Hutan Kalimantan tengah menghadapi intimidasi serius akibat kebakaran hutan dan tanah yang meluas. Selain merusak vegetasi dan lingkungan hidup satwa, kebakaran juga memicu kabut asap yang membahayakan kesehatan masyarakat. Melansir Reuters, Indonesia mengalami musim kebakaran terburuk dalam lebih dari satu dekade, diperparah oleh kekeringan akibat El Niño.
Namun, di tengah intimidasi tersebut, sekelompok perempuan memilih untuk tidak tinggal diam. Dengan busana pelindung berwarna merah, mereka berkeliling menggunakan sepeda motor, memantau titik panas, hingga membantu memadamkan api yang menakut-nakuti lingkungan tempat tinggal mereka. Mereka menamakan diri “The Power of Mama”.
Para relawan ini berasal dari beragam latar belakang, termasuk petani dan ibu rumah tangga. Mereka bergeser atas alas kepedulian terhadap kelestarian hutan dan keselamatan masyarakat. Menariknya, aktivitas tersebut mereka jalankan tanpa menerima upah, Beauties.
Mengenal Kelompok Relawan The Power of Mama

Aksi The Power of Mama/Foto: Instagram.com/@thepowerofmama_official
The Power of Mama adalah himpunan relawan yang melibatkan perempuan dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan. Menurut laporan Reuters pada September 2026, himpunan ini terdiri dari lebih dari 140 perempuan yang berbuat patroli di sejumlah desa di Kalimantan Barat.
Kelompok tersebut mulai dibentuk pada 2022 melalui inisiatif Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), perkumpulan lingkungan yang memberikan pelatihan pemadaman kebakaran kepada perempuan dari empat desa di daerah Ketapang.
Para personel dibekali ilmu dan keahlian untuk membantu menghadapi kebakaran di lingkungan mereka. Mita Anggraini, inspektur himpunan dari YIARI, mengatakan kepada Reuters bahwa para perempuan tersebut merasa memiliki hutan dan berupaya menjaganya dengan sepenuh hati.
Bekerja Tanpa Menerima Upah

Aksi The Power of Mama/Foto: Instagram.com/@thepowerofmama_official
The Power of Mama bekerja dengan mengenakan busana pelindung berwarna merah. Mereka berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencatat titik panas dan membantu memadamkan api.
Para relawan ini juga mengingatkan penduduk agar tidak menggunakan api untuk membuka tanah perkebunan kelapa sawit. Pasalnya, pembukaan tanah dengan metode membakar dapat menaikkan konsekuensi munculnya kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.
Para perempuan tersebut menjalankan tugas sebagai relawan tanpa menerima upah. Meski demikian, YIARI memberikan sokongan operasional berupa telepon seluler dan duit makan untuk membantu aktivitas mereka.
Meski memiliki limitasi tugas, kedatangan The Power of Mama menjadi bagiankecil dari upaya penduduk setempat untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi lingkungan tempat tinggal mereka.
Relawan Merasakan Langsung Dampak Kebakaran Hutan

Aksi The Power of Mama/Foto: Instagram.com/@thepowerofmama_official
Bagi sebagian personel The Power of Mama, kebakaran hutan bukan permasalahan yang jauh dari hayat pribadi. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh keluarga, terutama ketika asap menyelimuti permukiman dan mengganggu kualitas udara.
Elly Marlina, salah satu relawan berumur 46 tahun, menceritakan bahwa anak-anaknya pernah mengalami infeksi saluran pernapasan. Proses pemulihan mereka terlebihlagi membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan deskripsi tentang sepertiapa akibat kebakaran dapat meluas hingga ke dalam rumah.
Sementara itu, Juniarni, petani berumur 48 tahun sekaligus ibu tiga anak, melihat fluktuasi lingkungan dari sesuatu yang mungkin dianggap sederhana, yaitu bunyi burung. Di desanya, Sungai Awan Kiri, Kalimantan Barat, kicauan burung yang biasanya terdengar di beragam tempat kini semakin jarang terdengar. Juniarni menganggap kesunyian tersebut sebagai salah satu tanda akibat kebakaran terhadap lingkungan di sekitarnya.
Pengalaman para perempuan ini memperlihatkan bahwa kerusakan hutan bukan cuma permasalahan pepohonan yang gosong maupun tanah yang berubah menjadi hitam. Ada pula hayat satwa dan kenyamanan penduduk yang ikut terdampak.
Menghadapi Api di Bawah Tanah

Aksi The Power of Mama/Foto: Instagram.com/@thepowerofmama_official
Tantangan yang dihadapi The Power of Mama tidak selalu kelihatan di permukaan. Di area gambut, api dapat terus membara di bawah tanah meskipun kobaran yang kelihatan sudah padam. Kondisi ini membikin kebakaran lebih sulit ditangani, terlebih ketika musim kering menyebabkan cadangan air semakin terbatas.
Irma, relawan berumur 38 tahun yang juga merupakan ibu dua anak, menerangkan bahwa memadamkan api yang kelihatan di permukaan hanyalah sebagian dari tantangan yang mesti dihadapi. Pasalnya, api dapat terus membara di bawah permukaan tanah gambut. Dalam kondisi kering, material gambut yang gampang terbakar dapat membikin kebakaran sulit dikendalikan dan memungkinkan api muncul balik meskipun bagiankecil yang kelihatan sudah ditangani.
Irma juga mengutarakan bahwa kondisi pada 2026 terasa lebih buruk karena cadangan air di daerah mereka mengering. Situasi ini semakin menyulitkan upaya penanganan kebakaran ketika kebutuhan air untuk memadamkan api justru meningkat. Berdasarkan keterangan pemerintah yang dikutip Reuters, sepanjang Januari hingga Juli 2026, kebakaran telah menghanguskan sekitar 202.000 hektare tanah di Indonesia. Kalimantan Barat menjadi provinsi yang paling terdampak, dengan lebih dari 38.000 hektare tanah terbakar.
Angka tersebut memberitahu bahwa perjuangan para relawan terjadi di tengah permasalahan lingkungan yang serius. Upaya pencegahan, pemantauan titik panas, dan penanganan kebakaran menjadi krusial untuk mengurangi konsekuensi meluasnya api, terutama di daerah tanah gambut.
Harapan The Power of Mama

Aksi The Power of Mama/Foto: Instagram.com/@thepowerofmama_official
Perjuangan The Power of Mama memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari pengalaman sehari-hari. Bagi para perempuan ini, hutan bukan sekadar bentang lingkungan yang perlu dilindungi, melainkan bagiankecil dari hayat penduduk yang bersandar pada lingkungan sekitarnya.
Meski tidak menerima bayaran atas aktivitas relawan mereka, para personel The Power of Mama statis memungut peran dalam batas kapasitas yang diberikan kepada mereka. Kisah ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sebab, ketika hutan terbakar, yang dipertaruhkan bukan cuma kelestarian alam, tetapi juga kesehatan penduduk dan hayat generasi mendatang.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)