5 Tantangan Yang Sering Dialami Saat Punya Art Dan Cara Menyikapinya Dengan Bijak

Jun 25, 2026 10:56 AM - 1 jam yang lalu 66

Jakarta -

Bagi banyak family Indonesia, kehadiran pekerja rumah tangga (PRT) alias asisten rumah tangga (ART) bukan lagi sekadar support tambahan, melainkan kebutuhan krusial yang membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan, pengasuhan anak, dan kegiatan rumah tangga sehari-hari. Namun di kembali perannya yang penting, tidak sedikit family yang kudu menghadapi beragam tantangan saat mencari dan mempertahankan pekerja rumah tangga.

Mulai dari pekerja yang berakhir mendadak, standar kerja yang tidak sesuai harapan, hingga masalah kejujuran, beragam persoalan tersebut kerap menimbulkan stres dan mengganggu keseharian keluarga. Fenomena ini bukan sekadar pengalaman individu. Di tengah meningkatnya kebutuhan family modern bakal support tenaga kerja rumah tangga, masalah rekrutmen dan pengelolaan ART tetap menjadi salah satu tantangan yang paling sering dikeluhkan.

5 Persoalan PRT yang paling sering dialami family Indonesia

Berikut sejumlah persoalan mengenai PRT yang kerap dialami family Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Berhenti mendadak tanpa serah terima

Salah satu keluhan yang paling sering dialami family adalah pekerja yang mengundurkan diri secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan yang cukup. Kondisi ini membikin family kudu kembali mencari pengganti dari awal dan mengganggu rutinitas sehari-hari.

2. Standar kerja tidak sesuai ekspektasi

Tidak sedikit family yang mengeluhkan hasil kerja pekerja rumah tangga yang tidak sesuai dengan kebutuhan rumah tangga modern. Mulai dari kebersihan rumah, pengasuhan anak, hingga keahlian mengikuti patokan dan kebiasaan keluarga.

3. Kurangnya keahlian dan pemahaman kerja

Berdasarkan informasi Sakernas Februari 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 28,39 persen pekerja rumah tangga berilmu SMP dan 26,29 persen tidak tamat SD. Perbedaan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja sering kali memunculkan kesenjangan keahlian yang berujung pada miskomunikasi maupun ketidaksesuaian ekspektasi.

4. Masalah kejujuran dan kepercayaan

Banyak family mengaku mempunyai kekhawatiran mengenai keamanan rumah dan personil keluarga, terutama ketika merekrut pekerja melalui jalur informal tanpa proses verifikasi identitas maupun rekam jejak yang jelas.

5. Tingginya pergantian pekerja (turnover)

Pergantian pekerja yang terlalu sering menjadi salah satu tantangan terbesar bagi keluarga. Selain kudu beradaptasi kembali, family juga kudu mengulang proses training dari awal. Di sisi lain, survei menunjukkan sekitar 55 persen pekerja rumah tangga tidak mendapatkan hari libur mingguan dan tetap bekerja tanpa perjanjian yang jelas. Kondisi ini berpotensi memicu kelelahan bentuk maupun mental yang berakibat pada tingginya nomor turnover.

Akar masalah yang sering terabaikan

Menurut informasi Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025, sekitar 28,39 persen pekerja rumah tangga mempunyai tingkat pendidikan terakhir SMP, sementara 26,29 persen lainnya tidak tamat SD. Kesenjangan pendidikan dan keahlian ini berpotensi menimbulkan perbedaan ekspektasi antara family dan pekerja rumah tangga.

Di sisi lain, beragam survei juga menunjukkan tetap banyak pekerja rumah tangga yang bekerja tanpa perjanjian kerja yang jelas serta tidak mendapatkan waktu rehat yang memadai. Kondisi tersebut dapat memicu kelelahan bentuk maupun mental yang berujung pada tingginya nomor perpindahan kerja.

Menurut Cicana, sebagian besar bentrok antara majikan dan pekerja sebenarnya bukan disebabkan oleh niat jelek salah satu pihak, melainkan lantaran proses rekrutmen yang kurang terstruktur, minimnya verifikasi, serta tidak adanya kesepakatan kerja yang jelas sejak awal.

Mencari solusi yang lebih menyeluruh

Cicana memandang bahwa menyelesaikan persoalan PRT tidak cukup hanya dengan mencari pengganti ketika terjadi masalah. Dibutuhkan ekosistem yang mendukung kedua belah pihak agar hubungan kerja dapat melangkah lebih ahli dan berkelanjutan.

Selama tujuh tahun terakhir, Cicana mengembangkan beragam jasa yang dirancang untuk membantu family memperoleh pekerja rumah tangga yang lebih siap kerja sekaligus meminimalkan akibat bentrok di kemudian hari.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya