Gel manicure memang jadi salah satu langkah praktis untuk mendapatkan kuku elok yang tahan lama. Warna lebih awet, hasilnya rapi, dan nggak perlu repot touch-up setiap beberapa hari.
Di kembali hasil manicure yang on point, sebagian orang justru mendapati kuku alami terasa semakin tipis, lemas, apalagi mudah patah setelah terlalu sering melakukan gel manicure.
Lantas, kenapa kuku bisa menjadi rentan setelah rutin gel manicure? Sebenarnya, masalahnya tidak selalu berasal dari gel polish itu sendiri, melainkan dari proses persiapan, pemakaian, hingga pelepasan gel yang dilakukan berulang kali. Yuk, cari tahu penyebab dan langkah mengatasinya!
Kenapa Gel Manicure Bisa Bikin Kuku Rapuh?

Gel polish yang diaplikasikan dengan prosedur tepat sebenarnya tidak serta-merta membikin kuku menjadi rusak. Namun, proses manicure yang dilakukan berulang kali bisa memberikan tekanan pada kuku alami.
Sebelum mengaplikasikan gel, permukaan kuku biasanya dipersiapkan agar produk dapat menempel dengan baik. Jika proses buffing alias pengikisan dilakukan terlalu agresif, lapisan kuku dapat menjadi semakin tipis. Semakin sering dilakukan, kuku pun berpotensi terasa lebih lemas dan rapuh.
Proses removal juga nggak kalah penting. Mengupas alias mencabut gel secara paksa dapat ikut mengangkat lapisan permukaan kuku alami. Inilah salah satu kebiasaan yang bisa membikin kuku terlihat mengelupas, kasar, dan lebih mudah patah.
Baca juga: Jennie Bikin Adidas Superstar Makin Feminin Lewat Koleksi Balletcore Terbarunya!
Apa Saja Tanda Kuku Mulai Rusak?
Kuku yang memerlukan recovery biasanya menunjukkan beberapa perubahan. Misalnya, kuku terasa lebih tipis dari biasanya, mudah menekuk, mudah patah, alias lapisan permukaannya mulai terkelupas.
Pada beberapa orang, kuku juga dapat terasa lebih kering dan kasar setelah gel manicure. Jika kondisi tersebut terus terjadi setiap kali selesai melakukan removal, mungkin sudah waktunya memberikan kuku jarak dari gel manicure.
Cara Mengatasi Kuku Rapuh Setelah Gel Manicure

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan waktu bagi kuku untuk tumbuh dan pulih. Jika kuku sudah sangat tipis alias rapuh, sebaiknya hentikan sementara penggunaan gel manicure hingga kondisinya membaik.
Jangan lupa menjaga kelembapan kuku dan kutikula dengan rutin menggunakan cuticle oil alias hand cream. Perawatan ini membantu menjaga kuku dan kulit di sekitarnya tetap terhidrasi, terutama jika kuku terasa kering setelah proses manicure.
Selain itu, hindari kebiasaan mengelupas gel sendiri. Saat mau melakukan removal, biarkan produk dilepas dengan teknik yang tepat oleh nail technician. Hindari juga mengikir alias mengikis permukaan kuku secara berlebihan.
Baca juga: 5 Kesalahan Pakai Sunscreen yang Diam-Diam Bikin Kulit Makin Kusam
Masih Boleh Gel Manicure Lagi?

Boleh, kok! Kamu nggak kudu meninggalkan gel manicure selamanya. Setelah kondisi kuku kembali sehat, Anda bisa kembali melakukan gel manicure dengan memastikan proses aplikasinya dilakukan secara gentle.
Pastikan permukaan kuku tidak dikikis berlebihan dan gel tidak dicabut secara paksa saat removal. Kalau kuku mulai terasa tipis alias rentan lagi, jangan dipaksakan dan berikan waktu untuk recovery.
Pada akhirnya, gel manicure bukan berfaedah otomatis membikin kuku rusak. Teknik aplikasi, removal, dan gelombang treatment justru menjadi perihal yang krusial untuk diperhatikan. Jadi, boleh banget punya kuku elok dan tahan lama, tapi jangan lupa kasih kuku alami Anda waktu untuk tumbuh dan tetap sehat!
Image: Dok. iStock