Tren Baru, Anak-anak Kembali Diminta Gunakan Pensil Dan Kertas Untuk Kurangi Penggunaan Laptop

Apr 13, 2026 08:50 AM - 1 hari yang lalu 2150

Seiring perkembangan teknologi, nyaris semua sektor sekarang mengalami digitalisasi, termasuk pendidikan. Sampai hari ini apalagi semakin sedikit anak-anak di sekolah yang tetap menulis tangan untuk belajar, Bunda.

Fenomena inilah yang membikin sejumlah orang tua di beberapa negara memutuskan untuk mengurangi penggunaan perangkat digital di sekolah dan kembali menggunakan pensil dan kertas sebagai medianya. Mereka percaya bahwa metode ini lebih berakibat pada anak-anak.

Tren ini sepenuhnya didukung oleh para ahli. Mereka sangat mengapresiasi inisiatif para orang tua untuk tetap mempertahankan nilai dari metode pengajaran tradisional. Meski begitu, para mahir juga tetap mendorong penerapan model pembelajaran campuran alias hybrid, Bunda.

Berikut simak penjelasan komplit kenapa para orang tua mulai mengembalikan tren menulis tangan di era digitalisasi ini.

Melansir laman ABC News, sebuah jurnal ilmiah terbaru berjulukan Life mengungkap beberapa faedah menulis tangan yang sangat baik, dibandingkan dengan mengetik. Menurut jurnal tersebut, mengetik memang jauh lebih sigap dan praktis, namun faedah yang diperoleh tidak sama dengan menulis tangan.

Saat menulis tangan, banyak area di otak yang bekerja keras untuk mengembangkan proses visual, motorik, dan kognitif secara bersamaan. Hal ini yang membikin proses belajar menjadi lebih optimal lantaran dapat membantu meningkatkan daya ingat anak, Bunda.

Sejalan dengan temuan tersebut, guru besar kurikulum Bahasa Inggris di Universitas Griffith, Beryl Exley menilai bahwa keahlian menulis tangan tetap perlu diperhatikan dan dilakukan dalam kegiatan belajar anak, meski sekarang era sudah serba digital.

Menurutnya, baik menulis tangan maupun mengetik memang sama-sama melibatkan keahlian motorik halus, memori, dan bahasa. Namun, yang menjadi perbedaan utama dari metode ini adalah kecepatan prosesnya.

Saat anak menulis dengan tangan, proses berpikir mereka condong melambat dan justru, ini menjadi kelebihan tersendiri. Dengan tempo yang lebih lambat, anak mempunyai waktu untuk memproses info secara visual dan fisik, sekaligus memahami isi yang sedang mereka tulis lebih dalam.

Proses ini bakal membantu menguatkan daya ingat sekaligus melatih keahlian motorik lembut dalam kehidupan sehari-hari anak. Selain itu, kebiasaan menulis tangan juga berkedudukan dalam membentuk keahlian berpikir yang lebih terstruktur dan mandiri, sehingga anak mempunyai pemahaman yang lebih kuat.

Manfaat menulis tangan yang telah disebutkan ini tentunya sangat penting, Bunda. Oleh lantaran itu, menulis tangan tetap menjadi bagian krusial dalam mendukung perkembangan kognitif anak di tengah era digital saat ini.

Manfaat digitalisasi dalam pembelajaran

Sementara itu, di era perkembangan teknologi yang semakin pesat, penggunaan perangkat digital dalam pembelajaran memang tak bisa sepenuhnya dihindari, Bunda. 

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, penggunaan perangkat digital dalam pembelajaran memang tidak bisa dihindari, Bunda. Profesor Exley pun mengakui bahwa anak-anak tetap perlu terampil, percaya diri, dan terbiasa menggunakan perangkat digital.

Melalui perangkat digital, anak-anak dapat mengakses beragam info dengan sigap dan luas . Mereka dapat belajar dari beragam sumber, mencoba beragam metode belajar yang interaktif, hingga mengembangkan keahlian baru yang mungkin tidak dapat didapatkan hanya dengan tulisan tangan.

Inilah yang membikin pembelajaran digital mempunyai nilai tambah tersendiri dalam mendukung proses belajar anak. Oleh lantaran itu, banyak mahir yang juga mengatakan bahwa keahlian ini bakal sangat membantu anak dalam belajar maupun beradaptasi di masa depan.

Meski begitu, bukan berfaedah metode tradisional kudu ditinggal sepenuhnya, Bunda. Justru dengan mengombinasikan keduanya, anak bakal mendapatkan faedah yang lebih seimbang dan menjadi pribadi yang adaptif dalam menghadapi beragam tantangan di setiap era.

Pro kontra terhadap digitalisasi metode pembelajaran

Di tengah maraknya digitalisasi dalam pendidikan, para mahir dan orang tua mempunyai pandangan yang beragam, Bunda. Berikut sejumlah pendapat yang dibagikan melalui beragam sumber.

1. Pengaruh konsentrasi dan pola berpikir siswa

Sejumlah mahir di bagian akademik menilai bahwa penggantian metode belajar dari menulis tangan ke perangkat digital bakal memengaruhi keahlian siswa dalam mempertahankan fokus. Ini disebabkan oleh penggunaan perangkat digital alias laptop yang condong sigap dan dangkal sehingga membikin anak kurang terbiasa berpikir secara mendalam.

Di sisi lain, seorang pembimbing Matematika, Stein, beranggapan bahwa menjauhkan anak-anak dari teknologi tidak sepenuhnya benar, Bunda. Pasalnya, sekarang banyak ujian yang dilakukan secara daring, serta beberapa materi, seperti statistik, yang memerlukan laptop untuk mengolah datanya. Sehingga, pembatasan screen time adalah solusi yang dapat dilakukan.

2. Sistem keamanan digital

Kekhawatiran turut dirasakan oleh para orang tua, Bunda. Menilik dari laman NBC News, seorang Bunda berjulukan Petrossi memilih untuk mengembalikan anak-anaknya ke sistem pendidikan yang lebih tradisional. Keputusan ini diambil setelah dia dan family mempertimbangkan kekhawatiran keamanan informasi anak mereka.

Bunda Petrossi apalagi memindahkan anak-anaknya ke sekolah yang menggunakan kurikulum biasa dan tidak begitu menggunakan perangkat digital. Menurutnya, perangkat digital di sekolah bukan hanya sekadar perangkat belajar, tetapi juga sebuah sistem yang dirancang untuk memanfaatkan informasi anak-anak.

3. Kontrol penggunaan teknologi pada anak

Sementara itu, seorang ayah dari empat anak di Colorado, Marcos Boyington, memilih untuk menggunakan metode yang lebih seimbang. Alih-alih menggunakan laptop yang diberikan sekolah, dia memilih untuk menyediakan sang anak laptop sendiri agar segala akses dan pengaturan dapat dikontrolnya.

Baginya, teknologi memang mempunyai banyak manfaat. Akan tetapi, jika tak digunakan dengan bijak, justru dapat mengganggu proses belajar anak.

Dari beberapa pandangan ini, terlihat bahwa digitalisasi dalam pembelajaran membawa faedah sekaligus tantangan. Di sisi lain, kebiasaan menulis tangan juga tidak bisa sepenuhnya dihilangkan, sehingga krusial untuk menerapkan keseimbangan agar proses belajar anak menjadi lebih maksimal.

Demikian penjelasan mengenai tren kembalinya metode belajar dengan menulis tangan. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya