5 Cara Mengenalkan Konsep Pagi dan Malam pada Bayi, Bunda Perlu Tahu

Jun 21, 2026 02:30 PM - 1 bulan yang lalu 46160

Bayi baru lahir identik dengan jam tidur yang panjang di hari-hari pertama kelahirannya. Bahkan, mereka kerap tidur di siang hari dan begadang di malam hari.

Namun, bersabarlah, Bunda lantaran masa itu hanya sebentar. Bayi bakal mempunyai pola bangun dan tidur sendiri. Jadi, kapan kita dapat mengharapkan Si Kecil tidur lebih lama di malam hari?

Dilansir Health Service Executive, bayi berumur 3-6 bulan mungkin lebih banyak tidur di malam hari dan mempunyai periode bangun yang lebih lama di siang hari. Mereka biasanya baru mulai tidur sepanjang malam ketika mereka sudah sepenuhnya terbiasa dengan makanan padat (MPASI).


Jadi, ketika saatnya tiba (menginjak usia makan), ada baiknya untuk mengajarkan bayi bahwa malam hari berbeda dengan siang hari sejak awal.

Bagaimana caranya? Simak lima langkah mengenalkan konsep pagi dan malam pada bayi berikut ini!

1. Paparkan bayi pada sinar mentari saat mereka terjaga

Untuk membantu bayi membedakan antara pagi dan malam, paparkan mereka pada sinar mentari tidak langsung saat mereka terjaga di pagi dan siang hari. Misalnya, dengan menempatkan dasar bermain mereka di dekat jendela.

Dikutip dari What to Expect, ini lantaran otak bayi sensitif terhadap sinar mentari dan mengatur perubahan waktu lebih sigap daripada orang dewasa. Studi telah menemukan bahwa memaparkan bayi pada sinar alami (misalnya, gorden jendela terbuka, lampu menyala di rumah, dan lebih banyak jalan-jalan di luar) di siang hari juga membantu meningkatkan perkembangan ritme sirkadian normal.

2. Bantu tidur malam bayi lebih lama

Hingga sekitar usia 12 minggu, bayi baru lahir bakal tidur sekitar 14 hingga 17 jam alias lebih dalam periode 24 jam, dan biasanya bayi pada golongan usia ini bisa tidur lebih lama dalam jangka waktu tersebut. 

Kita bisa batasi tidur siang hingga paling lama dua jam setiap kali. Membatasi tidur siang tidak lebih dari dua jam bakal mendorong bayi untuk tidur tiga, empat, alias lima jam semalaman sejak dini. Mereka juga bakal belajar bahwa tidur panjang ini dikaitkan dengan malam hari, bukan siang hari.

3. Perhatikan tanda-tanda bayi mengantuk

Setiap beberapa jam sekali, perhatikan bayi yang terjaga untuk memandang apakah mereka siap tidur. Tanda-tanda kelelahan mereka mungkin berupa perubahan suasana hati, tatapan mata yang sayu, menggosok mata, alias menguap.

Selain itu, coba menidurkan bayi saat mereka mengantuk, bukan saat mereka sudah betul-betul tertidur, baik untuk tidur siang maupun tidur malam, melatih otak dan tubuh mini mereka untuk akhirnya tertidur tanpa support dan pada waktu yang tepat.

4. Praktikkan kebiasaan tidur yang aman

Tentu saja kita mau bayi tidur nyenyak, tetapi keselamatan adalah yang terpenting. Selalu ikuti pedoman tidur bayi yang aman, ialah menidurkan bayi dalam posisi telentang di atas kasur yang keras hanya dengan seprai yang pas, sendirian, dan tanpa boneka, selimut, alias pelindung ranjang bayi. Ini membantu mencegah Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS).

5. Tetap konsisten

Secara keseluruhan, yang bakal membantu bayi tidur sesuai agenda normal dari waktu ke waktu adalah menjaga rutinitas di siang dan malam hari. “Waktu tidur yang konsisten dengan rutinitas malam yang sederhana adalah yang terbaik,” kata Chee Chun Tan, M.D., seorang mahir paru anak dan ahli tidur di New Jersey.

Rutinitas malam yang dimaksud adalah mandi air hangat, menyusui, membaca kitab alias menyanyikan lagu, lampau ditidurkan di ranjang bayi. Kita perlu menjaga agar semuanya tetap tenang dan tenteram di malam hari.

Untuk waktu tidur siang, kita juga dapat mempunyai rutinitas, baik itu membaca buku, menyalakan mesin white noise, memberi makan alias memberi mereka susu botol.

Memahami tanda-tanda bayi mengantuk adalah perihal yang perlu dilakukan agar Bunda dapat membikin rutinitas tidur yang tepat untuk Si Kecil. Pastikan untuk mengenalkan konsep siang dan malam hari sejak dini, agar jam tidur anak lebih teratur agar kualitas tidurnya terjaga.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya