Sosok Olga Soffer, Arkeolog yang Mengubah Cara Sejarah Melihat Perempuan Prasejarah

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 509x dilihat
Sosok Olga Soffer, Arkeolog yang Mengubah Cara Sejarah Melihat Perempuan Prasejarah

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. Cultured

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia

Selasa, 13 Oct 2026 07:00 WIB

Sosok Olga Soffer, Arkeolog yang Mengubah Cara Sejarah Melihat Perempuan Prasejarah

Olga Soffer, Arkeolog yang Mengubah Cara Sejarah Melihat Perempuan Prasejarah/Foto: http://observer.co.uk

Ketika kita membayangkan hayat manusia pada era es, mungkin yang langsung muncul di ilmu banyak orang adalah bahwa pria dengan tugas berburu mereka, sementara perempuan tinggal di tempat perlindungan mereka. Gambaran ini sudah durasi muncul dalam cerita tentang manusia prasejarah. 

Berbeda dengan arkeolog Olga Soffer, ia melihat bahwa hayat pada masa prasejarah tidak sesederhana itu. Lewat riset terhadap tekstil, pakaian, dan beragam artefak, ia menemukan instruksi bahwa perempuan juga memiliki peran krusial dalam hayat penduduk Paleolitikum.

Lalu, apa saja temuan Olga Soffer yang membikin pandangan tentang perempuan prasejarah ikut berubah? Simak selengkapnya, Beauties!

1. Menemukan Jejak Tekstil dari Puluhan Ribu Tahun Lalu

Olga Soffer, arkeolog dan antropolog yang meneliti hayat penduduk Paleolitikum/Foto: The Guardian

Olga Soffer merupakan seorang antropolog dan arkeolog asal Amerika Serikat yang lahir di Belgrade, Serbia pada 09 September 1942. Salah satu riset krusial Soffer dimulai dari pecahan tanah liat yang ditemukan di situs Paleolitikum Atas di Moravia dan Rusia. Bersama arkeolog James Adovasio, ia menemukan bekas tenunan yang diperkirakan berumur lebih dari 27.000 tahun.

Dilansir dari The Observer, bahwa temuan tersebut membantu mendorong mundur sejarah produksi tekstil hingga ribuan tahun lebih mula dari estimasi sebelumnya. Penelitian lanjutan juga menemukan bekas tali, anyaman keranjang, dan jaring yang dibuat dari serat tumbuhan. Alasan bukti-bukti semacam ini tidak kelihatan adalah karena bahan-bahan tersebut gampang hancur, yang membuatnya sering kali tidak bertetap dalam anotasi arkeologi. 

2. Perempuan Tidak Hanya Menunggu di Rumah

Olga Soffer yang menemukan sepertiapa manusia membikin busana dan kerajinan berbahan serat tumbuhan/Foto: Illinois Edu (http://news.illinois.edu)

Olga Soffer melalui inovasi tersebut menemukan cerita tentang sepertiapa manusia membikin pakaian. Kerajinan seperti membikin tas, selimut, keranjang, hingga jaring memberitahu adanya beragam aktivitas yang menopang hayat sehari-hari.

Penelitian Soffer berbareng Adovasio dan David Hyland dicatat oleh The Guardian sebagai riset yang turut menantang deskripsi durasi tentang penduduk era es yang terlalu berpusat pada lelaki sebagai pemburu. Padahal hayat mereka kemungkinan juga melibatkan perempuan, pria, anak-anak, hingga orang lanjut usia dengan peran yang berbeda-beda.

3. Membaca Ulang Figur Perempuan dari Zaman Prasejarah

Figur Venus figurines/Foto: http://fatgirlstraveling.com

Apakah kalian familiar dengan patung di atas? Patung tersebut dikenal dengan nama Venus Figurines. Olga Soffer melihat balik figur-figur perempuan yang dikenal sebagai Venus figurines tersebut. Selama bertahun-tahun, figur tersebut sering dianggap cuma berhubungan dengan kesuburan karena bentuk tubuhnya. 

Namun, balik melalui The Observer, mencatat bahwa Soffer dan rekan-rekannya memperhatikan detail lain yang sebelumnya kurang dibahas. Beberapa figur rupanya tampak mengenakan epilog kepala, ikat kepala, sabuk, maupun busana tertentu. Detail ini membuka kemungkinan bahwa figur tersebut tidak cuma menggambarkan tubuh perempuan, tetapi juga memberikan instruksi tentang hayat mereka.

Lewat penelitiannya, Soffer mau membuktikan bahwa sejarah bisa kelihatan berbeda ketika kita mulai memperhatikan bukti-bukti yang sebelumnya dianggap kurang penting. Perempuan prasejarah bukan sekadar sosok yang menunggu di belakang, melainkan bagiankecil dari penduduk yang ikut membangun hayat sehari-hari. 

Penelitian Olga Soffer menjadi pengingat bahwa statis banyak cerita tentang perempuan dalam sejarah yang mungkin belum sepenuhnya kita lihat. Bahkan dari barang sederhana seperti pakaian, tali, dan bekas anyaman, kita bisa belajar dan menemukan cerita baru tentang hayat manusia ribuan tahun kemudian dan keterlibatan perempuan di masanya.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads