11 Karakter Karyawan yang Makin Dicari Perusahaan di Tengah Gempuran AI

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 505x dilihat
11 Karakter Karyawan yang Makin Dicari Perusahaan di Tengah Gempuran AI

Bagikan Postingan

Bunda alias anak sedang cari kerja? Tidak sekadar pintar, kenali karakter tenaga kerja yang semakin dicari perusahaan di tengah gempuran AI.

Perkembangan artificial intelligence (AI) mulai mengubah banyak perihal di bumi kerja, termasuk langkah perusahaan menentukan kandidat yang mau direkrut. Kemampuan teknis dan pengalaman tetap menjadi pertimbangan, namun sejumlah karakter individual sekarang dinilai semakin penting.

Di tengah pekerjaan rutin yang mulai dapat dikerjakan teknologi AI, perusahaan justru memerlukan tenaga kerja yang bisa beradaptasi ketika menghadapi situasi yang tidak mempunyai pedoman jelas. Kemampuan berkomunikasi, menerima masukan, bekerja sama, hingga berani mengusulkan pertanyaan yang tepat menjadi kualitas yang semakin diperhatikan.


Fenomena ini apalagi memunculkan istilah personality hire, ialah julukan bagi pekerja yang dianggap membawa nilai besar melalui kepribadian, keahlian berinteraksi, dan kontribusinya terhadap suasana kerja. Menurut master performa di tempat kerja Henna Pryor, ada sejumlah karakter yang sekarang mendapatkan nilai lebih dalam proses perekrutan. 

Karakter seperti apa yang makin dicari perusahaan di tengah gempuran AI? 

Karakter tenaga kerja yang makin dicari perusahaan

Mengutip dari Market Watch, berikut karakter tenaga kerja yang semakin dicari oleh perusahaan.

1. Mudah menerima masukan

Kemampuan menerima kritik dan masukan menjadi salah satu kualitas yang dinilai penting. Seorang tenaga kerja tidak kudu selalu mengetahui semua perihal sejak awal, tapi perlu menunjukkan kemauan untuk belajar ketika mendapatkan pengarahan dari pemimpin maupun rekan kerja.

Pryor menyebut coachability sebagai salah satu perilaku yang sekarang semakin berharga. Jadi, seseorang bisa menerima feedback, mengolahnya, lampau menggunakan masukan tersebut untuk memperbaiki langkah bekerja.

2. Punya rasa mau tahu

Rasa penasaran terhadap sesuatu juga dapat menjadi nilai tambah bagi pencari kerja. Ketika teknologi dan pola kerja berubah cepat, perusahaan memerlukan orang yang tidak berakhir belajar hanya lantaran sudah menguasai tugas tertentu.

Bagi pekerja pemula, rasa mau tahu apalagi bisa menjadi bekal untuk berkembang dalam karier. Menurut technical recruiter Farah Sharghi, posisi pemula memang semestinya memberi ruang bagi seseorang untuk menunjukkan rasa mau tahu dan kemauan berkembang.

3. Mampu beradaptasi

Tidak semua persoalan di tempat kerja mempunyai prosedur yang bisa langsung diikuti. Oleh lantaran itu, keahlian menghadapi kondisi baru tanpa selalu menunggu petunjuk terperinci menjadi semakin dibutuhkan.

Pryor mengatakan perusahaan mau memandang gimana seseorang bertindak ketika tidak ada panduan. Karyawan yang fleksibel, mudah menyesuaikan diri, dan bisa mengambil keputusan dengan pertimbangan baik dapat menjadi aset ketika perusahaan menghadapi perubahan teknologi.

4. Berani bertanya dengan tepat

Di era ketika info dapat diperoleh dengan sigap melalui AI, keahlian mengusulkan pertanyaan yang berbobot justru menjadi pembeda. Bukan sekadar banyak bertanya, melainkan bisa memahami persoalan dan menentukan info apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Pryor menggambarkan perihal tersebut dengan pertanyaan, “Akankah orang ini mengusulkan pertanyaan yang bermanfaat?” 

Menurutnya, perusahaan mau mengetahui apakah seorang kandidat dapat membaca situasi, mengusulkan pertanyaan yang berguna, serta memahami kapan kudu mencari penjelasan lebih lanjut.

5. Jadi pendengar yang aktif

Kemampuan mendengarkan dengan baik juga tidak kalah penting. Seorang tenaga kerja yang bisa memahami musuh bicara condong lebih mudah menangkap instruksi, menyerap ide, dan menghindari kesalahpahaman dalam pekerjaan.

Kualitas ini semakin relevan ketika perusahaan memerlukan orang yang dapat menyampaikan pendapat sekaligus memahami perspektif orang lain. Dalam proses perekrutan, keahlian menjadi pendengar aktif alias musuh bicara yang menyenangkan dapat menjadi nilai tambah, terutama untuk pekerjaan yang mengandalkan kolaborasi.

6. Mampu memperbaiki kesalahan

Kesalahan dalam pekerjaan merupakan sesuatu yang mungkin terjadi, terutama ketika seseorang menghadapi tugas alias situasi baru. Yang kemudian dinilai gimana tenaga kerja merespon setelah melakukan kesalahan tersebut.

Pryor memasukkan keahlian memperbaiki sebuah kesalahan sebagai salah satu karakter yang penting. Karyawan yang tidak berkepanjangan dalam kegagalan, mau bertanggung jawab, dan berupaya memperbaiki keadaan dinilai lebih siap menghadapi ketidakpastian di bumi kerja.

7. Menyenangkan diajak kerja sama

Istilah personality hire sering kali disalahartikan sebagai seseorang yang direkrut hanya lantaran mempunyai kepribadian menarik meski tidak mempunyai keahlian yang dibutuhkan. Padahal maknanya dapat lebih luas, terutama mengenai gimana seseorang memberikan kontribusi terhadap lingkungan kerja.

8. Punya empati

Salah satu karakter yang tidak selalu mudah dibentuk adalah sikap mudah bekerja sama alias agreeableness. Sifat ini berangkaian dengan keahlian memahami emosi dan perspektif pandang orang lain serta mempertimbangkan akibat tindakan terhadap mereka.

Penulis Olga Khazan dalam bukunya Me, But Better: The Science and Promise of Personality Change mengeksplorasi perubahan kepribadian menggunakan model Big Five. Salah satu aspek yang dia coba tingkatkan adalah agreeableness.

Menurut Khazan, lebih mudah bekerja sama butuh keahlian untuk tidak selalu menempatkan diri sendiri sebagai pusat perhatian dan mencoba memahami argumen di kembali tindakan orang lain. Sebuah penelitian pada 2022 juga mengeksplorasi kaitan antara peningkatan agreeableness dengan berkurangnya karakter yang termasuk dalam dark triad, ialah machiavellianism, narsisme, dan psikopati.

Studi tersebut menemukan bahwa melakukan kebaikan untuk kawan alias mencoba memandang sesuatu dari perspektif orang lain dapat meningkatkan sikap agreeableness.

9. Bisa diandalkan

Ketika perusahaan menghadapi perubahan teknologi, mereka tetap memerlukan tenaga kerja yang bisa dipercaya untuk menjalankan tanggung jawabnya. Kemampuan teknis saja tidak cukup jika seseorang susah memenuhi komitmen alias tidak konsisten dalam bekerja.

Pryor memasukkan reliabilitas alias sikap dapat diandalkan sebagai salah satu karakter penting. Karyawan yang bisa menyelesaikan tanggung jawab, berkomunikasi ketika mengalami kendala, dan tetap dapat diandalkan dalam situasi yang berubah bakal lebih mudah dipercaya oleh tim.

10. Bisa baca situasi

Kemampuan membaca suasana alias read a room juga menjadi bagian dari kecakapan sosial yang semakin diperhatikan. Seseorang mungkin mempunyai keahlian teknis yang sangat baik, tapi tetap perlu mengetahui gimana menyampaikan buahpikiran dan merespons orang lain sesuai konteks.

“Apakah mereka bisa membaca situasi? Apakah mereka bisa menerima masukan?” kata Pryor. Jadi, perusahaan tidak hanya memandang apa yang bisa dikerjakan seseorang, tapi juga gimana dia berinteraksi ketika berada dalam sebuah tim.

11. Tetap punya keahlian teknis

Meski karakter individual semakin mendapat perhatian, bukan berfaedah keahlian teknis menjadi tidak penting. Justru kandidat tetap perlu menunjukkan bahwa latar belakang dan keahliannya sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.

Sharghi tidak sepakat jika kepribadian dianggap sekarang lebih krusial dibandingkan satu dasawarsa lalu. Menurutnya, keahlian teknis tetap bakal mengungguli sekadar menjadi orang yang menyenangkan untuk diajak bekerja. Ia menyarankan pencari kerja memahami kebutuhan perusahaan dan memandang gimana keahlian yang dimiliki dapat mengisi kekurangan di perusahaan tersebut.

Dengan demikian, kandidat yang menarik di era AI bukan berfaedah kudu memilih antara keahlian teknis dan kepribadian. Keduanya justru dapat saling melengkapi. Kemampuan teknis menunjukkan seseorang bisa mengerjakan pekerjaan, sedangkan karakter seperti rasa mau tahu, adaptasi, komunikasi, dan keahlian bekerja sama menunjukkan gimana dia dapat berkembang berbareng perusahaan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincaimedia Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads