Watersong – Watersong merupakan novel fiksi karya Clarissa Goenawan yang mengangkat aliran misteri dengan latar Jepang dan sentuhan realisme magis.
Novel ini menjadi karya ketiga sang penulis yang kembali menghadirkan atmosfer Jepang yang unik dan banyak diapresiasi oleh pembaca. Edisi terjemahannya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, dengan cetakan terbaru yang terbit pada 16 November 2022.
Sampul novel ini menampilkan ilustrasi dua wanita bernuansa biru dengan latar langit senja berwarna jingga yang memberikan kesan misterius sekaligus puitis. Dengan ketebalan 392 halaman, Watersong mengisahkan perjalanan seorang pemuda yang berupaya melarikan diri dari masa lalunya di Jepang.
Sebagai karya terbaru dari penulis Rainbirds dan The Perfect World of Miwako Sumida, novel ini menawarkan cerita penuh teka-teki yang menarik untuk diikuti.
Profil Clarissa Goenawan – Penulis Novel Watersong
Clarissa Goenawan adalah novelis asal Surabaya yang lahir pada tahun 1988. Namanya mulai dikenal setelah meraih penghargaan pada kategori karya fiksi pendek melalui novel Rainbirds. Karya debut tersebut mendapat perhatian luas dan dibahas dalam beragam majalah sastra maupun antologi di Singapura, Australia, Jepang, Indonesia, Inggris, hingga Amerika Serikat. Selain itu, Rainbirds juga telah diterjemahkan ke dalam sebelas bahasa dan diterbitkan di beragam negara
Sejak kecil, Clarissa telah mempunyai kesukaan terhadap bumi seni dan bercita-cita menjadi seorang penulis. Namun, dia sempat menganggap pekerjaan tersebut kurang realistis sehingga memilih berkarir di bagian pemasaran, penjualan, dan perbankan.
Setelah beberapa waktu bekerja, dia menyadari bahwa keinginannya untuk menulis tidak pernah hilang. Keputusan itu akhirnya membawanya meninggalkan pekerjaannya dan menekuni bumi kepenulisan secara penuh.
Novel pertamanya, Rainbirds, menghadirkan kisah misteri dengan nuansa magis unik Jepang. Kesuksesan tersebut disusul oleh novel kedua berjudul The Perfect World of Miwako Sumida yang terbit pada 10 Maret 2020 dan mengangkat misteri kematian seorang mahasiswi Jepang berjulukan Miwako Sumida. Melalui novel ketiganya, Watersong, Clarissa kembali membawa pembaca menyelami kisah misteri yang berlatar Jepang.
Sinopsis Novel Watersong


Souji Arai melanggar patokan ketika menangani pelanggan paling berpengaruh di warung teh eksklusif tempatnya bekerja. Demi menyelamatkan diri, dia kudu segera meninggalkan Akakawa. Sayangnya, dia tidak dapat membawa Youko, kekasihnya yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Souji kemudian melarikan diri ke Tokyo dan berupaya memulai kehidupan baru. Meski demikian, bayang-bayang masa lalunya terus menghantui melalui mimpi tentang dirinya yang tenggelam, disertai ramalan seorang wanita tua yang terus terngiang di benaknya.
Peramal itu pernah mengatakan bahwa hidup Souji bakal berangkaian dengan tiga wanita yang mempunyai unsur air dalam nama mereka. Salah seorang di antaranya disebut bakal membawa ancaman bagi keselamatannya.
Di kembali kehidupan barunya, Souji diam-diam terus mencari keberadaan Youko. Namun, semakin jauh pencariannya, semakin banyak kebenaran yang bertentangan dengan cerita yang pernah disampaikan Youko. Hal itu membikin Souji mulai meragukan identitas original wanita yang dicintainya dan berambisi jawaban atas misteri tersebut dapat membawanya kembali berjumpa dengan Youko.
Kelebihan dan Kekurangan Buku Watersong
Pros & Cons
Pros
- Premis unik dan menyenangkan.
- Mendorong untuk melangkah maju.
- Berfokus pada karakter.
- Membuat penasaran.
- Nilai feminis yang kuat.
Cons
- Kemiripan style narasi tokoh.
- Beberapa plot terasa kurang mulus.
Kelebihan Novel Watersong
Novel Watersong karya Clarissa Goenawan merupakan karya internasional yang direkomendasikan lantaran menyajikan beragam kelebihan sebagai berikut.
- Premis unik dan menyenangkan
Watersong menghadirkan premis yang segar dengan style penulisan yang nyaman diikuti. Terjemahan bahasa Indonesianya juga terasa natural sehingga cerita mengalir dengan baik dan mudah dipahami.
Dibandingkan karya-karya sebelumnya, novel ini dinilai sebagai novel Clarissa Goenawan yang paling membikin pembaca terus mau membalik halaman.
- Mendorong untuk melangkah maju
Salah satu Kelebihan novel ini terletak pada tema mengenai masa lampau yang kelam dan upaya para tokohnya untuk bangkit darinya.
Clarissa Goenawan menggambarkan sisi gelap ketika seseorang terus terikat pada masa lalu, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya melepaskan kenangan dan melangkah menuju kehidupan yang baru.
- Berfokus pada karakter
Selain menghadirkan misteri yang memikat dan seru, cerita dalam novel ini lebih menitikberatkan pada perkembangan para tokohnya.
Karakter-karakter yang muncul berulang kali terasa hidup dan meninggalkan kesan yang kuat sehingga membikin pengalaman membaca menjadi semakin menyenangkan.
- Membuat penasaran
Sejak awal cerita, novel ini sukses membangun rasa mau tahu melalui unsur feng shui dan beragam misteri yang menyelimuti alur.
Keputusan gegabah Souji Arai yang memaksanya meninggalkan tempat kerjanya berbareng sang kekasih, Youko, menjadi awal dari rangkaian peristiwa yang membikin pembaca mau terus mengikuti kisahnya
- Nilai feminis yang kuat
Latar belakang setiap tokoh disajikan dengan baik sehingga bisa mempertahankan rasa penasaran pembaca.
Di beragam bagian cerita, pembaca juga dapat memandang gambaran perempuan-perempuan handal yang memberikan nuansa feminis tanpa terasa berlebihan.
Kekurangan Novel Watersong
Meskipun novel Watersong karya Clarissa Goenawan menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi masukan bagi penulis.
- Kemiripan style narasi tokoh
Salah satu kelemahan novel ini adalah style narasi beberapa tokohnya yang terasa serupa.
Akibatnya, sebagian pembaca mengalami kesulitan untuk membedakan karakter satu dengan yang lain lantaran bunyi naratif mereka tidak mempunyai perbedaan yang cukup mencolok.
- Beberapa plot terasa kurang mulus
Sejumlah peristiwa dalam cerita ini dinilai berjalan terlalu mendadak sehingga beberapa momen yang semestinya menjadi plot twist tidak memberikan kejutan yang maksimal.
Selain itu, atmosfer yang dibangun juga belum sepenuhnya bisa menghadirkan ketegangan layaknya novel thriller.
Benarkah Profesi Ear Prostitute Benar-Benar Ada di Dunia Nyata?
Secara harfiah, tidak ada pekerjaan resmi bernama ear prostitute seperti yang digambarkan dalam novel Watersong karya Clarissa Goenawan. Istilah tersebut merupakan metafora yang diciptakan penulis untuk menggambarkan pekerjaan tokoh utamanya, Souji Arai, yang bekerja di sebuah warung teh eksklusif.
Tugas Souji bukanlah memberikan terapi alias nasihat, melainkan menyajikan teh dan menjadi pendengar bagi beragam rahasia para pelanggan tanpa menghakimi maupun ikut campur. Kata prostitute digunakan secara simbolis lantaran yang diperjualbelikan bukan tubuh, melainkan perhatian, waktu, dan kesediaan untuk mendengarkan.
Meski istilah tersebut berkarakter fiktif, konsep jasa yang menawarkan kawan berbincang alias pendengar ahli betul-betul ada dan cukup dikenal, terutama di Jepang. Berikut beberapa contohnya.
- Jasa Sewa Orang Jompo (Ossan Rental): Layanan ini memungkinkan seseorang menyewa laki-laki paruh baya selama beberapa jam untuk menemani berbincang, mendengarkan keluh kesah, makan bersama, alias sekadar memberikan perspektif pandang mengenai kehidupan. Hubungan yang terjalin berkarakter ahli dan tidak melibatkan unsur seksual.
- Host dan Hostess Club: Di Jepang, terdapat klub yang menawarkan pengalaman berbincang dan bersosialisasi dengan host alias hostess. Pelanggan bayar untuk ditemani mengobrol, menikmati minuman, serta memperoleh perhatian dan hiburan, bukan untuk jasa fisik.
- Layanan Curhat Bayaran (Listening Services): Berbagai negara sekarang juga mempunyai jasa mendengarkan, baik melalui telepon maupun aplikasi. Pengguna bayar agar dapat berbincang dengan seseorang yang bersedia mendengarkan cerita, keluhan, alias emosi mereka tanpa memberikan penilaian.
Apakah Anda berkeinginan untuk membeli jasa mendengarkan, Grameds?
Penutup
Watersong karya Clarissa Goenawan adalah novel yang memadukan misteri, realisme magis, dan drama psikologis dalam kisah tentang cinta yang hilang, identitas yang dipertanyakan, serta masa lampau yang terus membayangi.
Setiap laman dalam novel ini bakal membujuk Grameds untuk menelusuri rahasia demi rahasia hingga pemisah antara realita dan angan terasa semakin kabur.
Novel Watersong karya Clarissa Goenawan ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya!
Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
Rainbirds


Tahun 1994, Ren Ishida terkejut saat menerima berita kakak perempuannya dibunuh di Akakawa. Ia pun pergi ke kota tempat Keiko menghabiskan tahun-tahun terakhir itu.
Meski mengaku dekat, Ren tidak bisa menjawab setiap pertanyaan polisi dengan pasti. Seketika, dia merasa tidak mengenal kakaknya sedikit pun. Lalu Ren berupaya mengumpulkan serpihan demi serpihan jawaban tentang kehidupan Keiko. Gadis mini berkuncir dua yang terus-menerus muncul dalam mimpi, seorang siswi pengarahan belajar yang agresif, sampai kekasih Keiko yang sama sekali tak pernah Ren ketahui.
Suasana Akakawa yang sunyi dan suram seolah memeluk Ren dalam kesedihannya. Kota itu menjadi pertemuan antara masa lampau dan masa kini, apalagi dengan kenangan yang sekadar lewat.
Akankah Ren bisa berbaikan dengan segala realita tentang Keiko yang ditemukannya?
Funiculi Funicula (K?h? Ga Samenai Uchi Ni—Before the Coffee Gets Cold)


Kafe tua yang berada di gang mini Tokyo terletak di bawah gedung lain, tidak butuh pendingin untuk mendinginkan Kafe tersebut. Tidak begitu ramai, namun terkenal lantaran bisa membawa pengunjungnya menjelajahi waktu. Keajaiban kafe itu menarik seorang wanita yang mau memutar waktu untuk berbaikan dengan kekasihnya, seorang perawat yang mau membaca surat yang tak sempat diberikan suaminya yang sakit, seorang kakak yang mau menemui adiknya untuk terakhir kali, dan seorang ibu yang mau berjumpa dengan anak yang mungkin takkan pernah dikenalnya.
Namun, ada banyak peraturan yang kudu diingat. Satu, mereka kudu tetap duduk di bangku yang telah ditentukan. Dua, apapun yang mereka lakukan di masa yang didatangi takkan mengubah realita di masa kini. Tiga, mereka kudu menghabiskan kopi unik yang disajikan sebelum kopi itu dingin. Rentetan peraturan lainnya tak menghentikan orang-orang itu untuk menjelajahi waktu.
Akan tetapi, jika kepergian mereka tak mengubah satu perihal pun di masa kini, layakkah semua itu dijalani?
Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 10


Seorang anak laki-laki misterius datang ke Zenitendo. Alih-alih membeli jajanan ajaib, si visitor yang beruntung ini malah minta diizinkan tinggal. Sumimaru, kucing maskot Zenitendo, banget berprasangka terhadapnya.
Apakah dia musuh baru Zenitendo? Jajanan dalam kitab ini, di antaranya: Permen Jeli Nguping, Teh Tualang, dan Bolu Gulung Kendali Kunyah.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·