Review Novel Ketua Ekskul Karya Michel NF

Jul 30, 2026 09:04 AM - 1 hari yang lalu 108

Ketua Ekskul – Masa SMA sering kali menjadi babak kehidupan yang paling susah dilupakan. Di sanalah persahabatan tumbuh, mimpi mulai dirancang, dan beragam kegiatan ekstrakurikuler menjadi tempat menemukan jati diri.

Kesibukan mengikuti rapat organisasi, mempersiapkan lomba, hingga saling membantu saat kegiatan sekolah berjalan sering kali meninggalkan kenangan yang tetap melekat apalagi setelah lulus. Tidak jarang pula, di kembali rutinitas itu tersimpan kisah persaingan, pertengkaran kecil, hingga benih-benih emosi yang muncul tanpa disadari.

Berangkat dari sana, novel Ketua Ekskul bakal membujuk Grameds kembali untuk menikmati hangatnya kehidupan sekolah dengan segala dinamikanya. Perbedaan karakter, keseruan menjadi pengurus organisasi, dan hubungan tidak suka tapi lama-kelamaan berubah menjadi saling peduli dikemas dalam cerita yang ringan sekaligus menghibur.

Dengan bebatan romansa remaja yang manis serta nuansa kehidupan SMA yang terasa dekat dengan keseharian, novel ini bisa membawa pembaca seolah kembali duduk di bangku sekolah.

Novel Ketua Ekskul ini diterbitkan oleh Cahaya Duabelas Semesta pada 1 November 2022 dengan total 299 halaman. Nah, jika Grameds penasaran dengan kisah dalam novel ini, Gramin sudah menyiapkan ulasan komplit novel Ketua Ekskul di bawah ini.

Profil Michel NF  – Penulis Novel Ketua Ekskul

Ketua Ekskul merupakan novel kedua karya Michel Nabila Fatahillah alias yang lebih berkawan disapa Michel NF. Penulis kelahiran Jakarta, 30 Juni 2006 ini mulai dikenal berkah cerita-cerita Alternative Universe alias AU yang dia unggah di media sosial X, yang dulu dikenal sebagai Twitter.

AU sendiri merupakan karya fiksi yang meminjam tokoh dari kalangan idola, tetapi menghadirkan alur, latar, dan kehidupan yang sepenuhnya berbeda dari bumi nyata.

Berkat style berceritanya yang menarik, karya-karyanya sukses menarik perhatian pembaca hingga akhirnya diterbitkan dalam corak novel.

Perjalanan Michel sebagai penulis dimulai sejak tetap duduk di bangku MTsN 12 Jakarta. Saat itu, dia menulis novel pertamanya yang berjudul Rajewali.

Ketika melanjutkan pendidikan di SMAN 32 Jakarta, kecintaannya terhadap bumi menulis terus berkembang hingga melahirkan novel Ketua Ekskul. Kesuksesannya bersambung dengan terbitnya novel Albiandra pada 1 September 2023.

Sinopsis Novel Ketua Ekskul

Masuk ke SMA yang sama dengan Ali membikin Caca kudu kembali menghadapi sosok yang paling sering mengganggunya sejak SMP. Ali selalu punya langkah untuk membikin Caca kesal, mulai dari menyembunyikan sepatu, melepas ikat rambutnya, hingga mengambil slayer kuning PMR yang sangat dia banggakan. Karena itulah, Caca merasa tidak pernah bisa akur dengan Ali. Begitu pula sebaliknya, Ali juga mengaku tidak menyukai Caca.

Namun, keadaan berubah ketika mereka dipercaya menjadi ketua dua ekstrakurikuler yang berbeda. Ali memimpin Pramuka, sedangkan Caca menjadi ketua PMR.

Demi menjalankan kegiatan sekolah, keduanya kudu belajar bekerja sama meski sering bertengkar.

Tanpa disadari, kebersamaan itu perlahan mengubah hubungan mereka. Ali mulai mau melindungi Caca, sementara Caca selalu menjadi orang yang siap merawat Ali ketika dibutuhkan.

Seperti semboyan Pramuka, Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan, yang berjumpa dengan semboyan PMR, Siamo Tutti Fratelli (Kita semua bersaudara), kisah Ali dan Caca membuktikan bahwa di kembali pertengkaran yang tidak ada habisnya, terkadang tumbuh rasa peduli yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Ketua Ekskul

Pros & Cons

Pros

  • Mengangkat kehidupan ekstrakurikuler yang terasa hidup.
  • Dinamika hubungan tokoh yang ringan dan menghibur.
  • Nuansa nostalgia masa SMA terasa kuat.
  • Gaya bahasa sederhana dan mudah diikuti.

Cons

  • Beberapa bentrok terasa berulang dan perkembangan cerita melangkah cukup cepat.
  • Terdapat beberapa perincian yang kurang konsisten.

Kelebihan Novel Ketua Ekskul

Novel Ketua Ekskul karya Michel NF merupakan karya yang direkomendasikan lantaran menyajikan beragam kelebihan sebagai berikut.

1. Mengangkat kehidupan ekstrakurikuler yang terasa hidup

Salah satu kelebihan utama Novel Ketua Ekskul adalah gimana kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya dijadikan latar cerita.

Pramuka dan PMR digambarkan mempunyai peran krusial dalam perkembangan alur sehingga pembaca bisa merasakan kesibukan, tanggung jawab, dan semangat para anggotanya.

Hal ini membikin suasana sekolah terasa lebih nyata dan memberikan warna tersendiri dibandingkan novel remaja pada umumnya.

2. Dinamika hubungan tokoh yang ringan dan menghibur

Interaksi antara Ali dan Caca dipenuhi dengan saling menggoda, berdebat, dan adu pendapat yang menghadirkan banyak momen menghibur.

Gaya berceritanya ringan sehingga mudah diikuti, terutama bagi pembaca yang menyukai kisah romansa remaja dengan nuansa persahabatan dan kehidupan sekolah.

3. Nuansa nostalgia masa SMA terasa kuat

Novel ini sukses menghadirkan suasana sekolah yang berkawan dengan kehidupan remaja, mulai dari hubungan antar teman, kegiatan organisasi, hingga momen-momen sederhana yang membikin masa SMA terasa begitu berkesan.

Bagi pembaca yang sudah lulus, cerita ini dapat membangkitkan rasa kangen terhadap kehidupan sekolah. Sementara itu, bagi pembaca yang tetap bersekolah, kisahnya terasa dekat dengan keseharian sehingga lebih mudah untuk dinikmati.

4. Gaya bahasa sederhana dan mudah diikuti

Michel NF menggunakan bahasa yang ringan, santai, dan sesuai dengan karakter remaja. Dialog-dialog antar tokohnya terasa natural sehingga cerita mengalir dengan nyaman tanpa terasa berat.

Hal ini membikin Ketua Ekskul cocok dibaca oleh pembaca yang baru mulai menikmati novel romansa remaja maupun yang sedang mencari referensi ringan untuk mengisi waktu luang.

Kekurangan Novel Ketua Ekskul

Meskipun novel The Ketua Ekskul karya Michel NF menawarkan banyak kelebihan, Novel ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca.

1. Beberapa bentrok terasa berulang dan perkembangan cerita melangkah cukup cepat
Meskipun alurnya terasa cepat, beberapa hubungan antar tokoh mempunyai pola yang mirip sehingga di beberapa bagian dapat terasa repetitif.

Selain itu, perpindahan dari satu segmen ke segmen lain berjalan cukup singkat sehingga ada momen yang terasa kurang mulus dan membikin perkembangan cerita tampak terburu-buru.

2. Terdapat beberapa perincian yang kurang konsisten

Di beberapa bagian, terdapat perincian cerita yang dapat memunculkan pertanyaan mengenai kesinambungan antara cengkir maupun beberapa patokan dalam lingkungan sekolah.

Meski tidak terlalu mempengaruhi jalan cerita secara keseluruhan, perihal ini mungkin bakal cukup diperhatikan oleh pembaca yang menyukai alur dengan konsistensi yang rapi.

Mengapa Ekstrakurikuler itu Penting?

Salah satu perihal yang membuat Ketua Ekskul terasa begitu dekat dengan kehidupan remaja adalah latar kegiatan ekstrakurikulernya.

Novel ini tidak hanya menghadirkan kisah romansa dan persahabatan, tetapi juga memperlihatkan gimana organisasi sekolah menjadi tempat siswa belajar bekerja sama, memimpin, dan bertanggung jawab.

Tidak heran jika kegiatan ekstrakurikuler sering dianggap sebagai bagian krusial dalam membentuk pengalaman selama masa sekolah.

Apa Itu Kegiatan Ekstrakurikuler?

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran sebagai sarana bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, serta keahlian di beragam bidang. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keahlian baru, tetapi juga belajar membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperluas pengalaman sosial.

Menurut Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 dan Nomor 080/U/1993, ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dirancang untuk mendukung minat serta talenta peserta didik.

Sementara itu, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan menjelaskan bahwa ekstrakurikuler merupakan salah satu corak pembinaan siswa yang bermaksud membantu mereka mengembangkan potensi diri, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Fungsi dan Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler

Selain menjadi wadah untuk menyalurkan hobi, kegiatan ekstrakurikuler juga mempunyai peran krusial dalam perkembangan siswa. Aqip dan Sujak (2011) menjelaskan bahwa ekstrakurikuler mempunyai empat kegunaan utama, ialah sebagai berikut.

