Khutbah Jumat: Meraih Keutamaan Agung Puasa Asyura pada 10 MuharramKincai Media – Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah Ta’ala. Pada bulan inilah kaum muslimin dianjurkan memperbanyak kebaikan saleh dan menjauhi segala corak kemaksiatan. Nah berikut Khutbah Jumat tentang meraih keistimewaan agung puasa Asyura pada 10 Muharram.
Khutbah I
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرَ الْمُحَرَّمِ مِنَ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ الْمُقَدَّسَةِ، وَفَضَّلَ أَيَّامَهُ بِالْقُرُبَاتِ وَالطَّاعَاتِ الْمُبَارَكَةِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: “يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Pada Jumat siang ini, marilah kita semua untuk senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah SWT. Takwa dalam artian yang sebenar-benarnya, ialah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, kapan pun dan dimanapun kita berada.
Saat ini, kita berada di dalam bulan Muharram, salah satu dari empat bulan suci yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Imam Thabari dalam kitab Tafsir Jami’ul Bayan, Jilid XIV, laman 235 menjelaskan bahwa empat suci bulan yang dimuliakan Allah SWT adalah bulan Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharam.
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 36;
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ
Artinya; Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.
Untuk itu, kata Imam Thabari, seyogianya umat Islam mengisi bulan haram (termasuk Muharram) dengan melaksanakan kebaikan kebajikan, dan meninggalkan perbuatan maksiat dan dzalim. Ia berkata;
فَلَا تَعْصُوا اللَّهَ فِيهَا، وَلَا تُحِلُّوا فِيهِنَّ مَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ، فَتَكْسِبُوا أَنْفُسَكُمْ مَا لَا قِبَلَ لَهَا بِهِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ وَعِقَابِهِ.
Artinya; “Maka janganlah kalian bermaksiat kepada Allah pada bulan-bulan itu, dan janganlah kalian menghalalkan di dalamnya apa yang telah Allah haramkan atas kalian. Sebab dengan demikian kalian bakal menimpakan kepada diri kalian sendiri sesuatu yang tidak sanggup ditanggungnya, ialah kemurkaan Allah dan siksa-Nya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Di antara sekian banyak ibadah yang masyhur dan sangat dianjurkan pada bulan Muharram ini adalah melaksanakan Puasa Asyura, ialah puasa sunah yang dilaksanakan tepat pada tanggal 10 Muharram.
Puasa Asyura ini mempunyai keistimewaan yang sangat besar dan luar biasa bagi seorang muslim. Di dalamnya terkandung kemurahan Allah SWT yang memberikan kesempatan kepada hamba-hamba-Nya guna memperbaiki diri dan membuka lembaran baru yang lebih bersih untuk kehidupan yang bakal datang.
Allah SWT menjanjikan kepada setiap muslim dan muslimah yang menunaikannya, sebuah bingkisan berupa pembebasan atas dosa-dosa mini yang telah diperbuat selama satu tahun yang lalu.
Sebagai manusia biasa, kita semua tentu tak dapat luput dari khilaf, salah, dan dosa. Setiap hari ada saja ruang di mana kita tergelincir dalam kemaksiatan. Oleh lantaran itu, puasa Asyura datang sebagai salah satu pintu darurat bagi kita untuk membersihkan diri.
Keutamaan besar ini ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang puasa pada hari Asyura.Nabi bersabda:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa pada hari Asyura, lampau beliau bersabda: “Puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun yang telah lalu.” (HR. Muslim No. 1162)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Hadis ini menjadi bukti nyata sungguh luas dan besarnya kasih sayang serta rahmat Allah SWT kepada manusia. Coba kita renungkan bersama, hanya dengan menahan lapar, haus, dan nafsu selama satu hari saja, Allah SWT dengan kemurahan-Nya berkenan menghapus catatan dosa-dosa mini kita selama satu tahun penuh yang telah berlalu.
Dengan demikian, ibadah puasa Asyura ini tidak sekadar menjadi sarana pasif untuk meraih ampunan, melainkan kudu kita jadikan sebagai momentum berbobot untuk memperbaiki kualitas keimanan, menata ulang komitmen ibadah, dan meningkatkan kualitas kehidupan kita sebagai seorang Muslim yang lebih bertaqwa.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Kesempatan emas ini hanya datang satu kali dalam setahun. Umur manusia tidak ada yang tahu, dan belum tentu kita bakal menjumpai bulan Muharram di tahun yang bakal datang.
Oleh lantaran itu, atas segala kemurahan Allah yang telah dibentangkan di hadapan kita, marilah kita sambut hari Asyura dengan penuh antusias dan keikhlasan.
Marilah kita tunaikan puasa Asyura ini dengan niat yang tulus guna memperbaiki diri, mengikis noda-noda dosa di masa lalu, dan memulai lembaran hidup yang baru demi meraih ridha Allah SWT.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah II
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. قَالَ تَعَالَى: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِ الْمُحَرَّمِ، وَتَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا ياَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
English (US) ·
Indonesian (ID) ·