38 Tarian Tradisional dari Tiap Provinsi di Indonesia untuk Dipelajari Anak Sekolah

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 17 menit 506x dilihat
38 Tarian Tradisional dari Tiap Provinsi di Indonesia untuk Dipelajari Anak Sekolah

Bagikan Postingan

Tari tradisional menjadi salah satu kekayaan budaya sekaligus identitas nasional. Indonesia dikenal dengan ragam jenis tari tradisional di beragam daerah.

Setiap gerakan, kostum, hingga musik pengiring tari tradisional biasanya tersirat makna dan cerita tersendiri. Ada tari tradisional sebagai corak rasa syukur atas hasil panen, corak penghormatan kepada leluhur, serta ada pula tarian perang. 

Tarian tradisional dari 38 provinsi di Indonesia

Dikutip dari kitab Tari Daerah dari 33 Provinsi penerbit Tera for Junior, kitab Mengenal Tarian Nusantara penerbit Penebar Swadaya, Ensiklopedia Tarian Nusantara penerbit Trans Idea Publishing, serta beragam sumber lain. Berikut ini daftar tari tradisional dari seluruh provinsi, agar Si Kecil lebih mengenal tentang tari tradisional apa saja yang ada di Indonesia.


1. Tari Seudati & Saman, Aceh

Tari Seudati merupakan tari tradisional yang memadukan seni mobilitas dan seni suara. Seni bunyi berfaedah sebagai pengiring tari serta pemberi makna pada mobilitas tari. Sementara itu, seni mobilitas tangan berfaedah sebagai pemberi irama dengan petikan jari dan tepukan.

Tari Saman dahulunya dipersembahkan ketika ada kegiatan budaya alias kemasyarakatan. Kemudian, tari tradisional ini dipertunjukkan untuk momen-momen seperti festival. Dalam tarian ini, penari menggabungkan kombinasi aktivitas antara bunyi pukulan dada dan pangkal paha.

2. Tari Tor-Tor & Tari Serampang Dua Belas, Sumatera Utara

Tari Tor-tor adalah tari tradisional yang berasal dari suku Batak, Sumatera Utara. Tarian ini merupakan bagian dari ritual menghormati arwah para dewa serta para leluhur.

Tari yang mengandung unsur ritual alias keagamaan dalam pertunjukannya ini biasanya diiringi gondang (gendang). Tari Tor-tor biasa ditemukan dalam upacara-upacara adat.

Tari tradisional Serampang Dua Belas merupakan tarian yang berasal dari Melayu Deli. Ini merupakan tari pergaulan unik Melayu yang dibawakan laki-laki dan wanita secara berpasangan.

Iringan musik tari Serampang Dua Belas berasal dari pukulan gendang berirama Latin, rampak, dan gembira. Penari yang berpasangan ini menampilkan aktivitas penuh kegembiraan dan keakraban, serta tetap menjunjung tinggi kesopanan.

3. Tari Piring, Tari Payung, Indang,  Sumatera Barat

Tari Piring adalah tari tradisional asal Sumatera Barat yang berkarakter hiburan. Keunikan dari tarian ini terletak pada keahlian penari dalam memainkan piring yang diketuk-ketuk agar bunyinya bisa jadi pengiring irama berbareng pengiring-pengiring lain. Tarian ini dilakukan secara berkelompok alias berpasangan dengan iringan musik tradisional.

Sementara Tari Payung merupakan tarian yang dilakukan secara berpasangan. Seperti namanya, tari tradisional ini menggunakan payung sebagai properti utama.

Gerakan dalam tari ini menggambarkan kegiatan orang bertani, suasana pengantin baru, serta beragam aspek kehidupan di desa. Tari Payung diiringi permainan saluang dan talempong.

Tari Indang adalah tari tradisional yang berasal dari Minangkabau, khususnya di Kabupaten Padang Pariaman. Tari tradisional Indonesia ini dikenal juga sebagai tari Dindin Badindin.

Tari Indang sebenarnya adalah permainan perangkat musik yang dilakukan bersama-sama. Nama Indang berasal dari nama perangkat musik yang dimainkan pada pagelaran tarian ini.

4. Tari Mejeng Besuko, Tari Gending Sriwijaya, Tari Rodat Cempako,  Sumatera Selatan

Tari Mejeng Besuko merupakan tari tradisional Sumatera Selatan yang telah menjadi warisan budaya dari nenek moyang pada era dahulu. Melansir laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, tarian ini dulunya tidak menggunakan iringan musik, sehingga tari ini dinilai kuno.

Tari Gending Sriwijaya adalah tari tradisional unik Palembang. Biasanya tari tradisional Indonesia yang satu ini ditampilkan untuk menyambut tamu agung seperti kepala negara alias duta besar.

Jumlah keseluruhan penari Tari Gending Sriwijaya ada 13 orang dan semuanya mempunyai peran masing-masing. Ada yang bertindak sebagai pembawa tepak, pembawa payung, penyanyi Gending Sriwijaya, pembawa tombak, serta pembawa peridon.

Tari Rodat Cempako merupakan tari tradisional yang bernuansa Islami. Gerakan dasar tari ini diambil dari Timur Tengah. Tari Rodat Cempako menggunakan tempo yang bergerak dan lincah.

5. Tari Andun, Bidadari Teminang Anak,  Bengkulu

Tari Andun merupakan tari tradisional pergaulan asal Bengkulu. Pada era dahulu, tari ini diselenggarakan sebagai rasa syukur atas hasil panen dan biasa ditemukan pada pesta panen raya.

Kemudian, kegiatan ini banyak diikuti pemuda hingga menjadi arena pencarian pasangan. Sehingga, tari Andun tidak hanya digelar saat panen, tetapi juga ditampilkan dalam kegiatan besar lain seperti pernikahan budaya dan penyambutan tamu.

Tari Bidadari Teminang Anak adalah tarian unik Rejang Lebong, Bengkulu. Tari tradisional Bidadari Teminang Anak mempunyai makna tari bidadari meminang anak.

Tari Bidadari Teminang Anak ditampilkan oleh beberapa wanita dan satu orang di antaranya mengenakan busana berbeda sebagai gambaran seseorang dari bumi yang diangkat menjadi anak.

6. Tari Tandak, Joged Lambak,  Riau

Tari Tandak menggabungkan seni tari dan sastra dalam penampilannya. Tari tradisional ini merupakan jenis tari pergaulan yang kerap dijadikan media mempertemukan pemuda antarkampung.

Tari Tandak umumnya dibawakan oleh empat pasang pasangan laki-laki dan wanita. Iringan musik tarian ini adalah rebana dan akordeon. Selain itu, tarian ini juga diiringi lantunan lagu melayu, syair, dan  pantun.

Tari Joged Lambak adalah tari tradisional unik melayu yang dikenal juga sebagai Joged Dangkung. Tarian ini telah dikenal di kalangan masyarakat kampung nelayan sejak abad ke-17. Tari Joged Lambak dibawakan secara berkelompok yang terdiri dari 4-8 penari laki-laki dan wanita, 1 orang penyanyi, dan 3 orang pemain musik.

7. Tari Zapin, Jogi, Joget Dangong, Kepulauan Riau

Tari Zapin adalah tari persembahan yang erat dengan budaya Islam. Tarian ini diiringi perangkat musik petik gambus dan tiga perangkat musik tabuh gendang mini yang disebut marwas. Tari Zapin mengandung syair-syair lagu yang menyiratkan nilai dakwah.

Tari Jogi merupakan tarian yang masuk sebagai daftar warisan budaya tak benda. Tari tradisional Jogi adalah tarian sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil melaut.

Dilansir dari laman detikcom, tari ini pertama diperkenalkan oleh almarhum Pakcik Basri dan Makcik Normah. Tarian ini umumnya diiringi perpaduan gendang, biola, dan gong.

Tari tradisional berikutnya adalah tari Joget Dangong yang memadukan unsur nyanyian dan tari. Dalam pagelaran tari Joget Dangong, visitor bisa ikut menari berbareng para penari. Iringan musik yang dimainkan ialah tambur, biola, dan gong.

8. Tari Sekapur Sirih, Selampit, Jambi

Tari tradisional Sekapur Sirih menggambarkan ketulusan masyarakat setempat dalam menyambut tamu. Ini mengungkapkan ketulusan, keramah-tamahan, dan sopan santun.

Tari Selampit merupakan tarian pergaulan antarpemuda dan banyak ditampilkan dalam beragam pesta. Pada awalnya, tari tradisional Indonesia yang satu ini dimainkan oleh delapan penari dengan menggunakan sumbu kompor sebanyak delapan tali. Namun, seiring berubahnya zaman, sumbu kompor ini diganti dengan syal agar tarian lebih menarik.

9. Tari Campak, Tari Taber, Tari Kedidi, Bangka Belitung

Tari Campak adalah tari tradisional yang biasanya digelar di kegiatan penyambutan tamu kehormatan dan pesta pernikahan. Tarian ini awalnya berasal dari Kepulauan Riau yang dibawa oleh Nek Campak ke daerah Bangka Belitung. Itulah argumen tari ini dinamakan tari Campak. Tari ini dibawakan secara berpasangan diiringi perangkat musik tradisional dan modern.

Taber adalah tari tradisional Bangka Belitung yang termasuk dalam upacara budaya ritual yang berasal dari suku Lum. Dilansir dari laman pemerintah Bangka.go.id, ritual ini meliputi permohonan kepada roh-roh halus.

Tari Taber dilakukan dengan tujuan menghindari gangguan makhluk halus, menghilangkan Kesialan, serta permohonan agar rejeki alias hasil panen berlimpah.

Tari Kedidi merupakan tari tradisional yang terdiri atas 6-8 orang. Menurut cerita masyarakat,  Tari Kedidi diciptakan oleh seorang laki-laki berjulukan Abu Latief yang hidup dimasa era kesultanan Palembang. Tarian ini diiringi  iringan musik Dambus lagu Setinggi Bawang dipadu dengan pukulan Gendang Seram.

10. Tari Jangget, Melinting, Lampung

Tari Jangget adalah tarian yang umum dipentaskan pada acara-acara budaya di Lampung. Uniknya, jumlah tarian penari Jangget diseimbangkan dengan jumlah penyimbang yang hadir. Penyimbang adalah tokoh budaya yang telah mendapat gelar budaya setempat. Setiap penyimbang bisa memilih penarinya. Kini tari Jangget terdiri atas 4 - 6 orang.

Tari Melinting merupakan tari tradisional Keagungan Keratuan Melinting yang diciptakan oleh Ratu Melinting, ialah Pangeran Panembahan Mas.

Awalnya tari Melinting dipentaskan saat kegiatan Gawi Adat dan hanya ditampilkan di lingkungan balai adat. Namun, sekarang tarian ini dipersembahkan untuk menyambut tamu-tamu besar. Iringan tari tradisional ini berupa tepuk tangan, vokal, dan hentakan kaki penari.

11. Tari Bentang, Tari Ngebaksakeun, Banten

Tari Bentang adalah tari tradisional kreasi modern yang diciptakan oleh pasangan Beni Kusnandar dan Wiwin Purwinarti dari Sanggar Wanda Banten.

Tari Bentang ini awalnya ditampilkan ketika upacara adat, permohonan keberkahan, dan penyambutan tamu penting. Dilansir dari laman Serangkab.go.id, tari tradisional ini menggambarkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Sama halnya seperti Tari Bentang, Tari Ngebaksakeun juga merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari Sikat Trumbu style kabupaten Pandeglang. Tarian ini digunakan sebagai tarian penyambutan. 

12. Tari Topeng, Tari Yapong, Jakarta

Sesuai namanya, tari Topeng adalah tarian yang menggunakan topeng. Topeng yang digunakan para penari dalam tari tradisional ini terkadang sama, kadang juuga berbeda sesuai dengan karakter tokoh. Tari Topeng memadukan unsur musik, teater, dan gerak.

Tari Yapong merupakan tari tradisional unik Jakarta sebagai ungkapan kegembiraan atas kemenangan perjuangan Pangeran Jayakarta.

Nama tarian ini berasal dari bunyi lagu yang dinyanyikan oleh pengiring. Penari Yapong umumnya menggunakan pengembangan dari busana para penari tari kembang topeng Betawi.

13. Tari Jaipong, Merak, Jawa Barat

Tari tradisional Jaipong adalah tarian kreasi baru unik Jawa Barat. Tarian ini terbentuk dari tari Ketuk Tilu, pencak silak, dan tari Tayub.

Nama Jaipong berasal dari senggak (aklamasi) para penabuh gamelan alias karawitan topeng banjet Karawang. Kata Jaipong berasal dari tiruan bunyi perangkat musik pengiringnya.

Tari Merak adalah tarian yang umumnya ditampilkan sebagai persembahan untuk menyambut tamu dan pengantin laki-laki menuju pelaminan.

Tarian ini menyiratkan pesona merak jantan yang mau menarik hati merak betina. Kostum tariannya pun disesuaikan dan dibuat untuk menunjang penampilan layaknya burung merak.

14. Tari Serimpi, Bambangan Cakil, Jawa Tengah

Tari Serimpi adalah tarian tradisional unik Jawa Tengah yang kental dengan nuansa kerajaan. Dahulu tarian ini hanya dipersembahkan di depan raja serta kerabat raja.

Tari Serimpi telah eksis sebelum Kerajaan Mataram Pecah. Pada era kerajaan Mataram, Serimpi berfaedah sebagai tari pengiring benda-benda. Kekhasan dari tari tradisional ini adalah bunyi gending dari gamelan yang mengikuti aktivitas para penari.

Bambangan Cakil adalah tari tradisional Jawa Tengah yang memadukan  unsur teater. Tari tradisional ini mengisahkan pertarungan ksatria dengan buta Cakil yang mengganggunya di petapaan. Akhir dari cerita ini buta cakil meninggal ketika berupaya membunuh ksatria dengan keris.

15. Tari Bedaya, Klana Alus, Yogyakarta

Tari ini merupakan salah satu tari tradisional unik Yogyakarta. Tarian ini berjumlah sembilan orang penari putri. Kekhasan dari tari tradisional ini adalah gerakan-gerakan tari yang sangat lembut dan halus.

Menurut Kitab Wedhapradangga, tari Bedhoyo Ketawang diciptakan oleh raja pertama Kerajaan Mataram, Sultan Agung, berbareng Kanjeng Ratu Kidul.

16. Tari Reog Ponorogo, Remo, Gandrung Banyuwangi,  Jawa Timur

Tari Reog Ponorogo menjadi salah satu contoh tari tradisional Indonesia yang populer. Reog Ponorogo umumnya dipentaskan dalam pernikahan, khitanan, dan hari besar nasional.

Tarian yang erat kaitannya dengan mistik ini terdiri atas beberapa rangkaian tarian pembukaan. Tari pertama biasanya dibawakan oleh 6 - 8 laki-laki gagah berani berpakaian serba hitam dengan muka dipoles warna merah. Kemudian, tarian dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda.

Tari Remo adalah tarian selamat datang yang awalnya ditampilkan pada awal pagelaran ludruk alias wayang kulit. Kekhasan tari tradisional Remo ini terletak pada aktivitas tari yang bertumpu pada kaki.

Gerakan kaki ini juga ditunjang dengan lonceng yang dipasang di pergelangan kaki.  Selain itu, tari Remo menampilkan aktivitas kepala yang menawan, ekspresi wajah, selendang, serta kuda-kuda penari.

Tari Gandrung Banyuwangi berasal dari Kabupaten Banyuwangi. Tari tradisional ini merupakan corak ungkapan kekaguman dan rasa syukur kepada Dewi Sri yang diyakini sebagai Dewi Padi.

