Pendaftaran Lpdp Tahap Ii Dibuka, Bolehkah Bawa Keluarga Ke Negara Tujuan?

Jul 01, 2026 08:40 PM - 4 jam yang lalu 183

Apakah Bunda alias family Bunda ada yang mau daftar Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)? Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 resmi dibuka mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026.

Kesempatan ini menjadi pintu bagi masyarakat Indonesia yang mau melanjutkan pendidikan magister, doktor, hingga program ahli di perguruan tinggi terbaik dalam maupun luar negeri dengan support pendanaan penuh dari pemerintah.

Di tengah antusiasme pendaftar, muncul satu pertanyaan yang kerap diajukan calon peserta, khususnya mereka yang telah berkeluarga, ialah apakah penerima danasiwa LPDP diperbolehkan membawa pasangan alias anak ke negara tujuan studi?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Jawabannya boleh, apalagi LPDP menyediakan skema tunjangan family dengan syarat dan ketentuan berlaku.

LPDP pada tahun ini kembali menghadirkan dua program utama, ialah danasiwa STEM Industri Strategis dan danasiwa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics). Selain itu, tersedia pula danasiwa Akselerasi pada Universitas Unggulan, Keolahragaan, serta Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research.

Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, mengatakan konsentrasi pendanaan sekarang semakin diarahkan pada bidang-bidang yang mendukung pembangunan industri strategis nasional. Menurutnya, sedikitnya 80 persen alokasi danasiwa bakal diprioritaskan untuk bagian STEM dan STEM-related, sedangkan maksimal 20 persen dialokasikan bagi bagian SHARE.

"Kita peningkatan STEM bergerak terus. Pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kita bakal coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM related," ujar Yon Arsal dalam media briefing di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, mengutip situs resmi LPDP Kementerian Keuangan RI.

Bidang STEM Industri Strategis mencakup sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kepintaran artifisial (AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, hingga kewirausahaan dan industri kreatif. Sementara bagian STEM-related meliputi bisnis, ekonomi, hukum, hingga kebijakan publik yang mendukung pengembangan industri strategis.

Di sisi lain, bagian SHARE tetap menjadi prioritas untuk memperkuat pembangunan manusia melalui pengetahuan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, kebijakan publik, hingga studi keagamaan. Mari telaah mengenai pendaftaran LPDP tahap II.

Persyaratan LPDP Tahap II  dipermudah

Pada seleksi Tahap II 2026, LPDP melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan yang dinilai lebih ramah bagi calon pendaftar.

Salah satu perubahan terbesar adanya pelonggaran syarat keahlian Bahasa Inggris. Peserta yang telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) Unconditional tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat bahasa, baik untuk tujuan studi dalam maupun luar negeri.

Bagi peserta yang belum mempunyai LoA, LPDP menambah pilihan sertifikat yang dapat digunakan. Untuk tujuan luar negeri, peserta sekarang dapat menggunakan hasil tes Duolingo, sementara untuk tujuan dalam negeri tersedia tambahan opsi sertifikat dari pusat bahasa perguruan tinggi dan TOEP.

Kemudahan juga diberikan kepada peserta afirmasi, termasuk Putra-Putri Papua yang tidak diwajibkan memenuhi persyaratan IPK minimum maupun sertifikat keahlian Bahasa Inggris sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, daftar perguruan tinggi tujuan juga diperluas.

Universitas unggulan meningkat dari sebelumnya 17 menjadi 31 kampus, dengan tambahan 14 universitas yang secara unik diperuntukkan bagi program studi STEM.

Bolehkah bawa keluarga saat mengikuti program LPDP?

Penerima danasiwa LPDP memang diperbolehkan membawa family untuk tinggal berbareng selama masa studi, baik di dalam maupun luar negeri. Namun akomodasi tunjangan family hanya diberikan kepada penerima danasiwa program doktor, master spesialis, dan master subspesialis.

LPDP memberikan Dana Tunjangan Keluarga untuk maksimal dua orang personil family yang terdiri atas suami alias istri dan anak. Besaran tunjangan yang diterima masing-masing 25 persen dari biaya hidup bulanan (living allowance) penerima beasiswa.

Ini artinya, ketika Bunda membawa pasangan dan satu anak, keduanya bisa memperoleh tambahan tunjangan masing-masing sebesar 25 persen dari biaya hidup bulanan yang diterima penerima beasiswa. Sebaliknya, orangtua, saudara, kerabat, maupun asisten rumah tangga yang ikut ke letak studi tidak termasuk pihak yang berkuasa memperoleh tunjangan tersebut.

Tunjangan family mulai diberikan sejak pasangan alias anak betul-betul pindah dan menetap berbareng penerima danasiwa di kota alias negara tujuan studi. Jika pada kemudian hari personil family kembali ke Indonesia alias tidak lagi tinggal di letak studi, penerima danasiwa wajib melaporkannya kepada LPDP lantaran pembayaran tunjangan bakal dihentikan.

Pengajuan biaya tunjangan family juga mempunyai pemisah waktu, ialah maksimal tiga bulan setelah penerima danasiwa dinyatakan lulus seleksi. Pemohon diwajibkan melampirkan beragam arsip pendukung, seperti kartu keluarga, surat nikah, akta kelahiran anak, bukti perpindahan domisili, hingga arsip keimigrasian bagi penerima danasiwa luar negeri.

Komponen biaya yang ditanggung LPDP

Beasiswa LPDP tidak hanya menanggung biaya kuliah, tapi juga beragam kebutuhan penunjang selama studi.

Dana pendidikan mencakup biaya pendaftaran, duit kuliah (tuition fee), tunjangan buku, biaya penelitian tesis alias disertasi, seminar internasional, hingga publikasi jurnal internasional.

Sementara biaya pendukung meliputi tiket transportasi, biaya pengurusan visa alias residence permit, asuransi kesehatan, biaya hidup bulanan, kehadiran (settlement allowance), keadaan darurat, hingga program pengayaan bahasa bagi peserta afirmasi.

Besaran biaya hidup bulanan berbeda-beda tergantung negara tujuan. Sebagai gambaran, penerima danasiwa di Amerika Serikat dapat memperoleh living allowance sekitar Rp28,6 juta hingga Rp42,1 juta per bulan.

Di Inggris berkisar Rp28,4 juta sampai Rp36,3 juta, sedangkan di Jepang sekitar Rp16,8 juta hingga Rp18,4 juta per bulan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya