Tampak Segar Bugar, Meisya Siregar Ceritakan Putranya Ternyata Mengidap Autoimun Itp

Apr 13, 2026 12:00 PM - 1 hari yang lalu 2008

Jakarta -

Orang tua mana yang tidak sedih ketika memandang anaknya terbaring sakit. Perasaan itulah yang sekarang tengah dirasakan oleh artis Meisya Siregar saat mengetahui kondisi kesehatan sang anak yang tidak seperti biasanya.

Melalui unggahan di IG pribadinya, istri Bebi Romeo ini menceritakan bahwa anak ketiganya, Muhammad Bambang Arr Ray Bach alias yang berkawan disapa Bambang, rupanya menderita penyakit yang cukup serius, Bunda.

Selama ini, Bambang dikenal sebagai anak yang aktif. Ia apalagi disebut jarang mengalami sakit serius, sehingga kondisi ini terasa begitu tidak terduga baginya.

"Selalu ada hikmah dari setiap ketentuan Allah. Mungkin kami terlalu takabur, menganggap anak kita sehat, aktif dari mini Bambang tumbuh jadi anak yang senangnya manjat pohon, loncat, atraksi bahaya, vaksin lengkap, makan enggak milih-milih, senang buah, sayur. Paling parah hanya alergi batuk pilek ISPA yang datang dan pergi. Kali ini Allah kasih bingkisan penyakit serius yang enggak pernah kita dengar sebelumnya," tulis Meisya, dikutip dari akun IG @meisya__siregar.

Putra Meisya Siregar ini diketahui menderita penyakit autoimun di usianya yang sekarang tetap sangat muda, ialah baru menginjak 9 tahun.

Meisya ceritakan kondisi sang anak yang bermulai dari indikasi ringan

Meisya menceritakan bahwa kondisi Bambang berasal dari indikasi yang tampak biasa. Awalnya, sang anak hanya mengalami batuk dan pilek seperti kebanyakan anak pada umumnya.

"Awal mula kisah ini, Bambang batuk pilek tapi lendirnya semakin banyak dan mulai keluar lendir dari mata. Cek thorax bersih, namun hasil rontgen dinyatakan Sinus Chronic (Genetik dari papa). Jalani 5 hari pengobatan, antibiotik, anti radang, pengencer dahak, cuci hidung, vitamin D," ungkap istri Bebi Romeo ini.

Setelah menjalani pengobatan, kondisi Bambang sempat terlihat stabil, Bunda. Namun, beberapa hari kemudian mulai muncul memar di bagian tubuh tertentu tanpa penyebab yang jelas.

"Tiga hari setelah selesai, Bambang ditemukan memar di dengkul dan hari kedua muncul di seluruh badan lebih banyak lagi memarnya. Tanpa demam, tanpa perubahan perilaku, tanpa sakit," kata Meisya.

"Aku kudu menerima realita trombosit Bambang 3000. Rasanya patah hati dan bumi kayak runtuh sesaat. Bambang juga hancur, lantaran dia enggak menyangka bisa sakit separah ini," lanjutnya.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Bambang didiagnosis mengalami kondisi autoimun. Penyakit ini dikenal sebagai Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) yang berangkaian dengan sistem kekebalan tubuh.

"Bambang dinyatakan positif ITP. Apa itu ITP? Yuk kenalan. Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (sering disebut juga Immune Thrombocytopenia). Ini adalah kelainan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang trombosit, mengakibatkan jumlah keping darah rendah, sehingga tubuh mudah memar alias berdarah," ujarnya.

"Penyebab awalnya dianggap tidak diketahui, namun sekarang diketahui melibatkan sistem imun (Imun yang error, lebay bereaksi, menganggap yang baik adalah musuhnya)," kata Meisya.

Dengan trombosit yang sangat rendah, tindakan medis pun kudu segera dilakukan. Terapi menjadi langkah yang kudu ditempuh demi membantu kondisi putra Meisya ini agar bisa lebih stabil.

"Dengan trombosit 3000 enggak ada opsi lain selain kudu terapi Intravenous Immunoglobulin (IVIG) selama tiga hari. Satu hari tiga botol dan tiga hari sembilan botol. Ini adalah terapi medis berupa infus yang kandungannya adalah antibodi imunoglobulin yang diambil dari plasma darah ribuan donor sehat," tuturnya.

Selain itu, Meisya menyampaikan bahwa ada beragam kemungkinan pengaruh samping yang bisa dialami oleh Bambang, mulai dari perubahan pada wajah hingga reaksi lain seperti alergi berat, sesak napas, mual, alias muntah.

"Kemungkinan pengaruh samping ada banyak, Bambang bisa moon face (Bentuk wajah yang bulat, menyerupai bulan), bisa bengkak di kaki, bisa bengkak di tangan, bisa juga alergi berat, dan juga sesak napas alias mual alias muntah," tuturnya.

Perjuangan anak Meisya menjalani terapi

Di tengah kondisi yang tidak mudah, Meisya dan family terus berupaya menguatkan Bambang. Mereka pun hanya bisa memberikan semangat dan angan terbaik agar proses pengobatannya melangkah lancar.

"Kita hanya bisa semangatin Bambang dan bermohon jalur langit semoga Allah memberikan kelancaran dan alhamdulillah tiga hari perawatan IVIG, Bambang bisa menjalani terapi ini dengan sangat mudah dan lancar berkah angan dari orang-orang tersayang yang datang secara langsung maupun tidak langsung, yang mengirimkan doanya untuk Bambang anakku tersayang," ungkapnya.

Selama menjalani terapi, Bambang disebut bisa melewati setiap tahap dengan baik. Memasuki hari terakhir perawatan, dia diketahui kudu menjalani pemeriksaan darah kembali.

"Tibalah di hari terakhir, Bambang kudu menjalani tes darah dan kita bersiap untuk pulang dan sembari menunggu hasilnya," kata Meisya.

Hasil pemeriksaan tersebut pun akhirnya keluar dan membawa berita yang melegakan. Setelah sebelumnya berada di nomor yang sangat rendah, trombosit putra Meisya ini menunjukkan peningkatan, Bunda.

"Kita mendapatkan hasil yang mana empat hari yang lampau 3000 trombositnya dan normalnya adalah 150.000-200.000. Alhamdulillah trombosit Bambang sekarang 182.000," ujarnya.

Perjalanan ini tentu memberikan pelajaran bagi Meisya dan keluarga. Mereka pun berambisi kondisi sang anak hanya sementara dan tidak perlu dijalaninya seumur hidup.

"Pelajaran yang dipetik, Allah mau kita lebih baik lagi menjaga titipan-Nya. Lebih banyak mendekat lagi sama Allah. Doain, semoga ini hanya akut yang enggak dibawa Bambang seumur hidupnya. Masih ada pengobatan lanjutan, sampai nilai trombosit Bambang stabil terus," ujar Meisya.

"Terima kasih untuk semua angan dan semangatnya. Barakallahu Fiikum," pungkasnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya