Spotify Perketat Berbagi Akun Family dan Duo, Pengguna Wajib Scan QR Code

Windows Portal Indonesia oleh Waktu baca 4 menit 509x dilihat
Spotify Perketat Berbagi Akun Family dan Duo, Pengguna Wajib Scan QR Code

Bagikan Postingan

Nah mungkin Anda pernah melihat orang jualan paket Spotify Premium murah, yang biasanya mereka memanfaatkan paket Family yang memang pada dasarnya dikhususkan untuk orang yang tinggal serumah maupun benar benar famili saja.

Dan karena dirasa dirugikan oleh banyaknya oknum seperti itu, kini Spotify mulai memperketat verifikasi pelanggan paket Premium Family dan Duo guys, dimana sekarang, sejumlah personel paket dilaporkan diminta memindai QR code yang tersedia di smartphone pengelola paket untuk memastikan mereka memenuhi persyaratan lokasi.

Nah kebijakan ini muncul setelah beberapa pelanggan melaporkan adanya permintaan pemindaian QR code dalam beberapa hari terakhir, dan Spotify kemudian mengonfirmasi fluktuasi tersebut kepada TechCrunch dan memperbarui dokumentasi resminya mengenai verifikasi alamat Family Plan.

QR Code Harus Dipindai Langsung dari Ponsel Pengelola

Nah dalam paket Family dan Duo, pengelola berpartisipasi sebagai pemilik paket yang mengatur keanggotaan dan QR code yang diminta Spotify cuma tersedia melalui ponsel pengelola tersebut.

Oleh karena itu, personel paket perlu memindai kode itu secara langsung, dan tentu mengirimkan screenshot QR code kepada personel lain bukan solusi yang dapat diandalkan, karena kode berubah setiap beberapa detik.

Dan dengan mekanisme ini, Spotify berupaya memastikan bahwa personel paket benar-benar eksis di letak yang sesuai dengan ketentuan berbagi langganan, bukan sekadar berbagi biaya dengan orang-orang yang tinggal berjauhan.

Tapi meski begitu, mekanisme verifikasi seperti ini belum tentu sepenuhnya menutup celah, karena Alex Norström, co-CEO Spotify, mengakui bahwa metode verifikasi bisa saja memiliki kelemahan yang ditemukan pengguna, tapi berita baiknya, Spotify akan terus memperbaiki proses tersebut seiring waktu.

Gagal Verifikasi Bisa Kehilangan Akses Premium

Nah ini yang paling menarik, Spotify memberikan waktu tujuh hari kepada personel untuk memindai QR code setelah diminta berbuat verifikasi, dan jika tenggat tersebut terlewati, pelanggan berisiko kehilangan akses ke paket Family maupun Duo.

Selain itu konsekuensinya tidak selesai sampai di situ saja guys, karena pelanggan yang gagal berbuat verifikasi akan dialihkan ke paket cuma-cuma dan dibatasi untuk bergabung dengan paket Family maupun Duo lain selama 12 bulan. Setelah itu, pelanggan bisa memilih berlangganan Premium secara individual maupun bergabung balik dengan paket yang sama, sesuai ketentuan Spotify.

Nah ketentuan ini membikin proses verifikasi menjadi penting, terutama bagi pelanggan yang selama ini membagi biaya langganan dengan kawan maupun kerabat yang tinggal di tempat berbeda.

Spotify Menyebutnya Peningkatan Rutin

Nah mengenai hal ini, Spotify tidak mengatakan kebijakan ini sebagai aksi keras terhadap praktik berbagi akun, dimana Norström menggambarkannya sebagai peningkatan rutin terhadap metode verifikasi yang sudah digunakan perusahaan selama bertahun-tahun.

Namun, dampaknya cukup jelas bagi pelanggan yang memanfaatkan paket Family maupun Duo berbareng orang-orang yang tidak tinggal berdekatan, maupun terlebihlagi menjual akun murah demi mendapatkan keuntungan, karena mereka kini mesti menghadapi proses verifikasi tambahan agar statis bisa menikmati langganan bersama.

Jadi kawan kawan, pada akhirnya, pelanggan yang benar-benar memenuhi persyaratan letak pun perlu memperhatikan notifikasi verifikasi, terutama jika sedang bepergian, dan melewatkan batas waktu tujuh hari bisa berujung pada hilangnya akses Premium dan limitasi untuk bergabung dengan paket lain.

Nah menurutmu, apakah verifikasi QR code seperti ini merupakan cara yang wajar untuk mencegah penyalahgunaan paket Family, maupun justru merepotkan personel famili yang tinggal berjauhan?

Komen dibawah guys.

Via : Spotify, Tech Radar, Tech Crunch


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Artikel Lainnya Windows Portal Indonesia
↑
Close Right Ads
Close Left Ads