5 Pengalaman Pertama Anak Yang Bisa Memengaruhi Masa Depannya

Jun 26, 2026 05:10 PM - 4 jam yang lalu 150

Jakarta -

Pengalaman pertama yang dialami anak selama masa tumbuh kembang bukan hanya soal kenangan, Bunda. Berbagai pengalaman tersebut turut membentuk langkah mereka mengenal dunia, membangun hubungan dengan orang lain, hingga menghadapi tantangan saat mereka beranjak dewasa.

Ya, bakal selalu ada momen pertama dalam setiap fase kehidupan anak. Pertama kali masuk sekolah, pertama kali berkenalan dengan kawan baru, hingga pertama menjelajahi tempat-tempat baru. Nah, setiap pengalaman pertama inilah yang bakal menjadi bekal krusial bagi perkembangan mereka di kemudian hari.

Sebagai orang tua, Bunda dan Ayah memegang peranan krusial dalam memberikan dukungan, serta menghadirkan pengalaman yang positif bagi anak sejak dini. Dukungan tak hanya berupa materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan keterlibatan aktif dalam setiap kegiatan Si Kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dilansir laman Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada beberapa tahun pertama kehidupan anak, lebih dari satu juta hubungan saraf terbentuk setiap detik. Itu artinya, masa kanak-kanak awal menawarkan kesempatan krusial untuk membentuk arah perkembangan holistik dan membangun fondasi bagi masa depan mereka.

5 Hal pertama yang dialami anak ini bisa memengaruhi masa depan

Melansir dari beberapa sumber, berikut lima perihal pertama yang dialami anak dan bisa memengaruhi masa depannya:

1. Interaksi pertama dengan orang tua

Menurut ulasan di Center on the Developing Child Harvard University, hubungan pertama anak dengan orang tua memegang peran kunci dalam membentuk 'arsitektur' otak. Interaksi ini dapat mendukung perkembangan keahlian bahasa dan keahlian sosial sejak dini, yang berfaedah sebagai dasar bagi keahlian kognitifnya.

Ya 'arsitektur' otak yang sehat dibangun di atas fondasi yang kuat, ialah hubungan yang stabil, aman, dan penuh support antara anak dan orang dewasa di sekitarnya. Ketika respons orang dewasa terhadap anak tidak konsisten, maka 'arsitektur' otak yang sedang berkembang dapat terganggu, sehingga berpotensi menyebabkan akibat jangka panjang pada kesehatan dan kesejahteraan.

Tak hanya itu. Tidak adanya hubungan timbal kembali secara terus-menerus juga bisa menghilangkan stimulasi positif yang dibutuhkan otak, dan mengaktifkan respons stres dalam tubuh. Interaksi timbal kembali dapat memperkuat sirkuit otak yang merupakan inti dari kesejahteraan emosional dan keahlian sosial anak di usia dini.

2. Kata-kata pertama yang didengar anak

Kata-kata pertama yang didengar anak rupanya mempunyai peran yang sangat krusial dalam proses tumbuh kembangnya. Ucapan penuh kasih sayang, nada bicara yang lembut, serta kata-kata sederhana yang sering diulang dapat menjadi fondasi awal dalam perkembangan bahasa anak.

Dalam jurnal yang diterbitkan di jurnal Neuron tahun 2011 dijelaskan bahwa penelitian tentang pengetahuan saraf dan perilaku menunjukkan bahwa paparan bahasa pada tahun pertama kehidupan, dapat memengaruhi sirkuit saraf otak apalagi sebelum anak mengucapkan kata-kata pertamanya.

Studi sebelumnya juga telah menemukan bahwa percakapan antara orang dewasa dan anak sejak awal tampaknya mengubah otak anak. Menurut para ilmuwan, percakapan timbal kembali sebenarnya lebih krusial bagi perkembangan bahasa daripada kesenjangan kosakata.

3. Pengalaman pertama menghadapi tantangan alias kegagalan

Pengalaman pertama anak dalam menghadapi tantangan alias kegagalan, merupakan salah satu momen krusial dalam proses tumbuh kembangnya. Pada fase ini, pengalaman sederhana seperti belajar melangkah dapat mengajarkan anak bahwa keberhasilan seringkali memerlukan upaya serta proses belajar yang berulang.

