Value Investing – Pada sebuah seminar di Columbia Business School tahun 1984, Warren Buffett menceritakan kisah tujuh investor yang menggunakan prinsip value investing dan berhasil meraih imbal hasil jauh di atas rata-rata pasar.
Meskipun berpegang pada filosofi yang sama, masing-masing investor tersebut memiliki gaya dan strategi pemilihan saham yang berbeda — menunjukkan bahwa value investing fleksibel namun tetap berakar pada prinsip nilai fundamental.
Buku Value Investing: Beat The Market in Five Minutes menyajikan jawaban ringkas dan praktis untuk pertanyaan mendasar: bagaimana membedakan saham berkualitas dari yang kurang baik, serta menilai apakah saham sedang mahal, wajar, atau murah. Bagi pembaca yang ingin memahami investasi saham dengan cara terstruktur, buku ini layak dijadikan rujukan.
Buku setebal 200 laman ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas pada 3 Oktober 2025.
Profil Teguh Hidayat – Penulis Value Investing: Beat The Market in Five Minutes
Teguh Hidayat lahir di Cirebon, Jawa Barat, pada 1986 dan menyelesaikan S1 Statistika di Universitas Padjadjaran pada 2008. Kariernya di pasar modal dimulai pada awal 2009 ketika bekerja sebagai analis saham di perusahaan riset independen bernama Yosefardi.
Pada 2012 Teguh memutuskan fokus penuh sebagai investor. Sejak itu ia aktif menulis, melakukan kajian saham berbasis fundamental, serta berbagi lewat seminar dan pelatihan. Teguh dikenal sebagai value investor yang mencari perusahaan berkualitas dan membelinya saat harga relatif murah.
Tinggal di Cimahi, Jawa Barat, Teguh mendirikan Avere Investama (PT Avere Mitra Investama) pada 2014 untuk menyalurkan aktivitas investasinya di Bursa Efek Indonesia, termasuk mengelola satu private fund atas biaya pribadinya.
Sinopsis Value Investing: Beat The Market in Five Minutes

Banyak investor pemula kebingungan memulai: sumber informasi bertebaran, istilah teknis terasa membingungkan, dan langkah yang harus dipelajari terasa panjang. Buku ini berupaya merangkum prinsip dasar value investing dengan bahasa yang lebih mudah dicerna dan langkah praktik yang bisa langsung diterapkan.
Selain menjelaskan konsep dasar, penulis menyajikan pendekatan untuk menilai kualitas perusahaan, menghitung nilai wajar saham, serta menerapkan filosofi investasi jangka panjang ala para praktisi sukses. Penjelasan bersifat ringkas namun menekankan aspek aplikatif sehingga pembaca dapat segera menguji pemahaman pada studi kasus nyata.
Kelebihan dan Kekurangan
Pros & Cons
Pros
- Dilengkapi ilustrasi dan panduan visual yang memudahkan penerapan.
- Pemaparan runut dan mendetail tentang langkah analisis fundamental.
- Bahasa dan contoh disusun agar mudah dipahami oleh pembaca awam.
- Sangat cocok sebagai bacaan pengantar bagi pemula value investing.
- Menawarkan panduan praktis yang dapat langsung dicoba oleh investor.
Cons
- Terdapat beberapa penggunaan istilah bahasa Inggris yang penempatannya terasa kurang tepat.
Kelebihan Buku
Buku ini menyuguhkan sejumlah keunggulan yang membuatnya berguna sebagai panduan awal dan referensi praktis bagi investor individu.
- Pedoman visual yang membantu
Ilustrasi dan contoh visual mempermudah pembaca memahami langkah-langkah analisis sehingga teori dapat langsung dipraktikkan dalam penilaian saham nyata.
- Penjelasan yang sistematis dan detail
Teguh menjelaskan proses memilih perusahaan sehat dan menghitung nilai wajar secara bertahap, serta mengaitkan prinsip-prinsip tersebut dengan ajaran tokoh value investing terkenal.
- Pendekatan yang mudah diikuti
Bahasa yang digunakan sederhana, dengan analogi yang membuat konsep kompleks menjadi lebih ringan sehingga cocok bagi pembaca baru sekalipun.
- Ideal untuk pemula
Buku ini cocok untuk mereka yang baru memulai investasi saham karena memperkenalkan konsep value investing, sejarah singkatnya, sekaligus pola pikir penanam modal jangka panjang.
- Panduan praktis
Isi buku menekankan langkah konkret untuk menemukan saham undervalued dan membangun kebiasaan analisis yang dapat diterapkan oleh investor perorangan.
Kekurangan Buku
Salah satu catatan kecil adalah munculnya kata-kata berbahasa Inggris seperti however, actually, dan well yang penempatannya kadang terasa kurang pas dalam teks berbahasa Indonesia. Hal ini tidak mengurangi substansi tetapi dapat sedikit mengganggu pembaca yang peka terhadap tata bahasa.
Jenis Instrumen Investasi yang Populer di Indonesia
Investasi adalah sarana menempatkan dana untuk mengharapkan pertumbuhan nilai di masa depan. Setiap instrumen memiliki karakteristik, risiko, dan potensi imbal hasil yang berbeda. Berikut ringkasan instrumen populer di Indonesia:
Deposito
Deposito adalah produk berisiko rendah mirip tabungan dengan tingkat bunga lebih tinggi dan masa jatuh tempo. Imbal hasil rata-rata berkisar 5–6% per tahun, tergantung bank. Dana dalam deposito umumnya tidak dapat ditarik sebelum tenor berakhir.
Emas
Emas adalah aset berbentuk dengan kecenderungan nilai yang stabil jangka panjang. Investasi emas batangan mengandalkan berat dan kemurnian, sedangkan saat ini investasi emas juga tersedia lewat aplikasi digital dengan nominal kecil.
Properti
Properti memiliki potensi apresiasi nilai yang relatif stabil dan dapat menghasilkan pemasukan lewat sewa, namun membutuhkan modal besar serta biaya perawatan.
Saham
Saham menawarkan potensi imbal hasil tinggi namun disertai risiko volatil. Pemilik saham berpotensi mendapat keuntungan dari dividen dan apresiasi harga, namun memerlukan analisis kondisi perusahaan dan pasar.
Reksa Dana
Reksa dana mengumpulkan dana dari banyak investor untuk dikelola profesional ke berbagai aset. Pilihan produk beragam, mulai dari pasar uang hingga saham, sehingga cocok untuk investor pemula yang ingin diversifikasi tanpa analisis mendalam sendiri.
Penutup
Investasi adalah perjalanan yang membutuhkan pemahaman, kesabaran, dan strategi. Penting bagi setiap investor untuk mengenali profil risiko, tujuan keuangan, dan karakter masing-masing instrumen sebelum mengambil keputusan.
Value Investing: Beat The Market in Five Minutes memberikan landasan yang jelas dan praktis bagi pembaca yang ingin memulai dengan lebih percaya diri, terutama bagi mereka yang berminat menerapkan prinsip investasi berbasis nilai.
Mulailah dari instrumen yang sesuai, pelajari nilai aset sebelum membeli, dan jadikan proses belajar sebagai bagian krusial dari perjalanan finansial Anda.