Kincai Media ,JAKARTA -- Larangan hubungan seksual sesama jenis dalam Islam tidak hanya dijelaskan dalam Alquran, tetapi juga ditegaskan melalui sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyebut perbuatan kaum Nabi Luth sebagai salah satu kemaksiatan yang sangat dikhawatirkan menimpa umatnya. Bahkan Rasulullah dalam sabdanya menyatakan Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan umat Nabi Luth ialah perbuatan homoseksual.
Hadits yang menerangkan adanya laknat Allah SWT atas tindakan homoseksual dan sodomi serta sangat dikhawatirkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail bahwasanya dia mendengar Jabir berbicara Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya apa yang saya khawatirkan menimpa umatku adalah perbuatan umat Nabi Luth." (HR Imam At-Tirmidzi)
Dari Ibnu Abbas bahawasanya Rasulullah SAW bersabda, "Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan umat Nabi Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan umat Nabi Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan umat Nabi Luth." (HR Imam An-Nasai dan Imam Ahmad)
Firman Allah SWT yang melarang hubungan seksual sesama jenis (homoseksual) dan mensifatinya sebagai perbuatan fahisyah (amat keji), berlebih-lebihan, dan melampaui batas, dikutip dari Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 57 Tahun 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan.
Pada Surat Al-A‘raf Ayat 80 dan 81, hubungan seksual sesama jenis disebut sebagai perbuatan biadab yang belum pernah dilakukan umat sebelum umat Nabi Lut. Sehingga umat Nabi Lut disebut sebagai umat yang melampaui pemisah sehingga mendapatkan balasan di bumi dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ
Wa lūṭan iż qāla liqaumihī ata'tūnal-fāḥisyata mā sabaqakum bihā min aḥadim minal-‘ālamīn(a). Innakum lata'tūnar-rijāla syahwatam min dūnin-nisā'(i), bal antum qaumum musrifūn(a).
(Kami juga telah mengutus) Lut (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berbicara kepada kaumnya, “Apakah Anda mengerjakan perbuatan biadab yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum Anda di bumi ini? Sesungguhnya Anda betul-betul mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan, apalagi Anda adalah kaum yang melampaui batas.” (QS Al-A‘rāf Ayat 80 dan 81)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۚ
Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).
Kemudian, Kami binasakan yang lain. (QS Asy-Syu‘ara Ayat 172)
Setelah tiba waktu yang dijanjikan, Allah menghujani dengan banget luar biasa masyarakat Sodom dengan batu dari tanah liat yang membatu, dan negeri mereka ditelungkupkan oleh Allah. Dengan demikian, hancurlah masyarakat kota Sodom beserta kotanya.
Tidak lama setelah kaum Nabi Lut hancur, negeri mereka lampau digenangi air. Akhir-akhir ini telah ditemukan bekas-bekas kota Sodom ialah di pantai Buḥairah Lut, di bagian selatan Laut Mati (al-Baḥrul Mayyit). Adapun Nabi Lut dan pengikutnya pindah ke Zoar, sebuah kota tua di Kanaan (Tafsir Kementerian Agama)
Dalam Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 165 dan 166, hubungan seksual sesama jenis disebut perbuatan yang melampaui batas. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُوْنَ
Ata'tūnaż-żukrāna minal-‘ālamīn(a). Wa tażarūna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qamun ‘ādūn(a).
English (US) ·
Indonesian (ID) ·