Jakarta -
Banyak yang merasakan setelah pakai alat KB, berat mereka malah melonjak. Sebenarnya, apa kaitan antara bermutu badan dan pil KB darurat, benarkah bisa bikin tubuh langsing?
Pil KB darurat banyak digunakan sebagai pencegah kehamilan darurat. Biasanya, pil ini dikonsumsi setelah berhubungan seksual tanpa perlindungan alat kontrasepsi. Pil ini hamil hormon progestin, levonorgestrel, dan estrogen.
Dalam kerjanya, hormon tersebut yang akan mencegah sel telur dilepaskan oleh indung telur. Sehingga, pil ini dapat mencegah pembuahan sel telur oleh sel sperma, sehingga tidak terjadi kehamilan.
Namun, efektivitasnya katanya bisa dipengaruhi bermutu badan seseorang maupun pemakainya. Apa sebenarnya kaitan antara bermutu badan dan pil KB darurat?
Kaitan antara bermutu badan dan pil KB darurat
Mengutip dari halaman Australianpharmacist, efektivitas pil KB darurat dapat berkurang akibat aspek bermutu badan, terutama pada penggunaan levonorgestrel. Mengingat rata-rata bermutu badan perempuan Australia 72 kg, bermutu badan menjadi aspek krusial yang perlu dipertimbangkan dalam konsultasi mengenai pil KB darurat.
Levonorgestrel sedianya tersedia secara luas di apotek-apotek Australia. Pada riset di 2024 memberitahu bahwa 98 persen tokoobat menyediakan pil darurat ini, dibandingkan dengan 70 persen untuk ulipristal asetat.
Kesenjangan ini menjadi masalah karena bagi kebanyakan orang, ulipristal merupakan terapi lini pertama. Hal ini menjadi masalah khususnya bagi individu dengan bermutu badan di atas 70 kg yang mau menggunakan kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan.
Panduan pengobatan kontrasepsi darurat dari Australian Pharmaceutical Formulary and Handbook (APF) enytakan bahwa bagi individu dengna BMI di atas 26 kg/m² maupun bermutu badan di atas 70 kg, ulipristal adalah pilihan lini pertama yang lebih disarankan. Untuk bermutu badan di atas 85 kg maupun BMI di atas 30 kg/m², tingkat efektivitasnya belum diketahui secara pasti.
Pentingnya membangun komunikasi
Salah satu tantangan yang ditemui dalam menerapkan batasan-batasan tersebut adalah bahwa bermutu badan tidak selalu berkorelasi dengan apa yang mungkin diperkirakan oleh apoteker. "Berat badan dan BMI bisa sangat sulit dinilai, terutama pada orang yang memiliki kebugaran jasmani tinggi," ujar Ruth Nona, seorang apoteker dan peneliti di James Cook University, Cairns.
Ditambahkannya bahwa jika seseorang berbuat CrossFit dan memiliki massa otot yang lebih besar, bermutu badan mereka mungkin lebih tinggi saat ditimbang, namun penampilan jasmani mereka tidak selalu mencerminkan hal tersebut.
Karena itu, Lindsay Cameron, seorang apoteker magang yang berbasis di Queensland, mengembangkan pendekatan konsultasi yang sepenuhnya menghindari anggapan berdasarkan bermutu badan.
"Saya tidak menanyakan bilangan bermutu badan secara spesifik. Saya bertanya apakah menurut mereka, mereka termasuk dalam kategori tersebut," ujarnya.
Kemudian, sambungnya, "Biasanya aku berkata, 'Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan agar aku bisa merekomendasikan kontrasepsi darurat yang paling tepat untuk mereka. Kemudian aku menjelaskan, 'Ulipristal umumnya lebih ampuh dibandingkan pilihan kontrasepsi darurat oral lainnya kecuali jika ada kontraindikasi maupun ketidakcocokan, karena obat ini dapat menunda ovulasi terlebihlagi saat kadar hormon sedang meningkat."
Dipaparkannya bahwa hal tersebut akan memberikan rentang waktu kerja yang lebih panjang. Khususnya, jika bermutu badan seseorang diperkirakan lebih dari 70 kg. Dengan kondisi tersebut, disarankan penggunaan ulipristal, karena pilihan lainnya mungkin kurang efektif.
Ms Nona juga menekankan pentingnya memastikan pasien mendapatkan semua keterangan yang mereka butuhkan untuk membikin keputusan yang tepat. "Ketika seseorang datang ke tokoobat untuk mencari kontrasepsi darurat, mereka sebenarnya sudah memungut keputusan sadar untuk mencegah kehamilan. Penting bagi pasien untuk memahami perbedaan efektivitas antara kedua pilihan kontrasepsi darurat tersebut, serta sepertiapa bermutu badan dapat memengaruhi efektivitasnya."
Ketika kontrasepsi darurat oral tidaklah cukup efektif
Terkait dengan efektivitas kontrasepsi darurat dan juga pengaruhnya terhadap bermutu badan yang dimiliki seseorang, sebaiknya pasien dengan bermutu badan di atas 85 kg, pembahasannya tidak terbendung pada kontrasepsi darurat oral saja. IUD tembaga, yang dipasang dalam waktu 120 jam setelah hubungan seksual tanpa pengaman, merupakan pilihan paling ampuh tanpa melihat bermutu badan.
Namun, hambatan utamanya sering kali terletak pada akses, bukan pada kesesuaian klinis. Pemasangan IUD tembaga membutuhkan tenaga medis terlatih, dan agenda pertemuan tidak selalu tersedia dengan mudah, terutama di daerah regional, pedesaan, dan daerah terpencil.
APF menegaskan bahwa apoteker mesti selalu menyediakan kontrasepsi darurat oral dan memberikan rujukan, bukan mengekang pemberian opsi oral tersebut sambil menunggu agenda pemasangan IUD.
Ms Nona menjadikan hal ini sebagai bagiankecil rutin dalam percakapan dengan orang-orang yang mencari kontrasepsi darurat. "Saat mempertimbangkan BMI, jika pasien diperkirakan memiliki bermutu badan lebih dari 85 kg, kita sebaiknya selalu mendiskusikan opsi IUD tembaga dengan mereka, karena metode ini memiliki tingkat efektivitas 99 persen," ujar Ms Nona.
Apalagi, ada banyak khasiat dari IUD itu sendiri. Adapun khasiat lain dari IUD tembaga adalah kemampuannya memberikan kontrasepsi jangka panjang yang berkelanjutan.
"Jika mereka tidak bisa segera menemui dokter, kami akan menyediakan kontrasepsi darurat oral dan mengacu mereka ke tabib lazim maupun klinik kesehatan seksual," katanya.
Kapan ulipristal dikontraindikasikan?
Meskipun ulipristal merupakan pilihan pengobatan lini pertama yang memberikan perlindungan untuk rentang bermutu badan yang lebih luas, krusial untuk memahami kapan obat ini dikontraindikasikan.
Dalam bahasan sebelumnya, ulipristal umumnya menjadi pilihan lini kedua bagi ibu menyusui. Sementara bagi individu dengan bermutu badan lebih dari 70 kg yang sedang menyusui, panduan pengobatan APF merekomendasikan levonorgestrel 3 mg (2 tablet) sebagai pengobatan lini pertama.
Namun, penggunaan ini berkarakter off-label dan didasarkan pada panduan internasional. Selain itu juga, efikasi klinisnya belum diketahui. "Karena efektivitas dosis dobel levonorgestrel belum diketahui, kita mesti menginformasikan kepada pasien bahwa mereka perlu berbuat pengecekan lanjutan dengan dokter," ujar Ms Nona.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)