11 Kalimat Yang Biasa Diucapkan Orang Santun, Sudah Jarang Digunakan Gen Z

Apr 28, 2026 10:00 PM - 2 jam yang lalu 119

Jakarta -

Perubahan era memang tidak bisa kita hindari ya, termasuk dalam langkah seseorang bersikap dan berbicara. Tahukah Bunda, bahwa ada ungkapan sopan yang sekarang sudah jarang terdengar dalam keseharian, lho.

Seiring bergantinya generasi, pola pikir pun ikut berubah dan berpengaruh pada langkah orang berinteraksi. Banyak anak muda saat ini lebih memilih style komunikasi yang santuy namalain to the point.

Padahal, ungkapan yang mencerminkan sopan santun bisa memberikan kesan menghargai orang lain, lho. Itulah kenapa kita perlu mulai membiasakan kalimat-kalimat yang santun dalam keseharian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tanpa berlama-lama, berikut ini beberapa kalimat yang biasa diucapkan oleh orang santun. Yuk, kita simak!

11 Kalimat yang biasa diucapkan oleh orang santun

Menilik dari laman Your Tango, terdapat ungkapan sopan yang biasa diucapkan oleh orang dengan etika baik, namun sekarang mulai ketinggalan era di kalangan Generasi Z.

1. "Tolong"

Mengucapkan kata "Tolong" sebenarnya adalah perihal sederhana yang mencerminkan sikap santun dalam keseharian. Bunda mungkin menyadari bahwa kebiasaan ini sekarang semakin jarang terdengar, terutama di kalangan anak muda.

Berdasarkan sebuah studi dari Social Psychology Quarterly, penggunaan kata "Tolong" dan "Terima kasih" mengalami penurunan, bukan hanya pada generasi muda saja, tetapi juga di beragam golongan usia.

Ketika seseorang terbiasa mengabaikan ungkapan seperti ini, nilai kesopanan pun bisa ikut memudar. Padahal, kata "Tolong" sebagai corak penghargaan mini yang dalam hubungan kita sehari-hari.

2. "Permisi"

Saat berada di tempat umum, mengucapkan "Permisi" adalah kebiasaan sopan yang semestinya bisa tetap dijaga. Banyak orang sekarang lebih terbiasa mendahulukan diri sendiri tanpa memperhatikan orang di sekitarnya.

Padahal, kebiasaan seperti ini dapat menciptakan rasa nyaman dan saling menghargai. Jika tidak dibiasakan, hubungan sosial pun bisa terasa lebih jauh dan jadi kurang hangat.

3. "Kamu benar, maafkan aku"

Perlu diketahui bahwa mengucapkan "Kamu benar, maafkan aku" adalah salah satu tanda kerendahan hati dalam bersikap. Banyak anak muda saat ini condong mempertahankan pendapatnya, terlebih ketika mereka mau menonjolkan diri.

Padahal, sikap susah menerima pendapat orang lain justru bisa menjadi masalah besar dalam pergaulan. Jika mereka tidak mau membuka diri, kesempatan untuk melakukan obrolan pun bakal lenyap begitu saja.

4. "Aku mau pergi"

Saat mau meninggalkan suatu tempat, mengucapkan "Aku mau pergi" alias berpamitan adalah salah satu corak kesopanan seseorang.

Sebagian orang memilih pergi tanpa berpamitan lantaran dianggap lebih sigap dan tidak merepotkan. Padahal, kebiasaan ini bisa membikin orang lain merasa diabaikan, lho.

Mengucapkan pamit memang memerlukan sedikit waktu dan usaha, apalagi jika kudu mencari tuan rumah alias orang yang dikenal. Namun, perihal ini menunjukkan sikap menghargai.

5. "Terima kasih atas bantuannya"

Dalam keseharian, mengatakan "Terima kasih atas bantuannya" adalah langkah untuk menunjukkan rasa menghargai. Namun, kebiasaan mengucapkan terima kasih secara komplit seperti ini sekarang mulai jarang dilakukan.

Banyak yang memilih menanggapinya dengan singkat alias apalagi melewatkannya begitu saja. Hal ini bisa terjadi lantaran kurangnya kebiasaan berinteraksi langsung alias belum terbiasa mengekspresikan rasa menghargai.

6. "Aku menghargai masukannya"

Selanjutnya, mengucapkan "Aku menghargai masukannya" adalah corak sikap terbuka terhadap pendapat orang lain. Namun kenyataannya, menerima kritik alias saran memang tidak selalu mudah bagi siapa pun.

Banyak anak muda yang tetap kesulitan menghadapi masukan, terutama jika disampaikan tanpa pujian alias terasa menyinggung. Akibatnya, banyak orang jadi susah menerima masukan dan kurang terbuka untuk belajar perihal baru.

Padahal, jika terbiasa menerima saran, seseorang bisa lebih mudah memperbaiki diri dan berkembang menjadi lebih baik.

7. "Maaf mengganggu"

Saat kita mengucapkan "Maaf mengganggu" adalah corak sopan santun ketika mau menyela alias memulai percakapan. Sayangnya, kebiasaan meminta maaf saat menyela mulai jarang dilakukan.

Banyak orang yang lebih memilih langsung berbincang tanpa memandang situasi alias emosi orang lain, Bunda. Dengan membiasakan ucapan ini, komunikasi tentu saja bisa saling menghormati.

8. "Kapan pun Anda punya waktu luang"

Saat kita meminta bantuan, menggunakan kalimat "Kapan pun Anda punya waktu luang" bisa membikin orang lain merasa lebih dihargai, lho. Sikap seperti ini biasanya dimiliki oleh orang yang terbiasa menghargai orang lain.

Mereka tetap menjaga langkah berbincang dengan baik, apalagi saat sedang sibuk alias berada di bawah tekanan sekalipun. Kini, kebiasaan menyampaikan permintaan dengan langkah sopan seperti ini mulai jarang terlihat.

9. "Apakah Anda keberatan jika aku..."

Dalam percakapan sehari-hari, menggunakan kalimat "Apakah Anda keberatan jika aku..." menjadi langkah yang sopan untuk kita menyampaikan keinginan. Pada situasi tertentu, meminta izin seperti ini bagus untuk menciptakan hubungan yang nyaman.

Baik di lingkungan kerja maupun pertemanan, sikap ini membikin orang lain merasa dilibatkan. Kini, kebiasaan menyampaikan izin dengan langkah lembut seperti ini mulai jarang dilakukan.

Tak sedikit orang yang lebih terbiasa bertindak sendiri tanpa mempertimbangkan orang di sekitarnya.

10. "Senang berjumpa denganmu"

Saat berjumpa dengan seseorang, mengucapkan kalimat ini bisa menjadi corak perhatian yang sederhana. Setiap orang pada dasarnya mau merasa dihargai dalam sebuah pertemuan.

Namun, di tengah style hidup yang sekarang condong sibuk dan individual, ungkapan seperti ini mulai jarang digunakan. Banyak anak muda kehilangan kebiasaan menyampaikan perihal ini dalam hubungan sosial.

Mereka sekarang lebih konsentrasi pada diri sendiri alias terbiasa berkomunikasi secara singkat tanpa 'basa-basi'.

11. "Aku menghargai kamu"

Baik itu membantu perihal mini di tempat kerja alias menggantikan tugas saat orang lain sedang tidak sempat, orang yang peduli biasanya tetap meluangkan waktu untuk menghargai orang lain.

Namun, banyak anak muda saat ini lebih konsentrasi pada kebutuhan pribadi dan kenyamanan diri sendiri. Akibatnya, perhatian terhadap orang lain, sering kali jadi terabaikan lantaran terlalu sibuk dengan urusan masing-masing.

Itulah penjelasan mengenai beberapa kalimat yang biasa diucapkan oleh orang santun, tetapi sekarang sudah jarang digunakan oleh Gen Z.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya