5 Ciri Kepribadian Orang Yang Rumahnya Selalu Berantakan

May 01, 2026 03:40 PM - 1 jam yang lalu 38

Jakarta -

Bagi sebagian orang, rumah yang rapi menjadi tempat nyaman untuk bekerja dan beristirahat. Tapi bagi orang lain, lingkungan seperti itu bisa terasa membosankan dan tak cocok dijadikan tempat tinggal.

Ya, ada orang yang lebih suka tinggal di lingkungan yang berantakan. Mereka menganggap rumah yang acak-acakan bisa membantu dalam mencari inspirasi bekerja. Namun, ada juga yang memang suka 'kekacauan' di dalam rumah lantaran malas untuk membersihkannya.

"Rumah yang acak-acakan mungkin disebabkan oleh banyak faktor. Jika seseorang tidak membersihkan rumah, itu mungkin berfaedah dia sibuk dan mempunyai sedikit waktu untuk membersihkan. Itu mungkin pertanda bahwa dia mempunyai terlalu banyak peralatan alias mungkin mempunyai anak mini di rumah," kata penulis kitab Everything Psychology Book, Kendra Cherry, MSEd, dilansir Very Well Mind.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tapi perlu diingat, jika rumah memang selalu berantakan, itu juga bisa mengenai dengan kondisi kejiwaan. Orang tersebut bisa saja mengalami depresi alias gangguan penimbunan peralatan (hoarding disorder).

"Rumah yang acak-acakan bisa menjadi tanda masalah kesehatan mental yang lebih serius. Kondisi ini dapat menandakan adanya sesuatu yang lebih dalam sedang terjadi," ujar Cherry.

Ciri kepribadian orang yang rumahnya selalu berantakan

Melansir dari beberapa sumber, berikut beberapa karakter kepribadian orang yang rumahnya selalu berantakan:

1. Cenderung lebih relaks alias santai

Mereka yang tidak terlalu suka kerapian biasanya mempunyai kepribadian yang santuy alias relaks. Alih-alih berfokus pada pencapaian kesempurnaan, mereka lebih tertarik pada ide, pengalaman, dan kreativitas.

2. Memiliki kepribadian kreatif

Penelitian mendukung pendapat bahwa 'kekacauan' juga mempunyai sisi positif. Dalam sebuah studi lama yang diterbitkan di Psychological Science, peneliti menemukan bahwa bekerja di ruang yang rapi dapat mendorong perilaku seperti kemurahan hati dan makan sehat, sedangkan bekerja di lingkungan yang acak-acakan justru bisa menciptakan produktivitas yang lebih besar.

3. Suka mencoba hal-hal baru

Sebuah penelitian menemukan bahwa subjek yang berada di ruangan acak-acakan bisa memecahkan teka-teki dengan lebih sigap dibandingkan mereka yang duduk di ruangan rapi. Ilmuwan Albert Einstein, yang terkenal lantaran kegeniusan, diketahui mempunyai meja kerja yang berantakan.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang di lingkungan yang rapi dan bersih lebih condong berpegang pada hal-hal konvensional, sedangkan orang-orang di lingkungan yang lebih acak-acakan lebih condong menyukai hal-hal baru," ungkap Cherry.

4. Memiliki tingkat stres yang tinggi

Kebiasaan acak-acakan juga mempunyai sisi negatif, Bunda. Para peneliti menemukan bahwa rumah yang acak-acakan terkadang dapat berakibat negatif pada emosi penghuninya. Mereka yang jarang bersih-bersih mungkin mempunyai kualitas hidup yang lebih rendah dan level stres yang cukup tinggi.

5. Suka menganggap remeh sesuatu

Orang yang menyukai ruangan acak-acakan sering kali menganggap remeh sesuatu, misalnya sungguh berharganya waktu. Mereka condong melebih-lebihkan banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan rumah, sehingga enggan melakukannya dengan lebih sering.

Orang dengan kebiasaan ini sering menganggap tugas mini sebagai beban yang besar. Mereka tak mau membuang waktu untuk melakukannya tanpa memperhitungkan akibatnya.

Kapan kudu meminta support ke profesional?

Kebiasaan jarang merapikan rumah bisa saja tanda masalah kesehatan mental. Jika Bunda merasa frustrasi, marah, alias kewalahan lantaran kekacauan dan ketidakrapian, itu adalah tanda jelas bahwa ada sesuatu yang perlu ditangani. Pasalnya, kekacauan terkadang bisa membikin frustrasi.

Nah, jika kita sudah berprasangka bahwa rumah yang acak-acakan mungkin merupakan tanda masalah dalam hidup alias akibat depresi, jangan ragu untuk meminta support ya.

"Seorang konselor, terapis, alias praktisi kesehatan dapat membantu dalam memahami akar masalah dan menyusun rencana tindakan untuk mengatasi masalah tersebut," kata Cherry.

Demikian karakter kepribadian orang yang rumahnya selalu berantakan. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/ank)

Selengkapnya