasa cinta menerima bingkisan itu merasa dihargai. Orang tua jangan terbiasa memberikan bingkisan pada anak-anak tanpa syarat, sementara bahasa cinta lainnya diabaikan.
3. Kata-kata afirmasi (Words of affirmation)
Bagi anak-anak yang mendengarkan dengan saksama dan berbincang dengan lembut, kata-kata penuh kasih sayang adalah yang terpenting.
Jika anak berseri-seri setiap kali orang tua memuji mereka alias memberikan banyak umpan kembali yang manis, mereka mungkin menyukai kata-kata afirmasi.
Catatan mini di kotak bekal mereka, pesan teks, dan apalagi gelang dengan tulisan seperti "pahlawan-nya bunda" dapat sangat berfaedah bagi anak-anak yang bahasa cintanya adalah kata-kata afirmasi.
Penting dicatat bahwa anak-anak yang mempunyai bahasa cinta berupa kata-kata afirmasi dapat merasa sedih alias tidak dicintai andaikan diejek (walau konteksnya bercanda) dan dimaki. Orang tua perlu menjaga lisan ketika merasa emosional.
4. Act of service
Act of service mungkin merupakan bahasa cinta yang terdengar paling aneh, tetapi anak-anak yang menggunakannya menghargai tindakan yang penuh perhatian, seperti membelikan minuman susu segar dan membungkuskan donat kesukaannya untuk dibawa pulang ke rumah.
Selain itu contoh lainnya mungkin meminta kita untuk mengikat tali sepatunya, memperbaiki mainan yang rusak, alias merapikan bantalnya. Namun, seiring pertumbuhan jangan terlena untuk terus-menerus membantu anak. Dorong kemandiriannya dan bimbing mereka agar juga bisa melakukan 'act of service' jenis mereka sendiri.
5. Waktu berbobot (Quality time)
Anak-anak ini merasa paling dihargai ketika orang tua memilih untuk menghabiskan waktu berbobot berbareng mereka.Anak yang sering berkata, "Lihat ini!" alias "Main denganku!" itu berfaedah mereka sedang meminta waktu berkualitas.
Apa yang kudu menjadi perhatian orang tua bagi anak yang bahasa cintanya quality time adalah jangan sekali-kali memberi balasan seperti mengurung mereka di bilik dan mengisolasi mereka. Bagi mereka, itu adalah balasan yang berat.
Demikian lima bahasa cinta anak yang bisa dipenuhi tangkinya oleh Ayah dan Bunda. Mulai dari memberikan pujian dan rewards sesuai porsinya hingga mendengarkan anak. Semoga informasinya membantu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·