12 Hal Yang Tidak Boleh Bunda Lakukan Setelah Melahirkan Agar Pulih Lebih Cepat

Jun 26, 2026 08:50 AM - 15 jam yang lalu 741

Jakarta -

Persalinan bukanlah kegiatan ringan sehingga pemulihannya kudu betul-betul maksimal. Simak 12 perihal yang tidak boleh Bunda lakukan setelah melahirkan agar pemulihan lebih sigap dan optimal.

Setelah melahirkan, biasanya tubuh seperti melewati fase panjang yang cukup sulit. Rasa capek tak berakhir mungkin bakal dirasakan dan bentuk bakal terasa tidak nyaman setelahnya. Sementara, peran baru sebagai ibu tetap kudu dijalani sehingga rehat maksimal belum bisa didapatkan. Tak sedikit para ibu yang jadi kurang tidur sehingga membikin mereka lemah secara bentuk dan berisiko terkena baby blues.

Ya, apa pun proses persalinannya, kondisi seperti di atas lumrah dijalani para Bunda usai melahirkan. Karenanya, baik Bunda melahirkan secara normal alias caesar, mendapatkan waktu pemulihan dari persalinan khususnya beberapa minggu pertama pasca persalinan perlu dipenuhi. Jangan pernah merasa bersalah lantaran merawat diri sendiri sama pentingnya dengan merawat kebutuhan bayi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penting Bunda ingat bahwa perjalanan pasca persalinan juga menjadi fase yang tidak mudah dilewati. Memahami aturan-aturan dalam merawat diri agar recovery melangkah maksimal bisa amunisi dalam melewati proses pengobatan bagi diri sendiri dengan baik.

Kenali hal-hal yang tak boleh dilakukan setelah melahirkan

Mengingat proses pengobatan memerlukan waktu yang tak sebentar, mematuhi hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah melahirkan bisa mempercepat proses pemulihan yang Bunda jalani. Berikut ini beberapa di antaranya hal-hal yang tidak boleh Bunda lakukan setelah melahirkan agar pemulihan lebih sigap dan optimal:

1. Jangan berhubungan intim selama 6 minggu

Setelah melahirkan, Bunda perlu memberi waktu pada rahim untuk pulih dan kembali ke corak dan ukuran aslinya. Biasanya, proses ini memerlukan waktu sekitar enam minggu. 

2. Jangan membebani tubuh berlebihan

Hindari melakukan hal-hal yang berlebihan dan membebani tubuh setelah melahirkan. Utamanya ialah olahraga pascapersalinan alias melakukan pekerjaan rumah tangga yang terlalu berat. 

Bahkan, Rikki Baldwin, DO, seorang master kandungan di Memorial Hermann di Texas mengatakan untuk menghindari olahraga berat selama sekitar enam minggu. “Saya merekomendasikan peregangan ringan dan melangkah kaki untuk kegiatan fisik,” katanya.

3. Jangan merokok

Paparan asap rokok pada bayi baru lahir menjadi satu-satunya aspek akibat yang besar pada bayi untuk mereka terkena sindrom kematian bayi mendadak. Diperkirakan bahwa paparan asap rokok pasif alias kebiasaan merokok ibu selama kehamilan menyebabkan perubahan respons kardiovaskular pada bayi baru lahir, kata Dr Suzy Lipinski, MD, seorang master kandungan di Pediatrix Medical Group di Colorado, seperti dikutip dari laman Parents.

4. Jangan mengabaikan perawatan diri

Memiliki bayi baru lahir tentu membikin Bunda antusias mengurus kebutuhannya dari makan hingga penggantian pokok. Namun, jangan pernah mengabarkan tubuh selama periode ini, Bunda.

Perhatikan gimana tubuh memberikan isyarat bahwa ritme Bunda perlu diperlambat. Terlalu memaksakan diri setelah melahirkan justru dapat menyebabkan peningkatan perdarahan alias cedera. Tidurlah saat bayi tidur dan tidur sianglah saat ada orang lain di sekitar untuk merawat bayi.

5. Jangan mengangkat barang berat

Jangan mengangkat barang berat apa pun selama periode ini, terutama beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Memaksa melakukannya justru dapat menyebabkan hernia alias merusak jahitan yang belum sepenuhnya sembuh.

6. Jangan abaikan indikasi yang mencurigakan

Ada sejumlah rasa sakit dan ketidaknyamanan yang wajar terjadi setelah melahirkan. Namun, ketika muncul indikasi parah tentunya perlu diwaspadai, Bunda.

Beberapa indikasi yang mengkhawatirkan termasuk perdarahan pasca persalinan yang membasahi pembalut setiap jam, adanya gumpalan darah lebih besar dari ukuran telur, nyeri yang signifikan, luka sayatan terbuka alias keluar nanah dari sayatan, aroma yang aneh, sakit kepala parah alias penglihatan kabur, ketidakmampuan untuk BAK alias nyeri saat BAK, nyeri dada dan sesak napas, serta tekanan hipertensi di atas 140 sistolik alias 90 diastolik.

7. Jangan membandingkan diri dengan orang lain

Postingan di media sosial mungkin banyak memperlihatkan Bunda di luar sana yang bisa melakukan banyak perihal usai melahirkan. Misalnya, Bunda menemukan video yang artistik tentang pengasuhan anak dan Bunda merasa tidak memenuhi harapan. Untuk itu, sebaiknya menghindari mengulik media sosial agar tidak terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. 

8. Jangan menolak tawaran bantuan

Merawat bayi baru lahir bukanlah perihal mudah sehingga mengatasinya sendirian tidak disarankan. Mintalah support saat Bunda membutuhkannya dan hubungi master jika ada kekhawatiran. Dikatakan Dr Lipinski bahwa ini merupakan masa yang penuh tekanan, dan Bunda bakal memerlukan support dari kawan dan keluarga.

9. Jangan melewatkan makan

Meskipun terlalu konsentrasi mengurus bayi baru lahir, Bunda juga perlu memperhatikan nutrisi diri sendiri, kata Caroline Kuhn, MD, seorang master kandungan di Rush University System for Health di Chicago.

"Diet yang seimbang sangat krusial selama periode pemulihan pasca persalinan untuk menyediakan daya yang diperlukan untuk pengobatan bentuk dan laktasi,"katanya.

10. Jangan abaikan tanda-tanda depresi pasca persalinan

Beberapa minggu pertama pasca persalinan membikin banyak perubahan dalam tubuh termasuk penyesuaian hormonal dan fisik. Banyak orang mengalami baby blues dan jika gejalanya parah alias berjalan lebih dari beberapa minggu, Bunda mungkin mengalami depresi pasca persalinan.

Cobalah untuk tidak mengabaikan indikasi awal depresi pasca persalinan seperti kesedihan yang ekstrem, menangis berlebihan, kesulitan tidur, perubahan suasana hati, kelelahan, menarik diri dari lingkungan sosial, kesulitan berkonsentrasi, perubahan nafsu makan, mudah tersinggung dan marah, dan lainnya.

11. Jangan lupa menggunakan kontrasepsi

Sebagian master kandungan menyarankan untuk menghindari hubungan seksual hingga enam minggu setelah melahirkan. Setelah siap untuk melakukannya, gunakan metode kontrasepsi yang efektif, apalagi jika Bunda sedang menyusui.

12. Rayakan kemenangan pasca persalinan

Selama periode pasca persalinan, Bunda berkuasa menikmati setiap pelukan, menikmati aroma bayi baru lahir, dan beristirahat di tempat tidur sebanyak yang dibutuhkan. Dan, jangan lupa untuk merayakan kemenangan mini di sepanjang jalan.

Hal-hal seperti mandi, sesi menyusui yang sukses, berjalan-jalan, meminta bantuan, alias lainnya sangat layak dirayakan. Penting untuk merayakan kemenangan atas apa yang sudah Bunda capai, tidak peduli seberapa mini alias tidak pentingnya perihal tersebut.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.  

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya