Jakarta -
Kecelakaan tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat saat kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek berbenturan dengan KRL Commuter Line pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB alias di saat jam pulang kerja. Kejadian ini menelan korban jiwa yang seluruhnya wanita dewasa, Bunda.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii. Ia mengatakan tidak ada korban meninggal bumi dari anak-anak.
“Saya melihatnya tidak ada (korban anak), semuanya sudah masuk kategori (perempuan) dewasa,” ungkapnya, dikutip dari laman CNN Indonesia, Selasa (28/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menjelaskan proses pemindahan sendiri telah dihentikan pada pukul 08.00 WIB. Syafii mengatakan seluruh korban tewas saat ini telah diserahkan ke rumah sakit untuk dilanjutkan dengan proses identifikasi.
“Pukul 08.00 WIB operasi pemindahan sudah selesai. Seluruh Tim SAR kita sudah kembalikan ke homebase masing-masing. Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan,” ujar Syafii.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan, "Update informasi korban kecelakaan KRL per pukul 08.00 WIB, total korban 91 orang dengan rincian korban hidup 76 orang dan korban meninggal bumi 15 orang."
Adapun PT KAI pun saat ini tetap membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di dua stasiun ialah di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur, Bunda.
Sementara itu, untuk operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur saat ini tetap belum dibuka. PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI memastikan seluruh korban dalam kejadian tersebut mendapatkan penanganan maksimal.
Korban yang luka-luka juga dilaporkan telah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·