10 Kalimat Yang Biasa Diucapkan Orang Yang Suka Playing Victim, Jangan Terkecoh

Jun 26, 2026 06:00 PM - 3 jam yang lalu 102

Jakarta -

Dalam kehidupan sehari-hari, Bunda mungkin pernah berjumpa dengan seseorang yang merasa paling tersakiti setiap kali terjadi masalah. Bahkan, saat melakukan kesalahan, dia justru mencari argumen alias menyalahkan keadaan agar terlihat sebagai pihak yang dirugikan.

Sikap seperti ini dikenal dengan istilah playing victim. Salah satu karakter yang paling mudah dikenali adalah dari ucapan yang sering dilontarkan saat menghadapi konflik, kritik, alias perbedaan pendapat.

Tanpa disadari, kalimat-kalimat tersebut digunakan untuk menghindari tanggung jawab sekaligus mengundang rasa iba dari orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


10 Kalimat yang biasa diucapkan orang playing victim

Dilansir Your Tango, krusial bagi Bunda untuk mengenali kalimat yang biasa diucapkan orang yang playing victim agar tidak mudah terkecoh dan bisa menyikapi situasi dengan lebih bijak. Berikut beberapa kalimatnya:

1. “Kamu yang membuatku melakukan ini”

Mengalihkan kesalahan adalah strategi klasik bagi orang-orang dengan mental korban. Mereka lebih suka menggambarkan orang lain sebagai pelaku kesalahan alias perilaku jelek lantaran perihal itu memudahkannya untuk mengendalikan emosi.

2. “Itu bukan salahku”

Banyak orang percaya bahwa bertanggung jawab alias mengakui kesalahan adalah tanda kelemahan. Mereka lebih memilih untuk menghindari permintaan maaf untuk melindungi citranya sendiri.

Mereka menutupi jejak kesalahan dengan menggunakan kalimat “Itu bukan salahku” lantaran membuatnya terlihat lebih baik, padahal sebenarnya itu menunjukkan ketidakmampuan mereka.

3. “Aku punya nasib jelek sekali”

Ungkapan ini sering kali disampaikan sebagai alasan, dan bisa merendahkan etos kerja orang lain.

Mereka percaya bahwa kesulitan dan penyesalan adalah kesalahan orang lain, sehingga mereka tidak perlu mengakui kenyataan.

4. “Tidak ada perihal baik yang pernah terjadi padaku”

Mengatakan perihal ini jauh lebih mudah daripada mengakui bahwa mereka tidak mempunyai motivasi untuk mengubah hidup alias rasa nilai diri untuk menumbuhkan kebiasaan yang lebih baik.

5. “Jangan membuatku terlihat buruk”

Orang yang tidak percaya diri sering kali menghindari tanggung jawab dan mengalihkan kesalahan. Mereka lebih suka orang lain merasa diserang dan rendah diri, selama mereka bukan orang jahat.

“Berhenti membuatku terlihat buruk” adalah apa yang mereka katakan kepada seseorang yang menjadi cermin kesalahan mereka. Mereka bersikap melindungi lantaran tidak bisa berpura-pura.

6. “Kamu selalu berupaya menjebakku”

Kebanyakan orang yang tidak percaya diri menganggap umpan baik dan kritik sebagai serangan. Hal ini lantaran mereka menginginkan perhatian dan menganggap dirinya sebagai pusat kehidupan semua orang.

7. “Aku tidak layak mendapatkan ini”

Orang playing victim merasa bahwa bumi kudu tunduk pada kebutuhannya dan membikin hidup nyaman karena mereka berada di posisi yang lebih tinggi daripada orang biasa.

Sebuah studi dari NYU, menunjukkan bahwa perilaku narsistik yang unik ini berakar pada rasa tidak aman. Mereka mengkompensasi rasa ketidakmampuan yang mendalam, dan mereka memerlukan orang lain untuk percaya bahwa mereka berbobot agar merasa aman.

8. “Kamu tidak mengerti sungguh sulitnya hidupku”

Mereka selalu melebih-lebihkan penderitaannya dan mengalihkan kesalahan agar dapat menarik perhatian dan simpati orang lain. Ironisnya, hidup mereka terasa lebih mudah saat orang lain menganggap hidupnya sengsara.

9. “Berhenti menyerangku”

Ketika seseorang tidak bisa menerima umpan balik, itu lantaran mereka tidak tertarik untuk bertanggung jawab alias mengubah apa pun. Mereka menginginkan hidup yang mudah, dan belajar untuk berkembang sebagai pribadi bukanlah perihal yang mudah.

10. “Tidak ada yang bisa saya lakukan”

Orang yang suka playing victim sering kali bertindak sebagai korban agar mendapat simpati tanpa kudu mengubah apa pun. Mereka lebih tertarik untuk bersikap pasif dan mendesak orang lain untuk melakukan pekerjaan berat baginya.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang playing victim. Hati-hati, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

Selengkapnya