Kincai Media ,JAKARTA -- Kongres Yahudi Anti-Zionis (JAZIC) Kedua bakal diselenggarakan pada 26–28 Juni 2026 di Dublin, Irlandia. Kongres ini didukung oleh beragam aktivis kewenangan asasi manusia (ham), akademisi, dan organisasi internasional. Kongres ini mempertemukan tokoh-tokoh Yahudi anti-Zionis berbareng para aktivis anti-imperialis dari beragam negara, agama, dan latar belakang untuk merumuskan langkah-langkah nyata dalam melawan dan menghapus Zionisme beserta beragam kejahatannya, termasuk pembersihan etnis, pendudukan, apartheid, dan genosida terhadap rakyat Palestina.
Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), Anshorullah mengatakan, bagi Aqsa Working Group, penyelenggaraan Kongres JAZIC merupakan bagian dari bunyi dunia yang berasal dari hati nurani. Kehadiran kerabat dan saudari Yahudi yang secara terbuka menolak Zionisme menjadi pesan yang sangat kuat bahwa perjuangan melawan Zionisme bukanlah perjuangan atas dasar agama, melainkan perjuangan berbareng untuk memihak kemanusiaan dan keadilan.
"Sehubungan dengan penyelenggaraan Kongres Yahudi Anti-Zionis (JAZIC) Kedua, Aqsa Working Group menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut, pertama, Aqsa Working Group menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan yang dikirimkan kepada Ketua Presidium Aqsa Working Group untuk menghadiri Kongres JAZIC Kedua," kata Anshorullah kepada Republika, Jumat (26/6/2026)
Ia mengatakan, Aqsa Working Group juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan sehingga dapat menghadiri Kongres JAZIC pertama di Vienna, Austria pada Juni 2025. Kehadiran tersebut menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan lantaran dapat menjadi bagian dari inisiatif yang sangat krusial ini.
Undangan resmi tersebut merupakan kehormatan sekaligus pengakuan terhadap konsistensi perjuangan Aqsa Working Group dan masyarakat sipil Indonesia dalam membela Palestina serta memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina di beragam forum internasional.
"Namun demikian, Aqsa Working Group menyesalkan tidak dapat datang kembali pada kegiatan serupa di tahun ini lantaran hingga hari ini visa yang diajukan melalui Kedutaan Besar Irlandia di Jakarta belum disetujui," ujarnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·