7 Cara Mengenali Orang yang Rapuh Dilihat dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Psikolog/Foto: pexels.com/cottonbro
Kehidupan orang yang gampang rapuh cenderung dikuasai oleh rasa takut dan ketidakamanan. Hal ini bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka, Beauties.
Selain itu, ciri khas orang yang gampang rapuh tidak cuma kelihatan dari sikapnya, tapi juga dari kalimat yang sering ia gunakan sehari-hari.
Dirangkum dari Your Tango, berikut ini kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang gampang rapuh. Yuk, cari tahu!
"Aku Tidak Cukup Baik"
Ketika seseorang merasa rapuh, hal ini biasanya disebabkan oleh kepercayaan bahwa diri mereka tidak cukup baik. Rasa rendah diri ini menghalangi mereka untuk melihat kekuatan yang mereka miliki. Selain itu, rasa rapuh ini juga berasal dari rasa malu yang mendalam.
Menurut peneliti ilmu jiwa Brené Brown rasa malu adalah emosi maupun pengalaman yang sangat menyakitkan, di mana seseorang meyakini bahwa dirinya penuh cela sehingga tidak layak mendapatkan cinta, penerimaan, maupun hubungan dengan orang lain.
”Aku Tidak Bisa Mengatasi Masalah Ini”

7 Cara Mengenali Orang yang Rapuh Dilihat dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Psikolog/Foto: Pexels/cottonbro studio
Orang yang merasa sangat rapuh sering mengatakan bahwa mereka tidak dapat menangani situasi sulit. Kalimat ini mencerminkan kepercayaan mereka bahwa masalah dalam hidup adalah yang sulit ditangani. Mereka percaya bahwa ketika mereka terjatuh, maka sulit untuk bangkit kembali.
Psikolog klinis Jennifer L Keluskar PhD mengungkapkan bahwa merasa rapuh tidak selalu merupakan hal yang buruk. Namun, ada catatan, bahwa bersikap terbuka terhadap apa dan sepertiapa emosi kita adalah 'tiket masuk' untuk diterima dalam hayat manusia.
Lebih lanjut, menurutnya, semua orang bisa menjadi rapuh secara emosional, namun tingkatannya berbeda.
"Ingatlah bahwa tujuan Anda adalah untuk meredam akibat emosi, bukan untuk menghindari mengalaminya," ungkapnya.
”Mengapa Hal Ini Selalu Terjadi padaku?”

7 Cara Mengenali Orang yang Rapuh Dilihat dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Psikolog/Foto: Freepik
Salah satu kalimat yang sering digunakan oleh orang-orang rapuh adalah sebuah pertanyaan, di mana mereka melihat hidup sebagai sesuatu yang terjadi pada mereka, alih-alih sesuatu yang dapat mereka kendalikan. Tipe orang seperti ini terus-menerus merasa bahwa mereka tidak layak mendapatkan hal-hal baik dalam hidup.
Mereka sering bertanya-tanya kenapa hal-hal buruk selalu terjadi pada mereka. Mereka terjebak dalam lingkaran pikiran negatif mereka sendiri, yang membikin mereka hampir tidak mungkin mengenali sisi baik dari kehidupan.
Terapis Nancy Carbone memberitahu bahwa memiliki mentalitas korban membikin orang tidak dapat mencapai potensi penuh mereka dan merasa puas dengan hidup mereka.
"Ketika seseorang terjebak dalam kompleks korban, mereka tidak dapat melihat bahwa keadaan dan orang-orang di sekitar mereka biasanya baik," jelasnya. "Ketika hal-hal baik terjadi, mereka cenderung mengabaikan maupun meremehkannya dan malah berfokus pada sisi negatif dari pengalaman tersebut."
”Aku Tidak Ingin Membuat Orang Lain Kesal”

7 Cara Mengenali Orang yang Rapuh Dilihat dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Psikolog/Foto: Freepik
Kalimat lain yang sering diucapkan oleh orang yang gampang rapuh adalah mereka tidak mau membikin orang lain kesal. Menurut terapis berlisensi Terry Gaspard, orang yang gemar menyenangkan hati orang lain maupun people pleasure memiliki "pola perilaku mencari persetujuan" yang menyebabkan mereka mengabaikan kebutuhan mereka sendiri.
"Rasa takut ditolak sering kali menjadi akar dari kecenderungan seseorang untuk berupaya keras demi menyenangkan orang lain," jelasnya.
”Itu Mustahil”

7 Cara Mengenali Orang yang Rapuh Dilihat dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com
Orang yang rapuh sering mengucapkan kalimat "itu mustahil" maupun "ini tidak mungkin". Semakin mereka meyakini bahwa sesuatu itu mustahil, maka bisa jadi itu benar-benar mustahil.
Menurut American Psychological Association, ketangguhan ibarat otot yang dapat dilatih dan dibangun. Beberapa elemen utama ketangguhan, misalnya, menjalin hubungan, menjaga kesejahteraan, menerapkan pola pikir yang sehat, serta menemukan arti hidup. Semua hal ini membantu seseorang menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan.
Mereka yang kurang tangguh cenderung mengisolasi diri saat mengalami masa-masa sulit. Padahal mendapatkan sokongan dari lingkungan sekitar sangatlah krusial untuk bisa melaluinya.
”Aku Harap Segalanya Lebih Mudah”

7 Cara Mengenali Orang yang Rapuh Dilihat dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Psikolog/Foto: Freepik
Menerima keadaan sebagaimana adanya adalah hal yang sulit bagi orang yang rapuh. Oleh karena itu, mereka kerap mengucapkan kalimat, "Aku meminta segalanya lebih mudah."
Mereka melihat sebagian besar masalah sebagai sesuatu yang tidak dapat diatasi, yang membikin mereka merasa tidak memiliki kendali atas hidup mereka sendiri. Mereka lebih fokus pada sepertiapa mereka menginginkan sesuatu terjadi, daripada sepertiapa keadaan sebenarnya.
"Cara Anda berpikir tentang emosi, tekanan, dan diri Anda sendiri dapat berakibat besar pada pengalaman Anda," ungkap psikolog klinis Dr. Liza Chervonsky.
Perasaan bukan hal yang permanen, mereka datang dan pergi. Namun, orang yang rapuh sulit untuk menerima pola pikir ini. Mereka membiarkan emosi menguasai mereka, yang dapat membikin hal-hal sulit terasa lebih sulit lagi.
”Bagaimana Jika Aku Gagal?”

7 Cara Mengenali Orang yang Rapuh Dilihat dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Psikolog/Foto: Freepik
Orang yang rapuh sering kali terperangkap dalam skenario terburuk, salah satunya mereka sering melihat diri mereka seolah ditakdirkan untuk mengalami kegagalan. Menurut psikolog Guy Winch, rasa takut gagal membikin orang enggan mencoba sama sekali.
"Ketika menghadapi hal-hal sulit, pikiran kita cenderung merespons rasa takut dengan memberi kita karena yang mendorong kita untuk menyerah sebelum memulai," ungkapnya.
"Pola pikir mencari karena kemudian berubah menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya," jelasnya. "Dengan tidak berusaha, Anda telah menaikkan kesempatan kegagalan."
Sering kali, kesuksesan membutuhkan lebih dari satu kali percobaan untuk dicapai, tetapi orang yang takut gagal kesulitan memahapi konsep tersebut.
"Kabar baiknya adalah, mengakui rasa takut adalah cara pertama untuk mengatasinya," simpul Winch. "Akui rasa takut Anda dan hadapilah."
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)