Jakarta -
Kecerdasan emosional alias emotional quotient (EQ) semakin banyak dibicarakan lantaran berangkaian dengan langkah seseorang memahami dan mengelola perasaan.
Kemauan ini juga dapat membantu seseorang membangun hubungan yang lebih sehat dan menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
EQ tidak hanya tentang bisa mengendalikan emosi, tetapi juga memahami emosi diri sendiri dan membaca emosi orang lain.
Hal tersebut kemudian memengaruhi langkah seseorang berkomunikasi, menghadapi masalah, hingga merespons beragam situasi dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, tingkat EQ seseorang dapat terlihat dari reaksi emosionalnya ketika menghadapi situasi tertentu. Bunda mungkin bisa mengenali mereka dari caranya merespons masalah, menerima kritik, alias menghadapi sesuatu yang tidak sesuai harapan.
Ciri kepribadian orang dengan EQ tinggi dari reaksi emosionalnya
Dalam sebuah tulisan tahun 1998, kepintaran emosional terdiri dari lima komponen yang berbeda. Berikut beberapa reaksi emosional orang dengan EQ tinggi yang dapat Bunda kenali:
1. Kesadaran diri
Dilansir Your Tango, kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami suasana hati, emosi, dan dorongan Bunda, tidak hanya gimana perihal itu memengaruhi Bunda, tetapi juga orang lain.
Ciri-ciri kesadaran diri yang tinggi meliputi kepercayaan diri, penilaian diri yang realistis, dan selera lawakyang merendah.
2. Pengaturan diri
Pengaturan diri adalah keahlian untuk mengendalikan alias mengarahkan kembali impuls dan suasana hati yang mengganggu dan kecenderungan untuk menunda penilaian.
Tanda-tanda pengaturan diri yang perlu diperhatikan dalam diri sendiri meliputi kepercayaan dan integritas, kenyamanan dengan ambiguitas, dan keterbukaan terhadap perubahan.
Orang dengan EQ yang lebih tinggi bakal tetap tenang, dengan sopan meminta izin untuk memproses emosi di lingkungan yang aman.
3. Motivasi
Motivasi adalah semangat untuk bekerja lantaran argumen yang melampaui duit alias status dan kecenderungan untuk mengejar tujuan dengan daya dan kegigihan.
Tanda-tanda utamanya meliputi dorongan kuat untuk mencapai sesuatu, optimisme (bahkan dalam menghadapi kegagalan), dan komitmen terhadap organisasi.
Seseorang dengan EQ tinggi menyadari bahwa tujuan mereka memerlukan tindakan dan keahlian untuk beradaptasi. Jika mau membangun hubungan romantis dengan seseorang, mereka bakal bersikap jelas, konsisten, dan penuh perhatian.
Contoh lainnya, jika mereka mau mengubah karier, mereka bakal secara aktif mencari tahu apa yang dibutuhkan dan mulai bekerja menuju tujuan tersebut daripada hanya berambisi semuanya bakal melangkah dengan baik.
4. Empati
Empati merupakan keahlian untuk memahami susunan emosional orang lain dan keahlian dalam memperlakukan orang sesuai dengan reaksi emosionalnya.
Sebagai contoh, saat seseorang tidak nyaman berada di tengah kerumunan, orang yang mempunyai empati mungkin bakal mengatakan, “Aku tahu rasanya pasti enggak lezat kudu menghadapi orang yang jadi mudah marah saat lapar.”
5. Keterampilan sosial
Terakhir, keahlian sosial merupakan bagian krusial dari kepintaran emosional. Tentu saja, tidak semua orang secara alami berbakat dalam keahlian sosial, tetapi itu tidak berfaedah orang-orang tersebut ditakdirkan untuk mempunyai kepintaran sosial yang buruk.
Hampir setiap orang dapat belajar untuk memperhatikan isyarat sosial dan bereaksi terhadapnya dengan empati.
Dilansir PsychCentral, orang dengan EQ tinggi biasanya bakal mengusulkan pertanyaan terbuka, menjaga kontak mata yang baik, dan mempraktikkan mendengarkan secara aktif.
Cara meningkatkan kepintaran emosional
Sebagian orang terlahir dengan EQ, sementara yang lain dapat mengembangkan keahlian tersebut dengan latihan. Berikut beberapa caranya:
- Kesadaran diri: Pertimbangkan untuk menetapkan waktu alias hari rutin untuk menulis jurnal. Ini memungkinkan Bunda untuk merenungkan gimana berperilaku dalam hubungan dan mencatat hal-hal yang mengganggu.
- Pengaturan diri: Bunda dapat belajar untuk membingkai ulang tantangan sebagai kesempatan yang terselubung dan kegagalan sebagai pengalaman belajar.
- Motivasi: Pertimbangkan untuk meluangkan waktu dan merayakan setiap kemenangan.
- Empati: Cobalah untuk memperhatikan lingkungan sekitar. Lihat apakah Bunda dapat merasakan daya lingkungan sekitar.
- Keterampilan sosial: Berusahalah untuk menempatkan diri dalam situasi baru. Saat melakukannya, cobalah untuk memperhatikan bahasa tubuh dan menjaga kontak mata.
Nah, itulah beberapa karakter kepribadian orang dengan EQ tinggi dari reaksi emosional hingga langkah meningkatkannya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·