Tari Gandrung Banyuwangi ditampilkan secara berkelompok. Meski tidak ada batas jumlah penari, namun jumlahnya haruslah ganjil.

17. Tari Kecak, Legong, Pendet, Bali

Tari Kecak adalah tarian yang berasal dari peninggalan sebelum era Hindu. Awalnya tari Kecak merupakan bagian dari tari Sang Hyang, jenis tari kerasukan roh (kerawuhan).

Dalam dari ini, golongan penari laki-laki bertindak sebagai koor. Namun, sekitar tahun 1935, tari Kecak bukan lagi bagian dari tari Sang Hyang dan menjadi tarian tersendiri dengan lakon cerita Ramayana.

Tari Legong dibawakan oleh dua alias tiga penari wanita. Kata Legong berarti leg yang artinya mobilitas luwes dan gong yang merupakan perangkat pengiringnya.

Tari ini mempunyai hubungan antara keagamaan dan kepercayaan yang berasal dari Keraton Hindu Jawa. Pada abad ke-19, tari Legong menyebar ke luar istana melalui para wanita yang pernah mengajar di istana.

Tari Pendet merupakan tari yang ditampilkan dalam upacara persembahan dan penyambutan kepada dewata yang turun ke dunia. Tari tradisional ini sekarang biasa ditemukan sebagai tarian selamat datang. Meski demikian, nilai religius dan sakralnya tetap terjaga.

18. Tari Perang Nusa Tenggara Timur, Gareng Lameng, Nusa Tenggara Timur

Tari Perang adalah tarian yang merepresentasikan keperkasaan orang NTT sehingga terlihat seperti perang. Penari ini dibawakan oleh para laki-laki yang memainkan senjata.

Tari Gareng Lameng adalah tari tradisional sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tarian ini umum ditemukan pada upacara khitanan.

Tari Gareng Lameng adalah ungkapan emosi senang dari pihak family juga masyarakat, serta angan kepada Tuhan agar anak yang dikhitan selamat lahir batin, serta sukses dalam hidupnya.

19. Tari Mpaa Lenggo, NTB

Tari Mpaa Lenggo merupakan tari tradisional yang sebelumnya hanya dipersembahkan oleh para raja dan ratu di Bima.

Tarian ini sering dipertunjukan pada upacara penyambutan tamu, upacara adat, alias kegiatan krusial kerajaan. Gerakan Tari Mpaa Lenggo merepresentasikan keluwesan dan tingkah laku yang baik dari pemuda dan pemudi di Bima.

20. Tari Monong, Zapin Tembung, Kalimantan Barat

Tari Monong adalah tari tradisional yang ditujukan untuk penolak penyakit. Tujuan dari tarian ini agar penderita mendapat kesembuhan. Dalam tarian ini, penari bertindak sebagai dukun yang membawakan jampi-jampi.

Tari Zapin Tembung merupakan tarian rakyat yang mengisahkan pergaulan para pemuda yang hidup damai. Tarian ini menjadi tari tradisional rakyat yang sering dipertunjukkan lantaran sangat digemari masyarakat.

21. Tari Burung Enggang, Kalimantan Timur

Tari Burung Enggang merupakan tari tradisional unik Suku Dayak Kenyah. Dalam bahasa Dayak Kenyah, tari Burung Enggang biasa disebut dengan tari Kancet Lasan.

Sesuai namanya, tari Burung Enggang menggambarkan burung enggang. Tari tradisional ini menjadi tarian yang wajib ditampilkan dalam setiap upacara budaya Suku Dayak Kenyah.

22. Tari Magunatip, Tari Kancet Ledo, Kalimantan Utara

Tari Magunatip adalah tarian tradisional yang awalnya digunakan sebagai latihan ketangkasan kaki dalam melompat dan menghindari rintangan. Kemudian latihan ketangkasan itu sekarang dijadikan sebuah tarian.

Dikutip laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, tari Magunatip ditampilkan oleh tiga golongan pemain, ialah golongan penjepit kaki dengan menggunakan batang kayu, golongan penari sembari menari juga menghindari jepitan kayu dan golongan pemain musik dengan perangkat musik tradisional Kalimantan Utara berupa gong dan kendang. 

