6 Ciri-Ciri Kamu Hanya Dijadikan “Backburner” dalam Hubungan, Pernah Mengalaminya?

Portal Media Gen Z oleh Waktu baca 6 menit 520x dilihat
6 Ciri-Ciri Kamu Hanya Dijadikan “Backburner” dalam Hubungan, Pernah Mengalaminya?

Bagikan Postingan

Pernah merasa pasangan cuma muncul saat sedang butuh perhatian, lampau menghilang lagi setelah Anda merespons? Bisa jadi Anda sedang berada dalam backburner relationship!

Tapi, gimana langkah mengetahui jika Anda memang sedang diperlakukan seperti backburner? Yuk, kenali beberapa tandanya berikut ini.

Baca juga: Karmic Relationship: Ciri-Ciri, Bahaya, dan Cara Mengatasinya 

Apa Itu Backburner Relationship?

Sumber foto: Pexels

Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, back burner merupakan orang yang mempunyai kesukaan romantis alias seksual, tetapi belum sedang menjalin hubungan dengannya dan tetap dijaga komunikasinya dengan kemungkinan bisa terhubung di masa depan.

Artinya, seseorang bisa saja tetap mengirim pesan, membalas story, alias sesekali membujuk ngobrol, tetapi enggak betul-betul menunjukkan upaya untuk membawa hubungan tersebut ke arah yang lebih jelas.

Menariknya, penelitian tersebut terhadap 376 orang dewasa muda menemukan bahwa seseorang bisa mempunyai lebih dari satu back burner. Komunikasinya juga enggak selalu bernuansa romantis. Bahkan, komunikasi yang terjadi lebih sering berkarakter pertemanan.

Ciri-Ciri Kamu Hanya Dijadikan Backburner

Ciri-Ciri Kamu Hanya Dijadikan BackburnerSumber foto: Pexels

Biar Anda bisa cepet “run” dari hubungan ini, cek yuk beberapa ciri-cirinya!

1. Perhatiannya datang dan pergi

Hari ini dia bisa sangat perhatian dan membikin Anda merasa spesial. Besoknya, dia tiba-tiba dingin alias menghilang tanpa penjelasan.

Pola hot and cold seperti ini bisa membikin Anda terus menebak-nebak sebenarnya dia serius alias enggak. Sesekali mendapat perhatian juga bisa membikin Anda tetap memperkuat meski secara keseluruhan hubungan terasa enggak pasti.

2. Kamu lebih sering memulai komunikasi

Coba perhatikan siapa yang lebih sering mengirim chat terlebih dahulu. Kalau nyaris selalu Anda yang mencari kabar, memulai obrolan, alias membujuk bertemu, sementara dia hanya merespons seperlunya, hubungan tersebut mungkin enggak melangkah seimbang.

Hubungan yang sehat semestinya melibatkan upaya dari kedua pihak, bukan hanya satu orang yang terus berupaya mempertahankan komunikasi.

3. Rencana berjumpa selalu menggantung

Dia mungkin pernah bilang mau bertemu, tetapi ketika waktunya dibicarakan, jawabannya selalu seperti, “Nanti saya kabarin,” “Lagi sibuk minggu ini,” alias “Kayaknya bisa, tapi belum tahu kapan.”

Sibuk memang wajar. Namun, jika pola tersebut terus berulang tanpa pernah ada upaya membikin rencana yang jelas, Anda perlu memandang tindakannya, bukan hanya perkataannya.

4. Dia muncul saat sedang mau perhatian

Salah satu tanda yang cukup terasa adalah dia tiba-tiba muncul setelah lama menghilang. Misalnya, mengirim DM tengah malam, membalas story, alias sekadar bertanya, “Lagi apa?”

Setelah Anda merespons, percakapannya kembali singkat alias apalagi berakhir begitu saja. Kalau pola ini terjadi terus-menerus, bisa jadi dia hanya mau memastikan Anda tetap tersedia.

5. Kamu jarang betul-betul dilibatkan dalam hidupnya

Kamu mungkin tahu banyak tentang kehidupannya dari media sosial, tetapi enggak betul-betul menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya.

Teman-temannya enggak mengenal kamu, kalian jarang menghabiskan waktu bersama, dan hubungan terasa seperti hanya terjadi lewat layar. Ini bisa menjadi tanda bahwa posisi Anda dalam hidupnya memang belum dianggap penting.

Baca juga: Arti Soft Launching Relationship: Cara ‘Halus’ Nunjukkin Sang Pacar 

Kenapa Seseorang Menjadikan Orang Lain “Backburner”?

Kenapa Seseorang Menjadikan Orang Lain “Backburner”?Sumber foto: Pexels

Ada banyak argumen di kembali perilaku ini. Seseorang mungkin memang belum tahu apa yang dia inginkan, tetap nyaman dengan hubungan yang sedang dijalani, alias sekadar mau mempunyai opsi jika situasi berubah.

Keberadaan back burner juga enggak otomatis berfaedah seseorang berencana meninggalkan pasangan utamanya. Penelitian yang mereka telaah menemukan bahwa jumlah back burner enggak berangkaian langsung dengan tingkat komitmen seseorang terhadap pasangan saat ini.

Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa dia pasti bakal memilih Anda pada akhirnya.

Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Apa yang Harus Kamu Lakukan?Sumber foto: Magnific

Kalau beberapa tanda di atas terasa familiar, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri. Coba lihat kembali pola hubunganmu secara keseluruhan. Beberapa perihal yang bisa Anda lakukan:

  • Tanya ke diri sendiri. Apakah komunikasi dengannya membikin Anda merasa dihargai alias justru terus menunggu? Apakah dia menunjukkan upaya yang konsisten?
  • Lihat arah hubungan. Coba pikirkan apakah Anda dan dia punya kemauan yang sama soal hubungan ini alias justru hanya Anda yang berambisi hubungan tersebut berkembang.
  • Bicarakan secara langsung. Kalau Anda merasa bingung dengan sikapnya, enggak ada salahnya menyampaikan perasaanmu. Enggak perlu menuduh, cukup jelaskan apa yang Anda rasakan dan tanyakan gimana sebenarnya dia memandang hubungan kalian.
  • Perhatikan responsnya. Jawaban memang penting, tetapi lihat juga tindakannya setelah percakapan tersebut. Apakah dia mulai menunjukkan upaya alias justru kembali ke pola yang sama?

Hubungan yang sedang berada di “belakang kompor” enggak selalu berfaedah hubungan tersebut pasti berakhir. Dalam hubungan jangka panjang, perhatian memang bisa berkurang lantaran pekerjaan, keluarga, alias beragam kesibukan. 

Mindful Child & Family Therapy, misalnya, menjelaskan bahwa hubungan dapat perlahan kehilangan perhatian ketika pasangan terlalu konsentrasi pada tuntutan hidup lainnya. Yang krusial adalah apakah keduanya tetap mau memperbaiki dan merawat hubungan tersebut.

Namun, jika Anda terus merasa cemas, enggak dianggap, dan hanya mendapatkan perhatian sesekali, mungkin sudah waktunya mengevaluasi posisi Anda dalam hubungan.

Baca juga: Ciri-ciri ‘Cowok Bingung’, Perempuan Perlu Tahu Cara Menghadapinya 

FAQ Seputar Backburner Relationship

Apa itu backburner relationship?

Backburner relationship adalah situasi ketika seseorang tetap menjaga komunikasi dengan orang yang mempunyai potensi hubungan romantis, tetapi tidak memberikan komitmen alias kepastian yang jelas. Orang tersebut seolah tetap “disimpan” sebagai pilihan untuk kemungkinan hubungan di masa depan.

Apa ciri-ciri seseorang menjadikan kita backburner?

Beberapa cirinya adalah komunikasi yang tidak konsisten, sering menghilang lampau muncul kembali, Anda lebih sering memulai chat, rencana berjumpa selalu tidak jelas, dan dia hanya memberikan perhatian sesekali. Kamu juga bisa merasa terus menunggu tanpa tahu sebenarnya hubungan tersebut bakal dibawa ke mana.

Apakah backburner relationship selalu berfaedah selingkuh?

Tidak selalu. Seseorang yang mempunyai back burner belum tentu berselingkuh alias beriktikad meninggalkan pasangannya. Namun, jika komunikasi tersebut disembunyikan dari pasangan dan sudah melibatkan kesukaan romantis alias seksual, situasinya bisa menjadi masalah dalam hubungan.

Kenapa seseorang menjadikan orang lain sebagai backburner?

Alasannya bisa beragam, mulai dari belum percaya dengan perasaannya, takut kehilangan pilihan, merasa nyaman dengan perhatian yang diberikan, sampai belum siap menjalin hubungan serius. Namun, argumen tersebut tidak berfaedah Anda kudu terus menunggu seseorang yang tidak memberikan kepastian.

Bagaimana langkah keluar dari backburner relationship?

Coba komunikasikan posisi dan ekspektasi hubungan secara terbuka. Perhatikan juga tindakan, bukan hanya kata-katanya. Jika setelah dibicarakan dia tetap tidak menunjukkan upaya alias kejelasan, Anda berkuasa menentukan batas dan memilih untuk berakhir menunggu.

—

Kalau Anda suka pembahasan tentang relationship, yuk gabung organisasi Girls Beyond Circle sekarang!

Cover: Magnific

Artikel Lainnya Portal Media Gen Z
↑
Close Right Ads
Close Left Ads