  1. Mengembangkan Potensi Diri

Ekstrakurikuler memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali minat, mengasah bakat, membentuk karakter, serta melatih keahlian memimpin melalui beragam kegiatan yang dilakukan secara aktif.

  1. Meningkatkan Kemampuan Sosial

Melalui kerja sama dalam tim, siswa belajar berkomunikasi, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan menerapkan nilai-nilai sosial maupun moral dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Menjadi Sarana Rekreasi yang Positif

Kegiatan ekstrakurikuler dirancang dalam suasana yang menyenangkan sehingga bisa menjadi tempat belajar sekaligus melepas penat. Lingkungan sekolah pun terasa lebih hidup, menarik, dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi para siswa.

  1. Mempersiapkan Karier di Masa Depan

Berbagai pengalaman yang diperoleh selama mengikuti organisasi alias ekstrakurikuler dapat membantu siswa mengembangkan keahlian yang berfaedah untuk bumi pendidikan maupun bumi kerja di kemudian hari, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan keahlian memecahkan masalah.

Penutup

Novel Ketua Ekskul menjadi pilihan referensi tepat bagi Grameds yang menyukai kisah romansa remaja dengan latar kehidupan sekolah yang hangat dan penuh dengan nostalgia.

Lewat dinamika persahabatan, keseruan organisasi, serta hubungan antar tokoh yang menghibur, novel ini mengingatkan bahwa masa SMA kita itu tentang menemukan pengalaman, pelajaran hidup, dan kenangan yang bakal selalu dikenang.

Jika Grameds sedang mencari novel ringan yang bisa membawa kembali suasana seru menjadi anak sekolah, Ketua Ekskul wajib untuk masuk ke dalam daftar bacaanmu.

Novel Ketua Ekskul karya Michel NF ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Funiculi Funicula 2: Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap

Funiculi Funicula

Funiculi Funicula, sebuah kafe di gang sempit di Tokyo, tetap kerap didatangi oleh orang-orang yang mau menjelajah waktu. Peraturan-peraturan yang merepotkan tetap berlaku, tetapi itu semua tidak menyurutkan angan mereka untuk memutar waktu.

Kali ini, ada seorang laki-laki yang mau kembali ke masa lampau untuk menemui sahabat yang putrinya dia besarkan, seorang putra putus asa yang tidak menghadiri pemakaman ibunya, seorang laki-laki sekarat yang mau melompat kedua tahun kemudian untuk memastikan kekasihnya bahagia, dan seorang detektif yang mau memberi istrinya bingkisan ulang tahun untuk pertama sekaligus terakhir kalinya.

Kenyataan memang bakal tetap sama. Namun, dalam singkatnya lama sampai kopi mendingin, mungkin tetap tersisa waktu bagi mereka untuk menghapus penyesalan, membebaskan diri dari rasa bersalah alias mungkin memandang terwujudnya harapan.

Home Sweet Loan 

Home Sweet Loan

Empat orang yang berkawan sejak SMA bekerja di perusahaan yang sama meski beda nasib. Di usia 31 tahun, mereka berburu rumah dambaan yang minimal nyerempet Jakarta.

Kaluna, pegawai Bagian Umum, yang gajinya tak pernah menyentuh dua digit. Gadis ini bekerja sampingan sebagai model bibir, bermimpi membeli rumah demi keluar dari situasi tiga kepala family yang bertumpuk di bawah satu atap. Di tengah perjuangannya menabung, Kaluna dirongrong oleh kekasihnya untuk pesta pernikahan mewah.

Selain itu, ada juga masalah hutang keluarganya. Masalah-masalah ini menjadikan Kaluna merasa menjadi rakyat jelata saja tidak cukup membikin kepalanya mumet luar biasa. Tanisha, ibu satu anak yang menjalani Long Distance Marriage, mencari rumah murah dekat MRT yang juga bisa menampung mertuanya.

Nadira

Nadira

Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya tewas bunuh diri. Kematian sang ibu, Kemala Yunus, seorang wanita yang dikenal sangat ekspresif, berpikiran bebas, dan selalu berkompetisi mencari diri itu, sungguh mengejutkan.

Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak (“Melukis Langit”); seorang wartawan (“Tasbih”); seorang kekasih (“Ciuman Terpanjang”); seorang istri, hingga akhirnya membawa Nadira kepada sebuah penjelajahan ke bumi baru, bumi seksualitas yang tak pernah disentuhnya (“Kirana”).

Selengkapnya