Tari Kancet Ledo bercerita tentang kelembutan seorang gadis yang terlihat seperti angin berdesir yang mengayunkan padi. Para penari tarian ini mengenakan busana budaya Suku Dayak Kenyah dengan rangkaian buket sejumlah burung enggang. 

23. Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu, Kalimantan Selatan

Tari Baksa Kembang merupakan tari tradisional untuk menyambut tamu agung. Tari ini menggambarkan putri-putri remaja yang memetik bunga.

Sesuai namanya, dalam tari Baksa Kembang penarinya membawa seuntai kembang yang kemudian diberikan kepada tamu. Jumlah penarinya dapat lebih dari dua orang.

Tari Radap Rahayu adalah tari tradisional yang umumnya ditampilkan untuk menyambut tamu agung.

Selain itu, tarian ini juga ditampilkan dalam upacara pernikahan. Tari Radap Rahayu ditarikan oleh penari wanita dengan iringan kekuasaan bunyi terompet.

24. Tari Mandau Talawang, Kalimantan Tengah

Tari mandau talawang adalah tarian unik suku Dayak. Dikutip dari laman palangkaraya.go.id, Tari mandau talawang merupakan tarian perang yang dalam gerakannya mengandung atraksi.

Tarian ini juga menggabungkan seni tari yang bagus dalam memainkan senjata Mandau dan talawang (tameng). 

25. Tari Bamba Manurung, Sulawesi Barat

Tari Bamba Manurung merupakan tarian budaya tradisional yang berasal dari daerah Mamuju. Dilansir laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, tarian ini umumnya dilakukan pada acara-acara pesta budaya di Mamuju.

Dalam pagelaran tari ini, para penari memakai busana budaya Baju Badu yang merupakan unik provinsi Sulawesi Barat. 

26. Tari Dana-dana, Gorontalo

Tari tradisional Dana-dana merupakan tarian pergaulan di Gorontalo. Tarian ini tetap eksis sampai sekarang di daerah Gorontalo. Nama tari Dana-dana berasal dari bahasa daerah Daya-Dayango yang berarti menggerakan seluruh personil tubuh sembari berjalan.

27. Tari Dero, Sulawesi Tengah

Tari Dero adalah tari tradisional unik suku Pamona, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Tarian ini merupakan ungkapan sukacita dan rasa syukur atas segala karunia Tuhan.

Tari tradisional ini dibawakan secara massal tanpa memandang status sosial, gender, usia, alias agama. Karena ditampilkan secara massal, tarian ini mempunyai aktivitas yang cukup sederhana. Gerakan tari Dero didominasi aktivitas ayunan tangan ke depan dan kaki ke kiri serta ke kanan.

28. Tari Pakarena, Sulawesi Selatan

Tari Pakarena adalah tari kepahlawanan yang berasal dari Sulawesi Selatan. Tarian yang terdiri atas 12 -20 penari ini biasa dipentaskan pada upacara penyambutan tamu.

Di antara penari tersebut, ada yang berkedudukan sebagai Kapitan dan Malessy (pembantu Kapitan). Tarian tradisional ini terbagi jadi beberapa babak, mulai dari penghormatan kepada Kapitan hingga segmen perang.

29. Tari Dinggu, Sulawesi Tenggara

Tari tradisional Dinggu adalah tarian unik masyarakat Tolaki, Sulawesi Tenggara. Tarian ini mewakili kegiatan masyarakat pada musim panen padi.

Tari Dinggu dibawakan oleh penari laki-laki dan wanita yang biasanya berjumlah 10 orang alias lebih. Tari tradisional Indonesia ini terdiri atas beberapa babak, mulai dari ketika penari memperagakan segmen membawa padi hingga petani menumbuk padi.

30. Tari Kabasaran, Sulawesi Utara

Tari Kabasaran adalah tari keprajuritan unik Minahasa. Tari Kabasaran dikenal juga sebagai tari Kawasaran. Tarian ini dilakukan secara berkelompok dengan iringan tambur alias gong kecil. Tarian ini ditarikan oleh penari yang menggunakan busana merah dengan wajah garang.

31. Tari Cakalele, Maluku

Tari Cakalele merupakan tarian yang terdiri atas lima orang dengan dipimpin seorang kapitang. Tari tradisional ini adalah tarian ritual, biasanya dilaksanakan sebagai bagian dari upacara ritual Buka Kampong dan Tutup Kampong. Busana tari Cakalele berwarna-warna, bernuansa Maluku, serta bertutup kepala cendrawasih.

32. Tari Kapita, Maluku Utara

Tari Kapita adalah tari tradisional perang yang berasal dari ritual masyarakat budaya Kesultanan Tidore. Dikutip detikedu, tujuan dari tari Kapita adalah sebagai perlindungan saat perang dari musuh.

33. Tari Perang Papua, Papua Barat

Tari Perang menyiratkan makna kepahlawanan dan kegagahan masyarakat Papua. Dahulu tari tradisional ini dilakukan untuk memberikan semangat para prajurit yang bakal berperang.

Kini, tari Perang beranjak menjadi tarian pagelaran alias tarian penyambutan. Tari Perang dibawakan oleh penari laki-laki dengan iringan musik tradisional seperti tifa dan perangkat musik tiup seperti kerang.

34. Tari Yospan, Tari Seka, Tari Raimamuna, Papua

Tari Yospan adalah tari pergaulan muda-mudi yang merupakan campuran dari tari Yospan dan Pancar. Iringan musik dalam tari tradisional Indonesia ini adalah gitar, ukulele, tifa, dan bass akustik. Jumlah penari tari Yospan adalah dua kelompok.

Tari Seka adalah tarian tradisional unik Suku Kamoro dari Papua. Tari ini ditampilkan sebagai ungkapan rasa syukur saat panen, dalam upacara pernikahan, dan untuk membangkitkan semangat sebelum berperang.

Keunikan tari ini terletak pada aktivitas yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kamoro, seperti menebang pohon sagu, menangkap ikan, dan mengolah hasil alam.

Tari Raimamuna adalah tari tradisional Suku Ambay di daerah Serki. Tari berkarakter kepahlawanan ini telah dilestarikan secara turun-temurun melalui acara-acara tarian yang setiap kali diselenggarakan.

Dahulu tari Raimamuna ditampilkan ketika sukses pulang dari perang suku. Tarian ini terdiri atas beberapa babak, mulai dari persiapan pasukan perang hingga penghargaan bagi yang membawa korban alias budak usai perang suku. Tarian ini biasa ditampilkan sore alias malam hari secara berkelompok alias massal.

35. Tari Yospan, Afaitaneng, Aniri, Perang Papua, Papua Timur, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan

Tari tradisional Yospan merupakan salah satu tarian pergaulan yang berasal dari campuran dua daerah, ialah Biak dan Yapen-Waropen.

Tari ini diiringi dengan nyanyian dan perangkat perangkat musik yang terdiri dari cuku lele dan gitar yang merupakan perangkat musik yang berasal dari luar Papua.

Tari afaitaneng adalah tari seremoni yang menyiratkan makna kemenangan melawan musuh dengan panah. Tari ini dibawakan selama semalam suntuk pada sore alias malam hari sesudah perang.

Tari Aniri merupakan tari tradisional masyarakat kampung Koakwa, Kabupaten Fak-Fak. Dalam tari tradisional Indonesia ini digambarkan pembebasan seorang anak dari gangguan setan lantaran ditinggalkan oleh orang tuanya. Tarian ini dibawakan oleh penari wanita dan laki-laki dengan iringan Awito Tao dan perangkat musik tifa.

Demikian penjelasan tentang beragam contoh tari tradisional dari beragam daerah di Indonesia. Daftar tari tradisional ini menunjukkan sungguh banyaknya kekayaan budaya Nusantara.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincaimedia Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads