Tanda Me Time Kamu Belum Efektif

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 6 menit 509x dilihat
Tanda Me Time Kamu Belum Efektif

Ilustrasi wanita memegang secangkir kopi dan terlihat kelelahan/Foto: pexels.com/phuong nguyen

Beauties, pernah nggak Anda sengaja meluangkan waktu untuk me time, tetapi setelah selesai justru tetap merasa capek, gelisah, alias apalagi semakin kehilangan energi?

Misalnya, Anda menghabiskan waktu berjam-jam scrolling media sosial, menonton drama sampai larut malam, alias rebahan seharian. Sekilas kegiatan itu memang terasa menyenangkan lantaran memberikan jarak dari rutinitas. Namun, ketika kudu kembali bekerja alias menjalani kegiatan keesokan harinya, tubuh dan pikiran tetap terasa lelah.

Kalau pernah mengalaminya, Anda tidak sendirian. Banyak orang mengira me time berfaedah melakukan apa pun yang disukai. Padahal, menurut psikologi, me time yang betul bukan hanya memberikan rasa senang sesaat, tetapi juga membantu memulihkan daya bentuk dan emosional.

Psikolog klinis Dr. Saundra Dalton-Smith, penulis kitab Sacred Rest, menjelaskan bahwa rasa capek tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur. Seseorang juga bisa mengalami kelelahan emosional, sosial, mental, apalagi sensorik. Karena itu, jenis rehat yang dibutuhkan setiap orang belum tentu sama.

Selain itu, American Psychological Association (APA) menyebut bahwa pemulihan dari stres memerlukan kegiatan yang betul-betul membantu tubuh dan pikiran keluar dari tekanan, bukan sekadar mengalihkan perhatian untuk sementara.

Artinya, jika setelah me time Anda tetap merasa kosong, mudah emosi, alias tidak bersemangat, mungkin yang perlu diperbaiki bukan lama me time-mu, melainkan langkah Anda menghabiskannya. Nah, berikut beberapa tanda bahwa me time yang Anda lakukan belum betul-betul efektif menurut psikologi. Simak!

1. Me Time-mu Selalu Diisi dengan Scroll Media Sosial

Ilustrasi wanita sedang scrolling media sosial di tempat tidur/Foto: pexels.com/cottonbro

Beauties, tidak ada yang salah dengan membuka media sosial untuk mencari hiburan. Namun, jika nyaris seluruh waktu me time dihabiskan untuk scrolling tanpa tujuan, kegiatan ini justru bisa membikin otak tetap bekerja.

Saat membuka media sosial, otak terus menerima beragam informasi, mulai dari berita, video pendek, komentar, hingga unggahan orang lain. Akibatnya, otak tetap aktif memproses rangsangan baru meski tubuh sedang beristirahat.

Menurut American Psychological Association, paparan info yang terus-menerus dapat meningkatkan beban mental dan membikin seseorang lebih susah merasa betul-betul rileks, terutama ketika media sosial memicu kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Kalau setelah satu jam scrolling Anda justru merasa semakin capek alias suasana hati memburuk, bisa jadi itu tanda bahwa kegiatan tersebut belum memberikan pemulihan yang betul-betul dibutuhkan oleh pikiranmu.

Sesekali, cobalah mengganti waktu scrolling dengan kegiatan yang lebih menenangkan, seperti membaca buku, melangkah santai, alias sekadar menikmati suasana tanpa distraksi dari layar.

2. Kamu Mengorbankan Waktu Tidur demi Me Time

Perempuan sedang menonton serial hingga larut malam sembari terlihat mengantuk/Foto: pexels.com/https://kaboompics.com

Setelah seharian bekerja alias mengurus beragam aktivitas, malam hari sering menjadi satu-satunya waktu yang terasa betul-betul milik sendiri. Tidak sedikit orang yang sengaja tidur lebih larut demi menikmati me time.

Fenomena ini dikenal sebagai revenge bedtime procrastination, ialah kebiasaan menunda waktu tidur untuk mendapatkan kembali waktu senggang yang terasa lenyap sepanjang hari.

Menurut para mahir di Sleep Foundation, kebiasaan ini memang bisa memberikan kepuasan sesaat lantaran seseorang merasa akhirnya mempunyai waktu untuk dirinya sendiri. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kurang tidur justru meningkatkan akibat kelelahan, susah berkonsentrasi, suasana hati memburuk, hingga produktivitas menurun.

Beauties, me time seharusnya membikin tubuh lebih segar, bukan malah mengurangi waktu rehat yang sangat dibutuhkan. Jika setiap pagi Anda bangun dengan tubuh yang semakin capek setelah "me time" semalaman, mungkin sudah saatnya mencari langkah lain untuk mengisi waktu bagi diri sendiri tanpa mengorbankan kualitas tidur.

