Syahwat Menggebu Tapi Belum Mampu Menikah? Ini Solusinya Dalam Islam

Jun 03, 2026 08:07 PM - 3 minggu yang lalu 28024

Kincai Media , JAKARTA -- Fenomena banyaknya anak muda yang mau segera menikah namun terkendala kondisi ekonomi mendapat perhatian dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH M Cholil Nafis. Menurutnya, Islam telah memberikan solusi yang jelas bagi pemuda yang mempunyai gairah menikah tinggi tetapi belum mempunyai keahlian finansial yang memadai.

Kiai Cholil menjelaskan, dorongan seksual atau syahwat yang tidak dikelola dengan baik dapat menyeret seseorang ke dalam perilaku yang dilarang agama, termasuk perzinaan. Namun, di sisi lain, memaksakan diri menikah tanpa kesiapan ekonomi juga berpotensi menimbulkan beragam persoalan dalam kehidupan rumah tangga.

"Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, pemuda yang sudah mempunyai syahwat untuk menikah, sementara secara ekonomi tetap belum memungkinkan, maka dia diperintahkan untuk berpuasa. Karena dengan puasa, syahwat terhadap musuh jenis dapat dikendalikan," tulis Kiai Cholil dalam bukunya, Fikih Keluarga Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok ini, rekomendasi berpuasa bagi pemuda yang belum bisa menikah mempunyai dasar kuat dalam aliran Islam. Ia mengutip sabda sahih riwayat Muttafaq 'Alaih yang berbunyi:

"Wahai para pemuda, peralatan siapa di antara Anda sudah mempunyai kemampuan, maka kawinlah. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka dia hendaknya berpuasa, lantaran sesungguhnya puasa itu baginya dapat menjadi pengendali."

Kiai Cholil menilai, sabda tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mendorong pernikahan sebagai jalan menjaga kehormatan diri, tetapi juga memberikan pengganti yang realistis ketika seseorang belum mempunyai keahlian untuk berumah tangga.

Lebih jauh, ustad kelahiran Sampang, Madura, itu mengingatkan para pemuda agar tidak memandang pernikahan semata-mata sebagai sarana pemenuhan kebutuhan biologis. Menurutnya, banyak anak muda yang mempunyai gambaran keliru tentang kehidupan rumah tangga lantaran terlalu konsentrasi pada aspek seksual.

Selengkapnya