5 Batasan dengan Orang Tua yang Justru Bikin Hubungan Makin Dekat

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 508x dilihat
5 Batasan dengan Orang Tua yang Justru Bikin Hubungan Makin Dekat

Bagikan Postingan

5 Batasan dengan Orang Tua yang Justru Bikin Hubungan Makin Dekat/Foto: Magnific/magnific

Semakin dewasa, hubungan dengan orang tua memang bisa terasa sedikit berbeda. Dulu hampir semua keputusan dibicarakan bersama. Sekarang, Anda punya pekerjaan, pasangan, teman, sampai hayat sendiri yang perlu diatur. Di sinilah limitasi dengan orang tua mulai terasa penting. 

Bukan karena Anda tidak sayang, terlebihlagi mau menjauh. Justru, limitasi yang jelas bisa membikin hubungan makin dekat karena Anda dan orang tua sama-sama tahu kapan mesti datang dan kapan memberi ruang.

Dilansir dari Bolde, ini beberapa limitasi yang justru bisa membikin hubunganmu dan orang tua makin dekat.

Tidak Harus Selalu Mengangkat Telepon

Tidak Selalu Mengangkat Telepon/Foto: Magnific

Orang tua menelepon pagi. Siang menelepon lagi. Sore muncul panggilan berikutnya karena mau cerita hal-hal sederhana. Kamu memang menyayanginya, tapi Anda pasti punya hayat sendiri yang membikin Anda tidak selalu bisa mengadopsi telepon.

Tidak apa-apa kok, Beauties. Kamu bisa membalas, “Aku lagi kerja, kelak malam aku telepon.” Peneliti Karen Fingerman dari University of Texas at Austin menyoroti pentingnya anak dewasa statis memiliki hayat sendiri sambil mempertahankan hubungan dengan orang tua. Komunikasi yang teratur dan betah bisa terasa lebih berarti daripada menjawab karena terpaksa.

Berani Menghentikan Topik yang Terus Diperdebatkan

Berani Menghentikan Perdebatan/Foto: Magnific

Soal pasangan, pekerjaan, metode mengasuh anak, maupun keputusan hidup. Kalau topiknya sudah dibahas berkali-kali dan tidak ada yang berubah, Anda tidak mesti terus menjelaskannya.

Kamu bisa mengatakan, “Aku tahu Ibu punya pandangan sendiri, tapi aku tidak mau membahas ini lagi.” Psikolog famili Jeffrey Bernstein menerangkan bahwa rentang dalam hubungan orang tua dan anak dewasa sering terbentuk dari akumulasi masalah kecil yang terus berulang. Jadi, menutup satu topik bukan berarti menutup hubungan.

Membiarkan Orang Tua Mengambil Keputusan Sendiri

Membiarkan Orang Tua Mengambil Keputusan Sendiri/Foto: Magnific

Kadang Anda mau sekali ikut mengatur. “Jangan beli itu", “Jangan pergi sendiri”, “Kenapa nggak pindah saja?”. Niatnya tentu karena khawatir.

Namun, selama keputusan tersebut tidak menyangkut konsekuensi keselamatan yang serius, orang tua statis punya hak menentukan hidupnya. Menurut riset Karen Fingerman, salah satu tantangan dalam merawat orang tua yang menua adalah menyeimbangkan keselamatan dengan otonomi mereka.

Membantu bukan berarti memungut alih semua keputusan. Ada kalanya bentuk sayang justru dengan membiarkan mereka memilih.

Tidak Selalu Membatalkan Rencana demi Orang Tua

Tidak Selalu Ikut Rencana Orang Tua/Foto: Magnific

Ayah bilang sudah seminggu tidak keluar rumah, sementara ibu bilang sudah jarang ada yang datang. Tanpa diminta, Anda langsung merasa bersalah dan membatalkan hajat sendiri.

Padahal, Anda juga punya kehidupan. Kamu bisa berkata, “Minggu aku datang, ya, tapi Sabtu aku sudah ada acara.” Psikoterapis Niro Feliciano menerangkan bahwa limitasi dapat membantu orang tua membangun metode menghadapi kesunyian yang lebih sehat. Dengan begitu, ketika akhirnya bertemu, Anda datang dengan daya yang lebih baik, bukan sambil menghitung kapan mesti pulang.

Mengatakan Apa yang Kamu Butuhkan

Jujur dengan Kebutuhanmu/Foto: Magnific

Ini mungkin bagiankecil yang paling sulit. Kamu ingin ibu selesai membandingkanmu dengan saudara. Kamu ingin ayah bertanya dahulu sebelum memberi nasihat. Atau Anda mau lawatan punya waktu mulai dan selesai yang jelas.

Daripada memendam sampai akhirnya malas bertemu, coba katakan dengan tenang. Memang mungkin terasa kikuk pada awalnya. Namun, percakapan yang tidak betah sekali bisa lebih baik daripada rasa jengkel yang dipendam bertahun-tahun.

Hubungan yang dekat bukan berarti mesti selalu ada untuk mereka. Kamu statis bisa menyayangi orang tua sambil punya waktu sendiri, keputusan sendiri, dan kebutuhan yang perlu dihargai.

Justru ketika limitasi dibuat dengan jelas, hubungan bisa terasa lebih ringan. Kamu tidak lagi datang karena rasa bersalah, dan orang tua pun tidak perlu menebak-nebak apa yang sebenarnya Anda rasakan.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads