9 Ciri Kepribadian Orang Yang Jarang Aktif Di Grup Whatsapp, Ternyata Punya Eq Tinggi

Jun 25, 2026 06:50 AM - 2 jam yang lalu 114

Jakarta -

Di era komunikasi serba sigap seperti sekarang, percakapan di grup WA seakan melangkah tanpa henti. Namun, ada saja orang yang lebih memilih tak bersuara dan jarang ikut merespons.

Sikap seperti ini membikin mereka tampak tidak peduli alias kurang terlibat dalam obrolan. Tetapi sebenarnya, tidak semua orang nyaman kudu selalu aktif dalam percakapan.

Sebagian dari mereka justru lebih memilih mengawasi dengan tenang sebelum menanggapi. Menariknya, kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan karakter kepribadian seseorang, Bunda. Bahkan, beberapa di antaranya menggambarkan dia mempunyai tingkat Emotional Question (EQ) tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

9 karakter kepribadian orang yang jarang aktif di grup WhatsApp

Ada beberapa karakter kepribadian orang yang jarang aktif di grup WhatsApp. Berikut penjelasan selengkapnya yang dikutip dari laman Your Tango.

1. Peka terhadap alur percakapan dalam grup

Orang yang jarang aktif di grup WA bukan berfaedah tidak peduli. Justru mereka condong lebih banyak mengawasi alur percakapan sebelum ikut terlibat.

Mereka tahu kapan waktu yang tepat untuk berbincang dan kapan sebaiknya menunggu. Orang yang mempunyai kepekaan seperti ini biasanya juga mempunyai kepintaran emosional yang tinggi lho, Bunda.

2. Lebih mendengarkan daripada berbicara

Berpikir sebelum berbincang membikin mereka lebih banyak mengawasi daripada langsung merespons. Mereka meluangkan waktu untuk betul-betul mengerti perspektif pandang orang lain sebelum ikut memberikan pendapat.

Meski terlihat pasif dalam obrolan grup, mereka sebenarnya tetap mengikuti percakapan dengan baik. Hanya saja, langkah berkontribusi tidak secepat alias sespontan orang lain.

3. Pintar dalam memilih kata-kata

Mereka yang jarang aktif di grup WA tidak terburu-buru ikut berbicara, Bunda. Mereka memilih tak bersuara sampai betul-betul merasa punya perihal yang tepat untuk disampaikan.

Dengan langkah ini, mereka punya waktu lebih untuk memilih kata yang pas agar tidak menimbulkan salah paham. Karena tidak terburu-buru, respons yang diberikan biasanya lebih tenang dan mudah diterima oleh orang lain.

4. Tidak mudah terpengaruh tekanan dari orang lain

Karena mempunyai ketahanan emosional yang tinggi, orang dengan EQ tinggi tidak mudah terpengaruh oleh tekanan dari orang lain. Mereka condong lebih dulu menilai apakah percakapan tersebut perlu diikuti alias tidak.

Jika dirasa tidak sehat alias kurang bermanfaat, mereka bakal memilih untuk tak bersuara dan menjaga jarak dari pembicaraan itu.

5. Mengetahui perubahan yang terjadi di sekitar

Orang yang jarang aktif di grup WA mempunyai rasa empati yang cukup tinggi. Saat memilih diam, mereka tetap memperhatikan jalannya percakapan yang terjadi di dalam grup.

Tidak hanya itu, mereka lebih peka terhadap nada bicara, pilihan kata, alias suasana obrolan yang mulai berubah. Karena itu, mereka sigap menyadari jika ada personil grup yang tidak nyaman.

6. Mampu memahami makna dari percakapan

Kesalahpahaman saat berganti pesan di WA alias media sosial memang cukup sering terjadi. Bukan tanpa alasan, ini lantaran pesan tidak bisa menampilkan bahasa tubuh, ekspresi wajah, alias nada bicara seseorang.

Orang yang punya kepintaran emosional tinggi bisa dengan mudah mengerti makna yang tidak tertulis dalam sebuah pesan. Mereka peka ketika ada sesuatu yang berbeda meskipun hanya lewat obrolan.

7. Memperhatikan setiap pesan

Saat obrolan grup sedang ramai, tidak sedikit orang yang lebih konsentrasi menyampaikan pendapatnya sendiri. Akibatnya, pesan alias pendapat orang lain terlewat begitu saja.

Berbeda dengan orang yang mempunyai EQ tinggi, mereka tetap memperhatikan setiap pesan yang masuk. Dengan tidak langsung membalas, bukan berfaedah mereka tidak membaca alias memahami isi percakapan ya, Bunda.

8. Berpikir sejenak sebelum memberikan jawaban

Bunda perlu tahu, orang yang mempunyai EQ tinggi tidak terburu-buru saat merespons sebuah pesan. Mereka memilih meluangkan waktu sejenak untuk memahami situasi sebelum menyampaikan pendapatnya.

Saat tidak aktif di grup WhatsApp, bukan berfaedah tidak peduli dengan percakapan. Mereka justru mempertimbangkan dengan matang kapan kudu merespons dan gimana langkah menyampaikan pendapat dengan baik.

9. Berkomunikasi dengan tujuan yang jelas

Tidak semua orang merasa perlu menanggapi setiap pesan yang muncul di grup WhatsApp. Orang dengan EQ tinggi biasanya berbincang saat mereka memang mempunyai tujuan alias perihal krusial yang mau disampaikan.

Orang yang mempunyai kepintaran emosional tinggi juga bisa berkomunikasi dengan baik dan penuh pertimbangan. Mereka tahu langkah menyampaikan pendapat, memberikan masukan, alias menanggapi orang lain dengan langkah yang sopan.

Demikian ulasan mengenai karakter kepribadian orang yang jarang aktif di grup WA yang rupanya mempunyai EQ tinggi. Semoga info ini dapat membantu Bunda, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

Selengkapnya