Kincai Media – Memasuki paruh kedua 2026, minat penanammodal terhadap altcoin mulai kembali meningkat seiring membaiknya sentimen pasar kripto.
Arus biaya besar ke spot Bitcoin ETF terus memperkuat optimisme bahwa likuiditas pasar nantinya bisa mengalir ke aset dengan akibat lebih tinggi, termasuk altcoin. Di sisi lain, perkembangan izin seperti CLARITY Act juga mulai mengurangi ketidakpastian industri mata duit digital di Amerika Serikat.

Dalam kondisi tersebut, beberapa altcoin dinilai mempunyai kesempatan mencatat kenaikan besar jika momentum pasar terus berlanjut.
Berikut tiga altcoin yang dinilai layak dipantau.
Solana (SOL)
Solana menjadi salah satu altcoin besar yang terus menunjukkan perkembangan esensial cukup kuat.
Aktivitas stablecoin dan volume decentralized exchange (DEX) di jaringan Solana meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, volume bulanan jaringan ini disebut mulai mendekati nomor yang sebelumnya baru bisa dicapai dalam waktu setahun penuh.
Dari sisi institusional, minat terhadap Solana juga terus tumbuh. Chicago Mercantile Exchange (CME) sekarang telah menghadirkan futures dan options untuk SOL, membuka akses lebih luas bagi penanammodal institusi.
Selain itu, perusahaan finansial tradisional seperti Western Union juga dikabarkan berencana membangun stablecoin di jaringan Solana.
Meski fundamentalnya berkembang, nilai SOL saat ini tetap berada di sekitar US$ 89, lebih dari 70 persen di bawah rekor tertinggi Januari 2025. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang kenaikan jika altcoin season kembali terjadi.
Baca Juga: Skema Ponzi Kripto Ini Berjalan Diam-Diam Selama Setahun
XRP
XRP juga kembali masuk radar penanammodal setelah kasus norma panjang Ripple dengan regulator AS selesai pada 2025.
Kepastian izin tersebut dianggap menjadi titik kembali krusial bagi perkembangan Ripple dan ekosistem XRP.
Sejak itu, Ripple disebut telah menggelontorkan biaya sekitar US$ 2,5 miliar untuk beragam akuisisi blockchain dan sukses memperoleh pendanaan baru senilai US$ 500 juta dengan valuasi mencapai US$ 40 miliar.
Di saat yang sama, XRP tetap menjadi bagian utama dari jaringan pembayaran lintas negara milik Ripple yang terus berkembang di beragam koridor perbankan global.
Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$ 1,45 dan tetap menunjukkan momentum jangka pendek yang cukup kuat.
Chainlink (LINK)
Chainlink dinilai semakin krusial dalam sektor tokenisasi aset bumi nyata (RWA) dan integrasi artificial intelligence (AI) di industri blockchain.
Protokol Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) milik Chainlink sekarang memproses lebih dari US$ 1,3 miliar volume mingguan, menandakan meningkatnya kebutuhan konektivitas informasi lintas blockchain.
Minat institusional juga bertambah setelah Grayscale meluncurkan produk trust untuk LINK pada akhir 2025.
Sementara itu, informasi on-chain menunjukkan adanya akumulasi besar. Pada April 2026 lalu, nyaris satu juta LINK tercatat keluar dari exchange hanya dalam satu hari, yang sering dianggap sebagai sinyal akumulasi penanammodal besar.
Dengan nilai sekitar US$ 10, LINK tetap diperdagangkan sekitar 82 persen di bawah all-time high US$ 52.
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·