Jakarta -
Berat badan dan tinggi badan saat bayi lahir bisa jadi menurun dari timbangan terakhir jelang akhir kehamilan. Lantas, sebenarnya berapa pemisah berat badan bayi untuk lahir secara pervaginam?
Bayi yang lahir normal mempunyai berat badan yang juga normal ya, Bunda. Biasanya, bayi baru lahir normal mempunyai ciri-ciri berat badan lahir 2.500-4.000 gram dengan umur kehamilan 37-40 minggu.
Selain itu, bayi yang lahir normal biasanya segera menangis ketika keluar dari perut ibunya, bergerak aktif, mengisap ASI dengan baik, dan tidak ada abnormal bawaan seperti dikutip dari laman Kemenkes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berapa pemisah berat badan bayi untuk lahir secara pervaginam?
Memperkirakan berat badan lahir bayi memang terkadang susah untuk memprediksinya secara jeli sebelum lahir. Apalagi, ada juga bumil yang justru merasa kesulitan meningkatkan berat badan anaknya di minggu-minggu terakhir kehamilan.
Sehingga, memperkirakan berapa sebenarnya berat lahir tentunya sangat susah dilakukan meskipun ada metode untuk menghitungnya. Dalam sebuah studi terbaru, sepertiga wanita melaporkan bahwa provider kesehatan mereka memberitahukan bahwa bayi mereka mungkin bakal menjadi cukup besar menjelang akhir kehamilan.
Namun pada akhirnya, hanya satu dari lima wanita tersebut yang mempunyai bayi dengan berat lebih dari 13 ons, alias 4.000 gram, periode pemisah umum untuk menyebut bayi besar.
Memang, sebenarnya bakal lebih baik ketika mengetahui berat lahir bayi secara pasti sebelum mereka lahir. Sebab, perihal ini bakal memudahkan prediksi beberapa komplikasi langka namun serius seperti trauma persalinan. Namun, perihal tersebut tidak mungkin dilakukan.
Sementara di satu sisi, perkiraan ukuran bayi berpotensi menyebabkan stres yang tidak diperlukan pada ibu dan membikin master melakukan intervensi padahal sebenarnya tidak perlu seperti dikutip dari laman Utswmed.
Lantas, berapa sebenarnya pemisah berat bayi yang dianggap besar?
Biasanya, banyak orang menganggap perkiraan berat bayi yang lebih dari 4.500 gram sebagai bayi lebih besar dari normal. Mengutip dari Kemenkes, seorang ibu mengandung perlu berjuang keras menjaga asupan nutrisinya agar pembentukan, pertumbuhan dan perkembangan janinnya optimal. I
Idealnya, berat badan bayi saat dilahirkan adalah tidak kurang dari 2500 gram, dan panjang badan bayi tidak kurang dari 2.500 gram, dan panjang badan bayi tidak kurang dari 48 cm.
Inilah argumen kenapa setiap bayi yang baru saja lahir bakal diukur berat dan panjang tubuhnya, dan dipantau terus menerus terutama di periode emas pertumbuhannya, ialah 0 sampai 2 tahun.
Teori Thrifty Phenotype (Barker dan Hales) menyatakan bahwa, bayi yang mengalami kekurangan gizi di dalam kandungan dan telah melakukan penyesuaian metabolik dan endokrin secara permanen, bakal mengalami kesulitan untuk beradaptasi pada lingkungan 'kaya gizi' pasca lahir, sehingga menyebabkan obesitas dan mengalami gangguan toleransi terhadap glukosa. Sebaliknya, akibat obesitas lebih mini andaikan pasca lahir bayi tetap mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang tidak berlebihan.
Mengenal kondisi bayi besar alias makrosomia
Dalam istilah medis, bayi besar disebut dengan makrosomia, yang secara harfiah artinya tubuh besar. Beberapa peneliti menganggap bayi besar jika beratnya 4.000 gram alias lebih saat lahir, dan yang lain mengatakan bayi besar jika beratnya 4.500 gram alias lebih. Dan, bayi disebut "sangat besar" jika lahir dengan berat lebih dari 5.000 gram
Selain itu, bayi juga disebut 'besar untuk usia kehamilan' jika beratnya lebih besar dari persentil ke-90 saat lahir alias dengan kata lain, jika lebih besar dari 90 persen bayi lain yang lahir pada usia kehamilan yang sama
Bayi besar condong lahir dalam family (yang dipengaruhi genetika) dan lebih umum mempunyai bayi besar jika jenis kelamin bayi adalah laki-laki. Selain itu, aspek glukosuria sebelum alias selama kehamilan mempunyai tingkat bayi besar yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes.
Faktor lain yang dikaitkan dengan bayi besar meliputi BMI yang lebih tinggi sebelum kehamilan, peningkatan berat badan yang lebih tinggi selama kehamilan, usia yang lebih tua, kehamilan lewat waktu, dan riwayat melahirkan bayi besar seperti dikutip dari laman Evidencebasedbirth.
Para peneliti menemukan di antara penderita glukosuria bahwa kadar gula darah yang lebih tinggi pada pemeriksaan awal meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi yang besar untuk usia kehamilan. Namun, Namun, ibu mengandung yang mengelola glukosuria gestasional mereka melalui diet, olahraga, alias pengobatan dapat menurunkan kemungkinan melahirkan bayi besar hingga tingkat normal (atau sekitar 7 persen).
Selain itu, terdapat bukti berbobot tinggi dari 15 uji coba random yang menunjukkan bahwa ibu mengandung yang berolahraga (baik yang menderita glukosuria maupun tidak) mempunyai penurunan signifikan dalam kemungkinan mempunyai bayi besar dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga selama kehamilan.
Siapa saja yang berisiko melahirkan bayi besar?
Faktor kesehatan dan riwayat tertentu dapat meningkatkan akibat ibu melahirkan bayi besar. Berikut ini beberapa aspek risikonya ya, Bunda:
1. Diabetes
Mereka yang mempunyai riwayat glukosuria gestasional, terutama jika kadar gula ibu tidak terkontrol dengan baik selama kehamilan kudu lebih berhati-hati ya, Bunda. Sebab, kadar glukosa tinggi pada ibu dapat melewati plasenta dan menyebabkan kadar tinggi pada janin. Sebagai respons terhadap kadar gula tinggi ini, janin memproduksi insulin, yang merangsang pertumbuhannya sendiri.
2. Obesitas
Seiring meningkatnya aspek obesitas di masyarakat, maka realitas melahirkan bayi makrosomia di masa mendatang semakin besar. Trennya adalah bayi berikutnya bakal menjadi lebih besar, bukan lebih kecil.
Bagi Bunda yang berisiko melahirkan bayi besar alias makrosomia memang sangat perlu membikin rencana yang sesuai dengan kebutuhan. Termasuk apakah memungkinkan melewati persalinan normal alias perlu menempuh jalan persalinan lainnya.
Nah, jika Bunda memang mempunyai akibat tersebut, ada baiknya secara rutin memeriksakan diri ke master ya, Bunda. Selain menjaga keamanan pada calon bayi juga tentunya memprioritaskan kesehatan Bunda selama kehamilan hingga persalinan.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·