Banyak anak dan orang tua berpikir bahwa kegagalan berfaedah mereka tidak cukup baik. Padahal, kegagalan bukanlah akhir, melainkan satu langkah menuju kesuksesan.

Kesalahan dapat dilihat sebagai umpan balik. Ketika sesuatu tidak melangkah dengan baik, itu membantu kita memandang apa yang perlu diubah. Pola pikir ini dapat membantu anak-anak untuk maju alih-alih terjebak dalam situasi yang rumit, Bunda.

Anak-anak yang belajar mengatasi kegagalan juga biasanya bakal bangkit kembali lebih cepat. Mereka bisa tumbuh menjadi pribadi lebih handal secara jiwa dan condong tidak mudah menyerah.

4. Lingkungan awal kehidupan anak

Lingkungan di sekitar anak juga bakal membentuk dirinya di masa depan. Setiap lingkungan ini dipengaruhi oleh kombinasi pengaruh positif dan negatif, yang membentuk perkembangan dan kesehatan anak.

Lingkungan perkembangan dapat mencakup lingkungan hubungan anak, di mana kita memahami pentingnya hubungan responsif antara orang tua dan anak. Sementara itu, lingkungan yang sehat adalah ketika anak terbebas dari kekerasan, polusi, dan stres ekstrem.

Memahami lingkungan awal kehidupan anak sangat krusial bagi orang tua. Selain bisa mengantisipasi risikonya pada perkembangan anak, kita juga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif di awal kehidupan buah hati.

5. Pendidikan awal anak

Pendidikan awal anak merupakan tahap krusial dalam membentuk dasar keahlian kognitif, emosional, dan sosial. Di masa ini, anak-anak mulai belajar mengenal huruf, angka, serta nilai-nilai dasar kehidupan.

Dalam studi di jurnal JAMA Pediatrics tahun 2017, siswa yang mengikuti program pendidikan anak usia awal intensif dari prasekolah hingga kelas tiga, lebih mungkin meraih gelar akademik di sekolah menengah atas. Pengajaran intensif ini dapat mencakup kegiatan membaca dan matematika.

Studi juga mengungkap bahwa program pendidikan anak usia awal yang sukses dapat meningkatkan kesehatan orang dewasa. Tim peneliti mencatat bahwa orang dewasa dengan pendidikan yang lebih rendah lebih condong mengangkat kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan mengalami tekanan darah tinggi, obesitas, dan masalah kesehatan mental.

Membantu anak siap menghadapi setiap momen pertamanya

Dalam perihal ini, orang tua memegang peranan krusial dalam memaksimalkan eksplorasi anak di momen-momen pertama dalam hidupnya. Selain stimulasi dari luar, optimalkan perkembangan anak di masa tumbuh kembanganya dengan pemberian nutrisi seimbang, Bunda.

Asupan gizi yang seimbang menjadi salah satu kunci krusial bagi buah hati, untuk mempersiapkan momen-momen berbobot pertamanya. Nutrisi yang cukup bakal membantu memenuhi kebutuhan daya anak untuk bermain dan beraktivitas, serta berkedudukan dalam mendukung perkembangan otak, pertumbuhan fisik, serta menjaga daya tahan tubuhnya.

Bunda perlu memastikan anak mendapatkan beragam nutrisi, mulai dari protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, hingga mineral, melalui pola makan yang seimbang agar tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal sesuai tahapan usianya.

Selain itu, Bunda juga dapat memberikan susu untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya agar mendukung tumbuh kembang Si Buah Hati. DANCOW Imunutri datang dengan 0g sukrosa dan disertai kombinasi DHA dan unsur besi, untuk untuk mendukung tumbuh kembang optimal. DANCOW juga tinggi bakal Vitamin A, C, E, dan zinc yang tinggi untuk dukung daya tahan tubuh anaK. Dengan kalsium, protein, dan vitamin D, DANCOW juga dapat berkedudukan untuk dukung pertumbuhan Si Buah Hati.

Setiap pengalaman pertama yang dialami buah hati, mulai dari langkah pertama, hari pertama sekolah, hingga pertama kali mencoba perihal baru, merupakan bagian krusial dari proses tumbuh kembangnya. Sejalan dengan semangat "Siap untuk Setiap Pertama", DANCOW Imunutri dapat menjadi pilihan tepat untuk membantu menemani langkah pertama anak menjelajah dunia.

(ank/rap)

Selengkapnya