3. Saat Me Time, Kamu Masih Memikirkan Pekerjaan

Perempuan sedang duduk sendirian di sofa, tetapi tetap sibuk memikirkan pekerjaan/Foto: pexels.com/Ron Lach

Beauties, apakah Anda pernah merasa sedang menikmati waktu sendiri, tetapi pikiran justru terus memikirkan pekerjaan yang belum selesai?

Misalnya, Anda tetap mengecek email kantor, membalas chat pekerjaan, alias terus memikirkan tugas yang kudu dikerjakan besok. Akibatnya, tubuh memang sedang beristirahat, tetapi otak tidak pernah betul-betul mendapatkan jeda.

Menurut American Psychological Association (APA), proses pemulihan dari stres membutuhkan psychological detachment, ialah keahlian untuk melepaskan diri sementara dari tuntutan pekerjaan. Ketika pikiran terus dipenuhi urusan kantor, tubuh bakal lebih susah memasuki kondisi rileks yang dibutuhkan untuk memulihkan energi.

Jika me time tetap diisi dengan memikirkan deadline alias pekerjaan yang belum selesai, jangan heran jika rasa capek tetap bertahan. Sesekali, cobalah membikin pemisah yang jelas antara waktu bekerja dan waktu untuk diri sendiri.

4. Kamu Memilih Aktivitas yang Sebenarnya Tidak Mengisi Energi

Perempuan berkumpul dengan kawan meski tampak kelelahan/Foto: pexels.com/Wolrider YURTSEVEN

Kebanyakan orang menganggap me time kudu selalu dihabiskan dengan pergi ke kafe, berbelanja, alias berkumpul berbareng teman. Padahal, belum tentu kegiatan tersebut betul-betul membuatmu merasa lebih segar.

Menurut psikolog klinis Dr. Saundra Dalton Smith, setiap orang mempunyai kebutuhan rehat yang berbeda. Ada yang memerlukan social rest, ialah beristirahat dari hubungan sosial, sementara yang lain justru memperoleh daya ketika menghabiskan waktu berbareng orang-orang terdekat.

Artinya, me time yang efektif bukan mengikuti tren alias kebiasaan orang lain, melainkan memahami apa yang betul-betul dibutuhkan oleh diri sendiri.

Jika setelah pulang dari suatu kegiatan Anda justru merasa lebih lelah, mudah marah, alias mau menyendiri lebih lama, mungkin kegiatan tersebut bukanlah bentuk me time yang paling sesuai untukmu.

Beauties, sesekali cobalah bertanya pada diri sendiri, "Aktivitas apa yang betul-betul membuatku merasa lebih tenang dan berenergi?" Jawaban setiap orang bisa saja berbeda, dan itu adalah perihal yang wajar.

5. Setelah Me Time, Kamu Tetap Tidak Merasa Lebih Baik

Ilustrasi wanita tetap merasa capek kesokan harinya meski sudah me time/Foto: pexels.com/Keira Burton

Tanda paling jelas bahwa me time belum efektif adalah ketika tidak ada perubahan pada kondisi bentuk maupun emosional setelah melakukannya.

Mungkin Anda sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk diri sendiri, tetapi tetap merasa mudah tersinggung, susah berkonsentrasi, tidak bersemangat, alias apalagi semakin lelah.

Tujuan utama me time bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan membantu tubuh dan pikiran kembali ke kondisi yang lebih seimbang. Penting untuk sesekali mengevaluasi apakah kegiatan yang Anda lakukan betul-betul membuatmu merasa lebih baik.

Bentuk self-care yang efektif semestinya membantu mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan mendukung kesehatan bentuk maupun mental dalam jangka panjang. Self-care juga tidak kudu mahal alias rumit. Tidur yang cukup, melangkah kaki, membaca buku, menulis jurnal, alias melakukan kegemaran sederhana pun bisa memberikan faedah jika sesuai dengan kebutuhan diri.

Beauties, jangan terpaku pada dugaan bahwa me time kudu selalu terlihat produktif alias mengikuti apa yang sedang tren di media sosial. Me time yang efektif adalah waktu yang betul-betul membuatmu merasa lebih tenang, lebih segar, dan siap menjalani kegiatan dengan daya yang kembali terisi.

Jadi, jika selama ini Anda merasa sudah sering me time tetapi tetap kelelahan, mungkin bukan durasinya yang perlu ditambah, melainkan langkah Anda menghabiskan waktu tersebut yang perlu dipertanyakan.

Coba kita tanyakan kepada diri sendiri, sebenarnya kegiatan apa yang sebenarnya betul-betul kita inginkan dan bisa recharge daya baik bentuk dan mental.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini

Bagikan Postingan