Rasulullah Berpesan Agar Umat Islam Memperlakukan Wanita Dengan Baik

Jun 26, 2026 06:27 PM - 1 jam yang lalu 55

Dua remaja wanita membaca Alquran saat mengikuti pengajian cuma-cuma di Mushala Al-Arva, Rawasari, Jambi, Rabu (26/6/2024). Pengajian yang dirangkai dengan pengarahan shalat, mahfuz Al-Quran dan training kesenian hadrah secara cuma-cuma di mushala dalam area lokalisasi Payo Sigadung alias Pucuk itu diberikan oleh salah seorang penduduk untuk penduduk sekitar, termasuk anak-anak dari pekerja seks komersial setempat. Ilustrasi Muslimah.

Kincai Media , JAKARTA -- Melindungi dan menyantuni wanita merupakan aliran krusial dalam Islam. Rasulullah SAW apalagi secara unik berpesan kepada kaum laki-laki agar memperlakukan wanita dengan kebaikan dan kelembutan. Sikap tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kehormatan serta hak-hak kaum wanita dalam kehidupan family maupun masyarakat.

Abu Hurairah berkata Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Berbuat oke kepada wanita, kerana sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian tulang rusuk yang paling bengkok itu adalah yang ada pada bagian yang paling atas. Jika Anda berupaya meluruskannya maka dia bakal patah, dan jika dibiarkan maka dia bakal tetap bengkok (maka) bersikap oke kepada wanita." (HR Imam al-Bukhari)

Pendakwah dan akademisi Malaysia, Dr Ahmad Sanusi Azmi dalam kitab Hadits tentang Kemuliaan Wanita menjelaskan bahwa melalui sabda tersebut, Rasulullah SAW berpesan kepada para sahabat agar sentiasa menyantuni dan melayani kaum wanita dengan penuh kebaikan.

Kaum laki-laki dididik untuk memuliakan wanita serta menunaikan kewenangan dan memenuhi keperluan mereka. Hal ini menjadi salah satu komponen krusial dalam komunikasi dan pemeliharaan hak-hak wanita yang ditanamkan dalam jiwa para sahabat.

Kesungguhan dalam menjaga kewenangan kaum wanita menjadikan para sahabat sangat berhati-hati dalam setiap urusan yang melibatkan mereka. Para sahabat bimbang sekiranya bertindak salah dalam melayani alias menyantuni wanita, Allah SWT bakal menegur mereka secara langsung melalui wahyu.

Perasaan ini digambarkan oleh Saidina Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhu yang berbicara seperti ini."Pada era Rasulullah SAW (dahulu) kami mengelakkan diri dari berbicara alias mengarahkan (sesuatu) kepada kaum wanita (dan mahir keluarga) kami kerana bimbang (andai sekiranya kami tidak menjaga kewenangan mereka) (akan) turun ayat Alquran (yang menegur kesalahan) kami.” (HR Imam al-Bukhari)Hadis yang memerintahkan melakukan baik kepada wanita mengingatkan kepada kita agar sentiasa bertindak adil,menyantuni dengan lembut serta menunaikan tanggungjawab kepada kaum wanita.

Selengkapnya