Cara mengatasi kulit bayi mengelupas perlu diketahui dengan baik oleh orang tua. Tujuannya agar kesehatan dan kelembapan kulit Si Kecil tetap terjaga sebaik mungkin.
Kulit bayi biasanya memang tetap sangat sensitif. Ini artinya kulit Si Kecil lebih rentan mengalami kering dan apalagi sampai mengelupas.
Biasanya kondisi ini lebih sering terjadi terutama saat cuaca dingin, setelah mandi terlalu lama, alias akibat paparan udara yang kering. Tapi tak perlu khawatir, Bunda. Kulit kering pada bayi umumnya bukan kondisi yang berbahaya. Terpenting, selalu jaga kelembapan kulit Si Kecil sebaik mungkin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab kulit kering pada bayi
Dikutip dari What to Expect, nyaris sebagian besar bayi bakal mengalami kulit kering sesekali. Paparan suhu dingin dan udara kering dapat mengurangi kelembapan alami kulit. Hal ini bisa memicu kulit anak kering dan mengelupas.
Pun demikian jika bayi sering mandi alias berendam terlalu lama dalam air hangat. Meskipun terasa nyaman dan menenangkan, tapi ini juga rentan membikin kulitnya jadi kering. Kulit bayi juga tetap tipis dan sangat sensitif, sehingga lebih rentan mengalami kering.
Beberapa bayi juga secara genetik condong mempunyai kulit yang lebih kering dibandingkan bayi lainnya, yang berfaedah lapisan pelindung kulit mereka tidak bisa mempertahankan kelembapannya secara efektif.
Seperti apa tampilan kulit kering pada bayi?
"Bayi baru lahir sedang beradaptasi dengan lingkungan luar setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan di dalam cairan ketuban. Jadi, kulit mereka tetap sangat sensitif dan mudah kehilangan kelembapan," kata master anak, Gary Reschak, MD, dikutip dari The Bump.
Kulit kering pada bayi biasanya bakal tampak mengelupas, terasa kasar, serta muncul garis-garis halus. Ini tandanya kulit bayi memerlukan lebih banyak kelembapan.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), area kulit kering bisa muncul di mana saja. Tetapi paling sering ditemukan pada tangan, kaki, wajah, dan bibir.
Kulit yang hanya sedikit kering biasanya tidak terlalu mengganggu bayi. Namun kulit yang sangat kering dapat memicu iritasi, yang membikin bayi jadi menggaruk dan memperparah rasa gatal yang dirasakannya.
Kondisi medis penyebab kulit bayi mengelupas
Meskipun kulit mengelupas pada bayi baru lahir dan bayi merupakan perihal yang normal sampai pemisah tertentu, ada beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan akibat terjadinya perihal tersebut.
Kondisi-kondisi tersebut meliputi:
1. Eksim pada bayi
Dikenal juga sebagai dermatitis atopik, eksim adalah kondisi yang menyebabkan peradangan, kemerahan, dan iritasi pada kulit.
2. Cradle cap
Cradle cap, yang juga disebut dermatitis seboroik, dapat menyebabkan kemerahan, bercak kekuningan dengan lapisan berminyak alias kerak, serta kulit yang bersisik dan mengelupas. Kondisi ini paling sering muncul pada kulit kepala bayi.
3. Dermatitis kontak
Reaksi iritasi dan mengelupas akibat dermatitis kontak terjadi ketika kulit bayi bergesekan dengan pemicu peradangan. Misalnya unsur pewangi, pewarna, alias sabun tertentu.
4. Iktiosis
Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), iktiosis adalah golongan kelainan kulit yang menyebabkan kulit kering dan gatal dengan tampilan bersisik, kasar, dan kemerahan.
Apa perbedaan antara kulit kering dan eksim pada bayi?
Kulit kering dan eksim memang mempunyai beberapa indikasi yang mirip. Hampir semua bayi dengan eksim mempunyai kulit kering, tetapi tidak semua bayi dengan kulit kering mengalami eksim.
Untuk memastikan pemeriksaan masalah kulit pada bayi, sebaiknya selalu konsultasikan dengan master ya, Bunda.
Secara garis besar, berikut beberapa perbedaan antara kulit kering dan eksim pada bayi:
1. Bercak eksim mempunyai tampilan yang lebih khas
Kulit kering biasanya terlihat seperti kasar alias bersisik. Tapi pada kasus eksim, kulit bayi juga dapat mengalami peradangan dan tampak agak kemerahan. Kulit bayi eksim juga dapat muncul bintil-bintil mini berisi cairan yang dapat pecah.
