Jakarta -
Dalam keseharian, tidak semua orang menunjukkan ketulusan dengan jelas melalui kata-kata. Ada orang yang lebih suka menunjukkan ketulusannya dari sikap alias kebiasaan sehari-hari, Bunda.
Mengenali orang yang tulus krusial lantaran bisa membantu kita dalam membangun hubungan yang lebih sehat. Kita juga bisa menjadi lebih bijak dalam memilih lingkungan pertemanan agar terhindar dari kawan yang toxic.
Ada langkah untuk mengenali orang tidak tulus dari kesehariannya. Simak caranya berikut ini ya!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara mengenali orang tidak tulus
Melansir dari laman Entrepreneur, berikut sembilan langkah mengenali orang yang tidak tulus dari kebiasaannya:
1. Sering terlihat sangat percaya diri
Orang yang tidak tulus biasanya suka pamer, Bunda. Mereka mempunyai pendapat yang 'tinggi' tentang diri mereka sendiri dan mau memastikan semua orang di sekitar memandang sungguh hebatnya mereka.
Orang-orang ini juga suka memandang orang lain lebih rendah. Mereka sering berlagak, membual, dan tidak tahan ketika orang lain mempermalukan mereka. Mereka suka tampil sangat percaya diri untuk menutupi kekurangan, dan tidak berani memandang terlalu dalam ke dalam diri mereka sendiri. Seseorang yang tidak tulus berupaya menyembunyikan kekurangan mereka dan membangun gambaran diri agar terlihat baik di mata orang lain.
2. Bersifat manipulatif dan suka menghakimi
Mereka yang tidak tulus condong suka menghakimi orang lain. Mereka bakal terus berupaya untuk unggul alias mendapatkan pengakuan dari orang lain dengan memanipulasi orang-orang di sekitar.
Energi mereka terfokus pada membangun diri sendiri dan menjatuhkan orang lain. Jika merasa terancam alias diabaikan, mereka bakal melakukan apa pun untuk mengalihkan perhatian kembali kepada diri sendiri alias menangkis akibat negatif yang mungkin mereka hadapi.
3. Tidak mengungkapkan emosi secara bebas dan jelas
Orang yang tidak tulus biasanya tidak tahu gimana mengatasi emosi diri sendiri, sehingga mereka sering bersikap garang terhadap orang lain. Hal itu dilakukan sebagai langkah untuk menutupi emosi mereka sendiri, Bunda.
Orang-orang ini biasanya tidak memahami makna menjadi diri sendiri, sehingga mereka suka lari dari masalah. Mereka tidak bisa mengungkapkan emosi yang sebenarnya lantaran telah memutus hubungan dengan emosi alias lantaran takut dengan corak emosi yang mungkin ditemukan dalam diri.
4. Memiliki persepsi yang tidak realistis
Orang yang tidak tulus biasanya mempunyai persepsi yang tidak realistis dalam memandang sesuatu. Misalnya, mereka lebih tertarik mengumpulkan 'hal-hal' yang bisa mereka pamerkan daripada berupaya mengembangkan hubungan yang langgeng dan berarti dengan orang lain.
Orang-orang ini biasanya hanya memandang segala sesuatu dari permukaan, sehingga pandangan mereka terhadap bumi pun terbatas. Mereka konsentrasi pada apa yang orang lain dapat lakukan untuk mereka dan sering kali membikin keputusan berasas persepsi yang keliru.
5. Tidak tertarik belajar dari kesalahan
Orang yang tidak tulus berfokus pada upaya membikin diri mereka terlihat baik. Mereka tidak terlalu peduli dengan kualitas karakter diri sendiri, sehingga enggan memperbaiki diri alias menjadi lebih baik.
Mereka kesulitan mengakui kegagalan alias kesalahan apa pun. Dalam banyak kasus, orang yang tidak tulus suka menyalahkan orang lain alias membikin alasan. Mereka tidak bakal pernah betul-betul belajar dari kesalahan, sehingga seringkali jauh dari kata 'sukses'.
6. Suka mencari perhatian dan selalu berupaya menyenangkan orang lain
Suka mencari perhatian dan selalu berupaya menyenangkan orang lain adalah salah satu kebiasaan orang tidak tulus, Bunda. Orang-orang ini rela melakukan dan mengatakan apa pun dalam upaya mereka untuk mendapatkan persetujuan, pengakuan, alias kasih sayang dari orang lain.
Setiap kebaikan alias keramahan yang mereka tunjukkan kepada orang lain biasanya hanya sandiwara. Sikap tersebut kemungkinan besar dirancang untuk memanipulasi orang lain dalam skema yang lebih luas, yang memberi mereka keuntungan.
7. Tidak konsisten
Salah satu karakter orang yang tidak tulus adalah kurangnya nilai-nilai inti dan ketidakmampuan untuk tetap konsentrasi dan berada di jalur yang benar. Mereka sering berpindah-pindah dari satu perihal ke perihal lain alias tidak pernah betul-betul memberikan yang terbaik untuk satu hal.
Orang-orang ini sering melewatkan tenggat waktu dan membikin argumen alias menyalahkan orang lain, tetapi sebenarnya semua itu disebabkan lantaran mereka tidak konsisten. Akibat kebiasaan dan sikap tersebut, mereka bakal meninggalkan kekacauan besar yang merugikan banyak orang.
8. Memiliki selera lawakyang kasar alias sarkastik
Seseorang yang tidak tulus suka menyimpan rasa dendam dan kemarahan terhadap orang-orang di sekitarnya. Mereka memandang bumi melalui lensa sinis lantaran mereka tidak mempercayai siapa pun, Bunda.
Mereka merasa lebih mudah untuk merendahkan orang lain melalui sindiran kasar alias lelucon sarkastik daripada menggunakan lawakyang merendahkan diri sendiri. Selera lawakini mungkin membikin mereka tampak cerdas, tapi sebenarnya itu dilakukan hanya untuk menutupi rasa tidak kondusif dan kecemasan.
9. Suka mengisolasi diri dalam kelompok
Orang yang tidak tulus sering memanfaatkan situasi. Mereka mencari langkah untuk memengaruhi orang lain melalui penggunaan emosi, alih-alih menggunakan logika alias penalaran intelektual.
Dalam sebuah kelompok, orang-orang ini seringkali mengisolasi diri untuk memberikan tekanan kepada orang lain. Mereka mau orang lain menyesuaikan diri dengan ide-ide mereka. Untuk mencapai perihal tersebut, banyak di antaranya menggunakan langkah licik dengan memanipulasi kendali.
Demikian sembilan langkah mengenali orang tidak tulus dari kesehariannya. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·