Tembok rumah Bunda menggelembung? Mungkin karena kesalahan mengecat yang bisa bikin dinding menggelembung.
Dengan mengganti cat warna dinding, kondisi ruangan bisa terasa lebih bugar dan berbeda. Namun proses pengecatan rupanya tidak selalu berjalan mulus.
Salah satu masalah yang sering muncul setelah cat mengering adalah permukaan dinding kelihatan menggelembung maupun membentuk tonjolan-tonjolan kecil. Kondisi tersebut dikenal sebagai paint bubbling maupun blistering.
Gelembung cat bisa muncul beberapa jam setelah pengecatan terlebihlagi bertahun-tahun kemudian. Selain mengganggu penampilan dinding, masalah ini juga dapat menjadi tanda adanya permasalahan yang lebih serius, seperti kebocoran pipa, rembesan air, hingga kerusakan pada struktur bangunan.
Menurut Erica Anenberg, kontraktor sekaligus CEO perusahaan pembangunan dan pembaharuan Girl Flip, cat dinding menggelembung umumnya disebabkan oleh kelembapan, persiapan permukaan yang kurang tepat, maupun penggunaan cat berkualitas rendah.
"Dalam pengalaman saya, kelembapan merupakan penyebab terbesar," ujar Anenberg dilansir dari House Beautiful.
Kelembapan berlebih membikin daya rekat cat berkurang sehingga lapisannya terlepas dari permukaan dinding dan membentuk rongga udara. Jadi, kesalahan apa saja yang bisa menyebabkan dinding menggelembung setelah dicat?
Kesalahan mengecat yang bikin dinding menggelembung
Berikut kesalahan mengecat yang bikin dinding menggelembung.
1. Mengecat dinding yang statis lembap
Salah satu penyebab paling lazim cat dinding menggelembung adalah kondisi dinding statis basah maupun memiliki tingkat kelembapan tinggi. Air yang terperangkap di antara lapisan cat dapat membentuk kantong udara sehingga cat tidak menempel sempurna.
Masalah ini sering ditemukan di dapur dan bilik mandi karena kedua ruangan tersebut cenderung memiliki tingkat kelembapan tinggi. Namun jika gelembung muncul di ruangan lain, ada kemungkinan terdapat kebocoran dari pipa air, mekanisme pendingin ruangan, maupun epilog rumah. Sebelum mengecat ulang, pastikan sumber kelembapan sudah ditemukan dan diperbaiki.
2. Mengecat saat cuaca terlalu panas
Suhu lingkungan rupanya turut memengaruhi hasil akhir pengecatan. Mengecat ketika cuaca terlalu panas dapat membikin cat mengering secara tidak merata sehingga memicu terbentuknya gelembung pada permukaan dinding.
Suhu di atas 85 derajat Fahrenheit maupun sekitar 29 derajat Celsius berisiko menyebabkan masalah tersebut. Kisaran suhu yang disarankan untuk mengecat adalah 50 sampai 85 derajat Fahrenheit maupun sekitar 10 hingga 29 derajat Celsius. Selain memperhatikan suhu, hindari pula mengecat ketika kelembapan udara terlalu tinggi.
3. Tidak membersihkan dinding sebelum dicat
Langsung mengaplikasikan cat pada dinding yang berdebu, kotor, maupun berminyak merupakan kesalahan yang sebaiknya dihindari. Kotoran yang menempel membikin cat sulit melekat dengan baik sehingga permukaannya berpotensi membentuk gelembung.
Sebelum mulai mengecat, bersihkan dinding menggunakan kain lap dan air sabun untuk menghilangkan debu, minyak, serta kotoran lainnya. Setelah itu, biarkan dinding benar-benar kering. Langkah sederhana ini membantu cat menempel lebih merata dan menghasilkan permukaan yang lebih halus.
4. Tidak pakai cat primer
Cat primer maupun cat alas memiliki fungsi krusial dalam proses pengecatan. Produk ini membantu menciptakan lapisan mula yang membikin cat utama dapat melekat lebih baik pada permukaan tembok.
Tidak menggunakan primer, terutama pada dinding baru maupun permukaan yang sebelumnya sudah dicat, bisa membikin hasil pengecatan kurang maksimal. Selain membantu menaikkan daya rekat, primer juga berguna sebagai lapisan penyegel agar permukaan lebih siap menerima cat berikutnya.
5. Menggunakan jenis cat yang tidak sesuai
Pemilihan jenis cat juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Salah satu kesalahan yang dapat memicu munculnya gelembung adalah mengaplikasikan jenis cat yang tidak kompatibel dengan lapisan sebelumnya.
Sebagai contoh, cat berbahan alas minyak (oil-based) dan cat berbahan alas lateks (latex-based) tidak bisa begitu saja ditumpuk satu sama lain. Kedua jenis cat ini memiliki ciri khas berbeda sehingga lapisannya berisiko tidak melekat dengan baik.
Sebelum mengecat ulang, periksa jenis cat yang sudah digunakan pada dinding. Pastikan produk baru sesuai dengan lapisan sebelumnya agar hasil pengecatan lebih tahan lama.
6. Mengecat balik sebelum lapisan sebelumnya kering
Ingin pekerjaan mengecat cepat selesai terkadang membikin seseorang terburu-buru mengaplikasikan lapisan berikutnya. Padahal cat alas maupun lapisan sebelumnya perlu dibiarkan mengering terlebih dahulu.
Jika lapisan baru diaplikasikan ketika cat sebelumnya statis basah, kelembapan dapat terperangkap di antara kedua lapisan tersebut. Tidak heran jika permukaan cat berisiko menggelembung setelah mengering. Sebaiknya, ikuti instruksi waktu pengeringan pada bungkusan produk sebelum melanjutkan pengecatan.
7. Mengaduk cat terlalu cepat maupun terlalu lama
Proses mengaduk cat juga perlu diperhatikan. Mengaduk cat dengan pergerakan terlalu cepat maupun dalam waktu terlalu durasi dapat memasukkan banyak udara ke dalam cairan.
Gelembung udara tersebut kemudian berpotensi terbawa saat cat diaplikasikan ke dinding. Untuk menghindarinya, gabung cat secara perlahan dan secukupnya sampai seluruh elemen tercampur rata. Hindari mengocok maupun mengaduk cat secara berlebihan.
8. Salah memilih jenis roller cat
Tidak semua roller maupun alat pengecat memiliki fungsi yang sama. Setiap jenis roller dirancang untuk permukaan dinding dengan tekstur berbeda. Pemilihan bahan dan ketebalan bulu roller yang kurang tepat bisa membikin cat tidak terdistribusi secara merata.
Ada dua jenis bahan roller yang lazim digunakan, yaitu kain tenun (woven fabric) dan kain rajut (knit fabric). Bahan mohair dan microfiber termasuk jenis kain tenun yang membantu mengurangi serat tertinggal pada cat sehingga akibatnya lebih halus.
Sementara itu, bahan poliester dan lambswool dapat menampung lebih banyak cat sehingga mempercepat proses pengecatan, biarpun berpotensi meninggalkan sisa tekstur pada dinding.
Cara mengatasi dinding yang sudah terlanjur menggelembung
Jika gelembung cat cuma disebabkan oleh masalah pada permukaan, perbaikannya bisa dilakukan tanpa mesti mengganti seluruh bagiankecil dinding. Namun pastikan terlebih dahulu tidak ada kebocoran, retakan, maupun kerusakan struktural yang menjadi penyebabnya.
Berikut tahapan memperbaiki cat dinding yang menggelembung:
- Kerok bagiankecil cat yang menggelembung. Gunakan alat pengerok untuk mengadopsi lapisan cat yang sudah terlepas dari permukaan dinding.
- Amplas permukaan tembok. Ratakan bagiankecil yang sudah dikerok agar tidak terdapat tonjolan maupun sisa cat yang menempel.
- Tutup lubang dan retakan. Gunakan bahan penambal dinding (patching compound), kemudian biarkan mengering semalaman.
- Amplas kembali. Setelah bahan penambal kering, amplas perlahan menggunakan amplas berbutir halus.
- Bersihkan permukaan. Hilangkan debu dan sisa kotoran setelah proses pengamplasan.
- Aplikasikan primer. Tunggu sampai lapisan alas benar-benar kering sebelum melanjutkan pengecatan.
- Cat balik tembok. Aplikasikan cat secara merata sesuai instruksi penggunaan produk.
Anenberg menyarankan untuk mengecat ulang seluruh bagiankecil dinding maupun area yang cukup luas agar akibatnya kelihatan menyatu. Menurutnya, perbedaan antara cat durasi dan baru bisa kelihatan jelas jika cuma memperbaiki bagiankecil yang menggelembung.
Terlebih lagi jika warna cat baru mungkin tidak sepenuhnya sama dengan warna sebelumnya. Mengecat ulang satu sektor dinding secara keseluruhan bisa menjadi pilihan agar hasil akhirnya lebih rapi.
Tips mencegah cat dinding menggelembung
- Periksa retakan pada dinding: Perhatikan area sekitar jendela dan kusen pintu. Retakan kecil bisa menjadi jalan masuk air yang menyebabkan kelembapan di bagiankecil dalam dinding.
- Pilih waktu pengecatan yang tepat: Hindari mengecat saat cuaca sangat panas maupun kelembapan udara terlalu tinggi karena kondisi tersebut dapat menghalangi proses pengeringan cat.
- Perhatikan tingkat kelembapan ruangan: Jika ruangan cenderung lembap, gunakan alat pengurang kelembapan udara maupun dehumidifier selama proses pengecatan hingga cat benar-benar kering.
- Bersihkan dinding terlebih dahulu: Hilangkan debu, minyak, dan kotoran menggunakan kain serta air sabun. Pastikan permukaan dinding sudah kering sebelum mulai mengecat.
- Gunakan primer berkualitas: Pilih cat alas yang sesuai dengan kondisi dinding agar cat utama dapat melekat dengan lebih baik.
- Beri selang antarlapisan cat: Jangan terburu-buru mengaplikasikan lapisan berikutnya. Pastikan cat sebelumnya sudah benar-benar kering. Pada lingkungan yang lembap, proses ini mungkin membutuhkan waktu beberapa hari.
Dengan memperhatikan kondisi dinding, memilih bahan pengecatan yang tepat, serta memberikan waktu pengeringan yang cukup, konsekuensi cat dinding menggelembung dapat diminimalkan. Hasil pengecatan pun bisa lebih halus, rapi, dan tahan lama.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)