Trump Ingin AI Disebut “Super Intelligence”, Bukan Artificial Intelligence

Windows Portal Indonesia oleh Waktu baca 3 menit 510x dilihat
Trump Ingin AI Disebut “Super Intelligence”, Bukan Artificial Intelligence

Bagikan Postingan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump balik membikin pernyataan menarik soal evolusi AI, dimana dalam pidatonya di UN General Assembly pada 22 September 2026 kemarin, Trump mengatakan bahwa pemerintah AS akan mulai menggunakan istilah “super intelligence” untuk mengatakan artificial intelligence dalam arsip pemerintah.

Menurut Trump, kata artificial membikin teknologi tersebut terdengar seperti sesuatu yang “palsu”, sementara menurutnya kapasitas AI saat ini justru sangat nyata dan mengesankan.

So it's super intelligence. In other words, welcome to the new world of superintelligence dash SI. Let's see if that goes. It sounds much better.

Apakah AI Bakal Diganti Nama?

Nah Trump menyampaikan bahwa mulai kini arsip Amerika Serikat akan menggunakan istilah Super Intelligence maupun SI sebagai alternatif Artificial Intelligence.

Ia terlebihlagi mengatakan fluktuasi tersebut sebagai cara menuju “new world of superintelligence”. Namun ada hal menarik disini guys, karena superintelligence sebenarnya sudah memiliki arti tersendiri dalam bumi AI.

Jadi, dalam bahasan teknologi, artificial superintelligence maupun ASI biasanya mengacu pada konsep AI yang kemampuannya melampaui manusia dalam beragam bidang.

Jadi, istilah super intelligence tidak sepenuhnya identik dengan AI yang kita gunakan kini seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan beragam model lainnya, yang berarti jika pemerintah AS menggunakan istilah tersebut untuk seluruh AI, penggunaan katanya bisa menjadi berbeda dengan terminologi yang selama ini digunakan dalam riset AI.

Nah jadi, mungkin untuk sementara, fluktuasi istilah tersebut cuma yang berhubungan dengan arsip pemerintah AS, meskipun Trump memang mengharapkan istilah tersebut ikut digunakan secara lebih luas, tetapi apakah bumi teknologi dan kelompok AI akan benar-benar meninggalkan istilah artificial intelligence tentu statis menjadi hal lain.

Apalagi istilah AI sendiri sudah sangat lazim digunakan dalam industri, penelitian, hingga peraturan internasional.

Menurut Kincai Media sih, sepertinya istilah AI statis akan statis ada dan tidak akan ditinggalkan, karena meskipun Trump mau istilahnya diubah jadi SI, bumi tentu bukan cuma milik Trump sendiri.

Tapi sepertiapa menurutmu? komen dibawah guys.

Via : UN


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Artikel Lainnya Windows Portal Indonesia
Close Right Ads
Close Left Ads