Sony dan Warner Gugat Anthropic, Tuduh Claude Dilatih Menggunakan 20.000 Lagu Dengan Hak Cipta

Windows Portal Indonesia Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 3 menit 503x dilihat
Sony dan Warner Gugat Anthropic, Tuduh Claude Dilatih Menggunakan 20.000 Lagu Dengan Hak Cipta

Anthropic kembali menghadapi persoalan norma mengenai informasi yang digunakan untuk melatih model AI Claude, yang kali ini, perusahaan AI tersebut digugat oleh perusahaan penerbit musik yang berada di bawah Sony Music dan Warner Music.

Jadi kawan kawan, gugatan tersebut menuduh Anthropic menggunakan sekitar 20.000 karya musik berkuasa cipta untuk melatih model Claude tanpa mendapatkan izin dari pemilik kewenangan cipta.

Menurut laporan Reuters, gugatan diajukan di California dan tidak hanya menargetkan Anthropic sebagai perusahaan, namun CEO Anthropic, Dario Amodei, serta salah satu pendirinya, Benjamin Mann, juga disebut sebagai pihak tergugat.

Diduga Menggunakan Lagu Tanpa Izin untuk Melatih Claude

Nah Sony dan Warner menuduh Anthropic memperoleh serta menggunakan materi musik berkuasa cipta tanpa izin untuk kebutuhan training AI.

Materi yang dipermasalahkan disebut mencakup lirik lagu dan notasi musik dari beragam artis terkenal, termasuk The Beatles, Taylor Swift, hingga Michael Jackson.

Dan menurut gugatan tersebut, sebagian diduga diperoleh melalui download terlarangan sebelum akhirnya dimasukan ke dalam dataset training Claude. Hanya saja, masalah tidak berakhir pada proses pengumpulan informasi lantaran para penerbit musik juga menilai Claude mempunyai keahlian untuk menghasilkan kembali lirik lagu berkuasa cipta ketika diberikan permintaan tertentu.

Selain itu, AI tersebut disebut dapat menggunakan materi yang telah dipelajarinya untuk menghasilkan lirik baru yang berpotensi bersaing dengan karya para penulis lagu.

Bukan Pertama Kali Anthropic Digugat

Nah bisa dibilang, ini bukan pertama kalinya Anthropic berurusan dengan industri musik mengenai training Claude, lantaran pada 2023 lalu, Universal Music Group dan sejumlah penerbit musik lainnya juga menggugat Anthropic atas dugaan penggunaan lirik lagu berkuasa cipta untuk melatih AI.

Namun, kasus terbaru ini muncul pada waktu yang cukup menarik lantaran Anthropic sebelumnya juga menghadapi persoalan norma besar dari para penulis buku.

Tapi, dalam kasus sebelumnya yang melibatkan kitab berkuasa cipta, seorang pengadil federal Amerika Serikat memutuskan bahwa penggunaan kitab berkuasa cipta untuk melatih model AI dapat dianggap sebagai fair use.

Keputusan tersebut menjadi kemenangan krusial bagi perusahaan AI lantaran menunjukkan bahwa proses training model menggunakan materi berkuasa cipta dapat dianggap berkarakter transformatif.

Namun, terdapat satu perihal krusial dalam keputusan tersebut, pengadilan juga menyatakan bahwa Anthropic tidak mempunyai kewenangan untuk menyimpan jutaan kitab bajakan hanya lantaran materi tersebut nantinya bakal digunakan untuk training AI.

Dengan kata lain, terdapat perbedaan antara menggunakan materi berkuasa cipta untuk melatih AI dan mendapatkan materi tersebut melalui langkah ilegal.

Nah kasus ini sih jelas jadi perhatian lantaran Anthropic sebelumnya telah menyelesaikan gugatan besar dari para penulis kitab dan akhirnya setuju bayar sekitar US$1,5 miliar untuk menyelesaikan gugatan class-action mengenai kewenangan cipta.

Namun kini, mereka kudu berurusan kembali dengan gugatan dari industri musik, dengan sekitar 20.000 karya musik yang disebut dalam gugatan Sony dan Warner.

Nah gimana menurutmu? menurut saya sih, tindakan Anthropic ini tidak bisa dibenarkan, lantaran jelas justru merugikan sebagian pihak.

Via : Reuters


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Artikel Lainnya Windows Portal Indonesia

Bagikan Postingan