2. Eksim muncul di area yang berbeda
Baik eksim maupun kulit kering dapat muncul pada tangan, kaki, wajah, dan bibir bayi. Namun eksim juga sering berkembang di area yang biasanya tidak rentan mengalami kulit kering, seperti di belakang telinga bayi, kulit kepala, lipatan siku, alias belakang lutut.
3. Eksim tidak hanya kambuh saat cuaca kering
Seperti kulit kering, eksim dapat memburuk akibat cuaca dingin alias kering maupun lantaran mandi dengan air yang terlalu hangat. Tapi pada kasus eksim, Bunda mungkin juga bakal memandang kulit Si Kecil jadi lebih mudah iritasi.
Misalnya lantaran terkena susu, air liur, alias keringat, debu, kena kain yang kasar, serta terpapar sabun alias deterjen tertentu. Perlu diingat, eksim dapat memengaruhi setiap anak dengan langkah yang berbeda.
Cara mengatasi kulit bayi mengelupas
Berikut beberapa langkah mengatasi kulit bayi mengelupas dan kering di rumah, Bunda:
1. Cek suhu air saat mandi
Sebaiknya hindari memandikan bayi terlalu lama di air hangat yang terlalu panas, lantaran ini dapat menghilangkan kelembapan pada kulitnya.
Isi bak mandi dengan air hangat suam-suam kuku, lampau pilih produk pembersih tanpa pewangi dan busa terlalu banyak. Saat mengeringkan tubuh bayi, tepuk-tepuk kulitnya secara lembut menggunakan handuk, jangan menggosoknya.
2. Jaga kelembapan kulit bayi
Oleskan pelembap yang punya tekstur tebal dan kental segera setelah mandi. Jika perlu, ulangi 1-2 kali lagi sepanjang hari.
Pilih krim alias salep yang hipoalergenik dan bebas pewangi. Produk pelembap seperti ini lebih mini kemungkinannya untuk mengiritasi kulit bayi.
Selain itu, pelembap yang pekat juga lebih efektif mengatasi kulit kering dibandingkan losion yang lebih 'ringan'.
3. Pastikan bayi cukup terhidrasi
Pastikan bayi mendapatkan cukup cairan dari ASI dan/atau susu formula. Di usia enam bulan, pemberian air putih juga sebaiknya diperhatikan kecukupannya. Cukup asupan hidrasi dapat membantu menjaga kelembapan kulit bayi dari dalam tubuh, Bunda.
4. Sesuaikan kondisi udara di dalam rumah
Udara panas condong lebih kering, jadi hindari membikin bilik bayi terlalu hangat. Atur suhu ruangan agar tetap sejuk, serta pertimbangkan menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara.
5. Lindungi bayi saat cuaca dingin
Kulit bayi yang terpapar udara dingin dan kering lebih mudah mengalami kekeringan. Sebelum keluar rumah, pakaikan topi dan sarung tangan pada bayi. Lalu oleskan krim alias pelembap terutama di area pipi, yang rentan iritasi.
6. Perhatikan tetesan air liur bayi
Selalu sediakan kain alias handuk mini untuk mengelap air liur yang menetes.
Kelembapan berlebih dari air liur alias hidung yang meler dapat menyebabkan kulit bayi rentan pecah-pecah, terutama saat berada di luar ruangan yang dingin.
7. Pilih busana yang mudah menyerap keringat
Lebih perhatikan lagi bahan busana yang digunakan oleh bayi saat kulitnya sedang kering dan mengelupas. Bahan busana yang kasar dapat menyebabkan gesekan dan memperparah iritasi pada kulit.
Sebaiknya pilih busana berbahan katun, yang umumnya lebih nyaman dan ramah untuk kulit bayi. Tak kalah penting, perhatikan juga detergent yang digunakan untuk mencuci busana Si Kecil. Pilih detergent yang mempunyai formula unik untuk kulit bayi yang sensitif.
Kapan tanda perlu khawatir?
Jika sudah menjaga suhu air mandi, rutin memakaikan pelembap, dan mengurangi paparan udara kering, namun kulit bayi tetap kering mengelupas maka sebaiknya cek ke dokter.
Perhatikan juga, jika bercak kulit kering mulai menyebar, pecah-pecah, alias tampak sangat gatal hingga mengganggu kegiatan harian bayi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan aspek penyebab, master mungkin bakal merekomendasikan losion, sabun, alias sampo unik yang lebih sesuai untuk kebutuhan kulit Si Kecil.
Demikian ulasan tentang cara-cara mengatasi kulit bayi mengelupas dan tanda perlu khawatir. Semoga berfaedah ya, Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·