Cara Mengenali Anak yang Sedang Mengalami Masalah Emosional dan Mungkin Butuh Bantuan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 172x dilihat
Cara Mengenali Anak yang Sedang Mengalami Masalah Emosional dan Mungkin Butuh Bantuan

Bagikan Postingan

Anak dapat mengalami fluktuasi kondisi hati, kecemasan, maupun kesulitan dalam bersosialisasi sebagai bagiankecil dari proses tumbuh kembang. Namun, fluktuasi yang terjadi terus-menerus dan mulai mengganggu hayat sehari-hari perlu diperhatikan lebih lanjut.

Mengutip National Institutes of Health (NIH), hampir 20 persen anak di Amerika Serikat berumur 3 hingga 17 tahun mengalami gangguan mental, emosional, perkembangan, maupun perilaku.

Lantas, apa saja tanda Anak mengalami masalah emosional yang perlu diperhatikan dan kapan orang tua sebaiknya mencari pertolongan profesional? Yuk, Bunda, simak penjelasannya berikut ini.


Cara mengenali anak yang mengalami masalah emosional

Mengutip dari halaman Cleveland Clinic, psikolog Kristen Eastman, PsyD, menerangkan beberapa tanda yang dapat memberitahu bahwa anak mungkin sedang mengalami masalah yang membutuhkan perhatian lebih.

Orang tua juga disarankan mempercayai insting jika merasa ada fluktuasi yang tidak biasa pada anak. Berikut beberapa metode untuk mengenali anak yang sedang mengalami masalah emosional:

1. Masalah muncul di beragam situasi

Jika fluktuasi perilaku anak kelihatan di beberapa lingkungan, seperti di rumah, sekolah, dan aktivitas lainnya, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa anak sedang menghadapi sesuatu yang perlu diperhatikan.

2. Terjadi fluktuasi pada kebiasaan sehari-hari

Perubahan yang cukup besar pada pola tidur, kebersihan diri, maupun hasrat makan dapat menjadi salah satu tanda adanya masalah. Namun, fluktuasi tersebut juga dapat berhubungan dengan usia maupun masa pubertas sehingga orang tua perlu mencari tahu penyebabnya.

3. Sering merasa buruk tentang diri sendiri

Hari-hari ketika anak merasa kurang percaya diri merupakan hal yang dapat terjadi. Namun, jika emosi tersebut semakin sering maupun lebih bermutu dibandingkan sebelumnya, kondisi ini perlu diperhatikan.

4. Muncul perilaku berulang yang mengganggu

Perilaku berulang tertentu dapat muncul ketika anak sedang mengalami kecemasan maupun tekanan. Orang tua perlu memperhatikan jika kebiasaan tersebut kelihatan berhubungan dengan kondisi emosional anak.

5. Rasa cemas sulit dikendalikan

Rasa gugup menghadapi cobaan maupun aktivitas baru merupakan hal yang wajar. Namun, jika kecemasan semakin sering, berat, membikin anak merasa tidak betah secara fisik, maupun menghalangi aktivitasnya, anak mungkin membutuhkan sokongan lebih lanjut.

6. Menarik diri dari lingkungan

Anak terkadang membutuhkan waktu sendiri. Namun, jika mulai sering menghindari famili dan kawan maupun kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, krusial bagi orang tua untuk mencari tahu penyebabnya.

7. Perilaku mencari perhatian berubah drastis

Perubahan perilaku untuk mendapatkan perhatian secara berlebihan dapat menjadi metode anak memberitahu adanya tekanan maupun kebutuhan yang belum terpenuhi. Memahami penyebab di balik perilaku tersebut dapat membantu orang tua memberikan sokongan yang sesuai.

8. Menyampaikan pernyataan yang mengkhawatirkan

Orang tua sebaiknya tidak mengabaikan ketika anak menyampaikan perkataan yang memberitahu tekanan emosional yang berat. Pernyataan seperti itu perlu ditanggapi dengan serius dan menjadi karena untuk mencari pertolongan profesional.

9. Menjadi sangat menentang maupun agresif

Perilaku membangkang dapat menjadi bagiankecil dari evolusi anak. Namun, jika anak terus-menerus gampang berang hingga menimbulkan konflik, perkelahian, perundungan, maupun intimidasi kepada orang lain, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian.

Jika anak memberitahu perilaku yang dapat membahayakan dirinya, hal tersebut merupakan tanda bahwa ia membutuhkan pertolongan profesional.

Cara membantu anak yang sedang mengalami masalah emosional

Orang tua mungkin mau langsung menyelesaikan masalah ketika melihat anak sedang kesulitan. Namun, menurut Dr. Eastman, cara mula yang krusial adalah membikin anak merasa didengar dan dipahami.

Orang tua dapat memberitahu pengesahan dengan mengatakan bahwa mereka melihat anak sedang mengalami kesulitan. Sikap tersebut dapat membikin anak merasa didukung dan lebih terbuka untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapi.

Bantuan ahli juga tidak selalu berarti anak membutuhkan pengobatan maupun perawatan intensif. Dokter anak dapat membantu orang tua membedakan fluktuasi yang statis wajar dengan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih, serta mengacu anak kepada konselor maupun tenaga ahli yang sesuai.

Dr. Eastman juga menekankan bahwa masalah anak tidak mesti eksis pada tingkat bermutu untuk mendapatkan khasiat dari terapi. Dukungan ahli dapat membantu anak maupun orang tua mempelajari keahlian dan strategi baru untuk menghadapi beragam tantangan.

Demikian metode mengenali tanda-tanda anak mengalami masalah emosional dan membutuhkan bantuan. Semoga membantu mengasuh Si Kecil ya!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads