Jakarta -
Seorang Bunda berjulukan Nicke Paramita Alwi membagikan pengalaman mengenai kondisi kesehatan mata sang anak. Cerita ini pun langsung menarik perhatian publik lantaran hasil pemeriksaan yang diterima cukup mengejutkan.
Anak perempuannya yang berjulukan Kayla sempat didiagnosis mengalami mata minus dengan nomor yang cukup tinggi, ialah minus 11. Kondisi ini tentu membikin sang Bunda merasa cemas dan mau memastikan kembali kondisinya dengan mencari second opinion.
Setelah mempertimbangkan beragam hal, dia pun memutuskan untuk mencari solusi lain. Sebagai Bunda, Nicke kemudian memilih untuk memeriksakan kembali kondisi mata Kayla di Singapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunda ini ceritakan perjalanan pemeriksaan mata sang anak dengan hasil berbeda
Sebelumnya, Kincai Media telah diizinkan langsung oleh pemilik akun IG @nickeparamita untuk membagikan cerita ini kepada Bunda. Dalam unggahannya di Instagram, Nicke mengaku momen ini cukup menguras emosi baginya.
Ia mengungkapkan bahwa sang anak kudu menggunakan kacamata dengan kondisi tersebut selama beberapa waktu, Bunda.
"Setelah drama nangis lantaran anakku dibilang minus 11 sama master mata anak di Indonesia, akhirnya setelah enam bulan Kayla pakai kacamata," ungkapnya.
Namun setelah itu, dia dan suami memutuskan untuk mencari pendapat dari master lain. Keduanya pun sepakat membawa Kayla untuk melakukan pemeriksaan ulang di Singapura.
"Aku dan suami sepakat bawa Kayla cek matanya ke Singapura lantaran info salah satu kawan online, dan hasil akhirnya anakku rupanya hanya minus satu di mata kanan dan plus satu di mata kiri," ujarnya.
Hasil pemeriksaan tersebut rupanya berbeda cukup jauh dari pemeriksaan sebelumnya. Hal ini yang membikin Bunda Nicke merasa sangat lega sekaligus bersyukur.
"Waktu dengar ini rasanya senang banget, jadi sekarang anakku udah bebas dari kacamata tebalnya itu dan proses pengecekan matanya saya kudu bongkar hasil cek mata Kayla dari Singapura," katanya.
Meski sempat mendapat hasil yang berbeda, Bunda Nicke tetap percaya bahwa banyak master di Indonesia yang bagus dan berkualitas. Ia menganggap pengalaman ini hanya sebagai perjalanannya mencari yang terbaik untuk anaknya.
Proses pemeriksaan mata di Singapura
Selama di Singapura, Kayla menjalani pemeriksaan mata yang dilakukan dalam beberapa tahap, Bunda. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih perincian dan akurat.
"Selama di sana, Kayla dicek matanya dalam tiga tahapan. Jadi, setiap kali udah ditetes matanya, Kayla bakal dicek pertama dengan perangkat otomatis ke-2 dilihat manual dan terakhir di retinoscopy," ungkapnya.
Pada tahap awal pemeriksaan, hasil yang didapatkan tetap menunjukkan kondisi mata Kayla cukup berbeda di masing-masing sisi. Karena itu, pemeriksaan pun dilanjutkan ke tahap berikutnya.
"Tapi saya enggak ada footage-nya. Di tahap pertama dan kedua hasil dari matanya Kayla itu kanan minus 3 dan kiri minus setengah," katanya.
Setelah itu, Kayla pun menjalani pemeriksaan lanjutan dengan metode yang lebih detail. Pada tahap ini, matanya ditetes dengan obat unik untuk membantu memandang kondisi sebenarnya.
"Di tahap terakhir, Kayla masuk tahap pengecekan namanya retinoscopy. Di sini, Kayla ditetes matanya dengan 'cycloplegic' untuk melumpuhkan konsentrasi matanya sementara dan ini metode paling jeli untuk tahu kondisi minus plus silinder mata pada anak," jelasnya.
"Barulah di tahap ini hasil final dari tes matanya keluar, di mana matanya minus 1 kanan dan plus satu kiri," pungkasnya.
Itulah cerita seorang Bunda yang anaknya sempat salah pemeriksaan mata minus 11, namun rupanya hasil pemeriksaan di Singapura menunjukkan kondisi yang jauh berbeda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·