Jakarta -
Belanja online dulu identik dengan berburu nilai paling murah dan potongan nilai besar-besaran, setuju tidak, Bunda? Banyak orang merasa puas saat sukses mendapatkan peralatan dengan nilai miring.
Namun sekarang mulai terlihat perubahan dalam kebiasaan belanja. Tak sedikit yang sekarang mempertimbangkan kualitas dan faedah produk sebelum memutuskan untuk membeli.
Salah satu tren yang sekarang semakin terlihat adalah meningkatnya minat terhadap produk yang 'premium'. Banyak konsumen mulai lebih mengutamakan kualitas dibandingkan sekadar nilai murah saat berbelanja online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menilik informasi dari salah satu e-commerce, Lazada Indonesia, bahwa pada kuartal I 2026, pembelian produk yang premium meningkat nyaris 50 persen. Kategori kecantikan pun menjadi salah satu yang paling menonjol.
Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, menilai bahwa pola shopping konsumen sekarang mulai mengalami perubahan. Konsumen tetap mencari penawaran terbaik, namun sekarang lebih berani mengeluarkan biaya 'lebih' untuk produk yang kualitas dan keasliannya terjamin.
"Konsumen sekarang tidak lagi hanya konsentrasi pada nilai murah, tetapi semakin mempertimbangkan faedah jangka panjang dari produk yang mereka beli, serta shopping di tempat yang memang terpercaya," ujar Amelia saat berbincang dalam kegiatan LazTalks: Tren Konsumen "Naik Kelas" dan Penguatan Ekosistem Kecantikan di Lazada, Rabu (29/04/2026).
"Makanya, sekarang konsumen enggak hanya konsentrasi cari peralatan yang murah, tapi juga sudah berani invest ke produk yang nilainya lebih tinggi dan shopping di platform yang memang terpercaya," lanjutnya.
Lalu, sebenarnya apa saja argumen yang membikin konsumen sekarang mulai beranjak ke produk premium? Mari kita simak ulasan selengkapnya di sini, Bunda.
Alasan konsumen beranjak ke produk premium
Mengingat sekarang semakin banyak orang yang membeli produk premium, Amelia membagikan beberapa argumen di kembali perubahan tersebut. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Pola shopping online semakin terarah
Konsumen sekarang mulai menunjukkan perubahan dalam langkah berbelanja, Bunda. Mereka tidak lagi asal membeli, tapi sudah direncanakan dari segi waktu dan kebutuhan.
Selain itu, gelombang shopping juga mulai lebih terkontrol. Konsumen sekarang condong membeli saat memang dibutuhkan, bukan hanya tergoda dengan nilai murah alias promo.
"Perubahan yang terlihat, pertama dari pola shopping yang makin naik kelas. Menurut saya, konsumen sekarang jadi lebih terarah, mulai dari kapan belanja, seberapa sering dalam sebulan, sampai kisaran nilai yang dipilih," kata Amelia.
2. Beralih dari potongan nilai ke value produk
Jika sebelumnya potongan nilai menjadi daya tarik utama, sekarang konsumen mulai memandang perihal lain yang lebih penting. Mereka lebih memperhatikan kandungan, manfaat, dan pengaruh dari produk yang digunakan.
Perubahan ini terjadi lantaran konsumen semakin sadar bakal pentingnya kualitas. Terutama untuk produk seperti skincare, hasil yang didapat menjadi pertimbangan tentunya.
"Kedua, dari sisi value dan jenis brand yang dibeli juga terlihat perubahan. Kalau sebelumnya konsumen condong mencari diskon, sekarang mereka lebih terarah ke value, seperti kandungan, manfaat, dan pengaruh yang diberikan, lantaran pengalaman mereka juga sudah semakin berkembang," ujarnya.
3. Konsumen mulai memiliki brand favorit
Seiring waktu, konsumen menjadi lebih mengerti dengan produk yang mereka gunakan. Pengalaman mencoba beragam produk bikin mereka bisa membedakan mana yang betul-betul berkualitas.
Dari situlah, konsumen mulai mempunyai pilihan brand sendiri, Bunda. Mereka juga condong kembali membeli produk yang sudah terbukti cocok dan memberikan hasil.
"Sekarang, lantaran sudah terbiasa memakai skincare, konsumen jadi lebih mengerti dan mulai mengingat mana produk yang kualitasnya bagus, harganya tetap masuk akal, dan mana yang betul-betul premium, sehingga mulai terbentuk preferensi masing-masing," ungkap Amelia.
4. Pengaruh media sosial dan tren wellness
Seperti diketahui bahwa media sosial sangat berkedudukan dalam membentuk pola pikir seseorang saat ini. Banyaknya ulasan, rekomendasi, hingga tren membikin konsumen lebih terbuka mencoba produk yang premium.
"Terakhir, pasti ada pengaruh dari media sosial juga. Jadi, jika kita lihat ya, tren ini muncul lantaran banyak aspek yang saling mendorong," ungkap Amelia.
Selain itu, tren wellness namalain style hidup sehat juga semakin berkembang, Bunda. Kini, konsumen mulai selektif memilih produk yang tidak hanya bagus saja, tetapi juga mendukung kesehatan.
"Termasuk sekarang juga semakin kuatnya tren wellness, seperti style hidup yang lebih konsentrasi ke kesehatan. Itu juga jadi pengaruh, ya," tuturnya.
Itulah ulasan mengenai tren shopping produk premium yang sekarang diketahui semakin meningkat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·