Wamenag: Allah Benci Praktik Gay, Jijik Terhadap Lesbian

Jun 27, 2026 01:48 PM - 1 jam yang lalu 62

Kincai Media ,JAKARTA -- Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafi'i menegaskan Islam mengajarkan pernikahan sebagai fitrah manusia yang telah dipersiapkan Allah secara sempurna. Karena itu, menurut dia, Islam menolak hubungan sesama jenis, baik gay maupun lesbian, yang dinilai bertentangan dengan tujuan pembuatan manusia.

Hal ini disampaikan Romo Syafi'i saat membuka "Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo" yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan nikah massal bagi puluhan pasangan.

Romo Syafi'i menjelaskan bahwa Allah telah membekali laki-laki dan wanita dengan cinta (mawaddah), kasih sayang (rahmah), hatikecil seksual, serta perangkat reproduksi agar keduanya membangun rumah tangga melalui pernikahan yang sah.

"Makanya Allah tidak suka memandang laki-laki sama laki-laki, gay namanya. Allah jijik nengok wanita sama perempuan, lesbian namanya. Karena begitu sempurna Allah menyiapkan semua rasa dan perangkat alias wadah pernikahan agar kita menikah," ujarnya saat menyampaikan nasihat pernikahan di hadapan puluhan pasangan nikah massal. 

Menurut dia, seluruh perangkat biologis maupun psikologis manusia telah dipersiapkan Allah untuk membangun keluarga. Karena itu, hubungan sesama jenis dinilai tidak sesuai dengan tujuan pembuatan manusia dan hukum pernikahan.

Romo Syafi'i mengatakan, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya masyarakat yang tenteram dan negara yang kuat.

"Karena kepada kita dititipkan satu amanah untuk membikin masyarakat yang kondusif dan tenteram. Bangsa yang baik dimulai dari masyarakat mini yang baik. Masyarakat mini yang baik ditentukan oleh rumah tangga yang baik," ucapnya.

Ia menjelaskan, tujuan pernikahan sebagaimana termaktub dalam Alquran adalah agar pasangan memperoleh ketenangan hidup. Selain itu, Allah juga menganugerahkan cinta dan kasih sayang sebagai bekal utama membangun family sakinah.

Dalam kesempatan itu, Romo Syafi'i juga mengapresiasi penyelenggaraan Nikah Fest yang dinilai membantu masyarakat, terutama pasangan yang terkendala biaya maupun proses manajemen pernikahan.

Menurut dia, kehadiran negara melalui Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menjadi solusi bagi masyarakat yang telah siap menikah tetapi tersendat persoalan ekonomi.

"Kegiatan ini sangat dibutuhkan. Banyak yang sudah sampai pada keputusan menikah, tetapi membayangkan proses dan pembiayaan sehingga menunda niat sucinya. Kehadiran negara melalui Kementerian Agama membikin kesulitan itu bisa diatasi," katanya.

Romo Syafi'i menambahkan, Nikah Fest tidak hanya menghadirkan jasa nikah massal, tetapi juga pengarahan perkawinan, literasi keuangan, edukasi zakat, hingga kemudahan akses program rumah bersubsidi hasil kerja sama Kementerian Agama dengan kementerian terkait. 

Dia berambisi program tersebut dapat memperkuat ketahanan family Indonesia sehingga lahir family sakinah, mawaddah, wa rahmah yang menjadi fondasi masyarakat dan bangsa.

Selengkapnya