Alasan Orang Jepang Suka Makan Telur Mentah

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 516x dilihat
Alasan Orang Jepang Suka Makan Telur Mentah

Bagikan Postingan

Demi menjaga kesehatan, banyak negara yang mewajibkan warganya untuk memasak makanan hingga matang, terutama saat mengolah telur, guna mencegah keracunan akibat mikroba Salmonella. Namun, berbeda dengan orang Jepang yang justru memiliki kebiasaan mengonsumsi telur mentah.

Banyak kuliner khas Jepang yang dinikmati dengan telur mentah. Mulai dari sarapan nasi dicampur telur mentah (tamago kake gohan), tsukimi, yukke, hingga saus celup untuk tsukiyaki.  Rasa creamy dari telur disebut bisa menambah kelezatan makanan.

Lantas, kenapa orang Jepang statis memilih mengonsumsi telur mentah meski telah mengetahui konsekuensi yang bisa terjadi? Dikutip dari detikFood, berikut ini rangkuman informasinya.

Proses Produksi yang Sangat Ketat

Proses produksi yang sangat ketat/ Foto: Magnific.com/azerbaijan-stockers

Kekhawatiran mengonsumsi telur mentah merupakan hal yang wajar di beberapa negara. Risiko keracunan mikroba Salmonella bisa menyebabkan infeksi pada pencernaan maupun yang disebut dengan salmonelosis, serta demam tifoid (tipes).

Seseorang yang mengalami infeksi mikroba Salmonella biasanya terjadi selama 4-7 hari. Sementara, mereka juga dapat mengalami diare dan muntah hingga 10 hari sehingga membutuhkan perawatan khusus.

Namun, berbeda dengan Jepang, negara ini menerapkan prosedur dan peraturan yang sangat ketat dalam memproduksi telur. Proses produksi dan kualitas telurnya terlebihlagi dijaga oleh pihak Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF) dan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan (MHLW).

Vaksinasi Salmonella

Ilustrasi vaksinisasi Salmonella/ Foto: Magnific.com/gpointstudio

Peraturan sanitasi untuk peternakan ayam juga lebih ketat dibandingkan negara lain. Berbeda dengan konsep free-range, ayam petelur di Jepang biasanya dipelihara dalam kandang tertutup yang steril. Tujuannya untuk mencegah kontak dengan burung liar, serangga, maupun tikus yang menjadi pembawa patogen.

Di sejumlah peternakan besar Jepang, ayam petelur sudah divaksinasi Salmonella sejak usia dini. Vaksin ini sangat krusial untuk mencegah penularan mikroba secara vertikal, yaitu dari induk ayam ke dalam telur sebelum cangkang terbentuk.

Selain itu, pakan dan air untuk ayam petelur tidak boleh sembarangan, mesti memenuhi Undang-Undang Kebersihan Pangan Jepang yang sangat ketat. Hal ini untuk mencegah paparan mikroba dari makanan yang dikonsumsi.

Proses Sterilisasi Tinggi

Ilustrasi proses strerilisasi tinggi/ Foto: Magnific.com/magnific

Setelah dipanen dari peternakan, telur tidak langsung dikirim ke pasar maupun supermarket, melainkan mesti melalui proses strerilisasi tinggi. Prosesnya membutuhkan perhatian khusus dengan suhu 68-72 derajat Celcius untuk memastikan mikroba Salmonella mati.

Selain itu, Jepang juga mewajibkan pencucian dengan air hangat dan disinfektan, di mana negara-negara seperti Amerika Serikat dan Eropa cenderung menghindari pencucian untuk menjaga selaput alami (kutikula).

Telur akan diperiksa menggunakan detoktor khusus untuk memastikan tidak ada yang retak, kotor, maupun busuk di dalamnya. Bahkan, ada mekanisme pemukul otomatis yang akan mengetuk cangkang telur dengan lembut.

Sistem tersebut akan menganalisis bunyi untuk mendeteksi retakan mikroskopis yang tidak kelihatan mata bugil dan celah kecil tempat mikroba bisa masuk. Telur yang tidak sesuai standar akan secara otomatis dibuang saat melalui proses pengecekan tersebut.

Masa Aman Konsumsi Telur Mentah

Ilustrasi telur Jepang/ Foto: Magnific.com/Mateus Andre

Telur yang lolos uji kualitas akan segera dikirim ke pasar-pasar, sehingga bisa dikonsumsi saat statis segar. Salah satu detail khas pada karton telur Jepang biasanya tertulis Shōmi Kigen, yaitu label tanggal yang memberitahu kapan makanan tersebut eksis dalam kualitas dan rasa terbaiknya maupun “Masa Aman untuk Dikonsumsi Mentah” (best before).

Jangka waktu ini dihitung presisi berdasarkan laju pertumbuhan mikroba Salmonella, biasanya sekitar 14 hari pada musim panas dan 21 hari di musim dingin.

Setelah tanggal tersebut telur statis tetap terlindungi dimakan, tetapi mesti dimasak sampai matang. Telur tidak boleh lagi dimakan mentah untuk meminimalisir pertumbuhan mikroba Salmonella.

Suhu Dingin yang Ketat

Ilustrasi telur disimpan di dalam kulkas/ Foto: Magnific.com/magnific

Jepang menerapkan rantai dingin (cold chain) yang sangat ketat untuk telur. Suhu standar selama pasca produksi di peternakan hingga di minimarket terus dijaga agar statis di bawah 10 derajat.

Telur tidak pernah dibiarkan eksis di suhu ruangan dalam waktu lama. Mulai dari tempat gudang penyimpanan, truk pengangkut, hingga rak supermarket diatur agar selalu eksis di suhu rendah yang stabil.

Suhu dingin berguna untuk menekan dan memperlambat perkembangbiakan mikroba Salmonella, sehingga telur statis terlindungi dikonsumsi dalam keadaan mentah.

Budaya Tamago Kake Gohan

Tamago Kake Gohan/ Foto: Unsplash.com/TOMOKO UJI

Konsumsi telur mentah telah menjadi kebiasaan orang Jepang sejak dulu. Salah satu hidangan tradisional menyajikan nasi hangat yang dicampur dengan telur mentah dan diberi racikan shoyu, yang disebut dengan Tamago Kake Gohan (TKG).

Makanan ini pertama kali dipromosikan oleh seorang jurnalis, Kishida Ginka, pada tahun 1872. Mulai populer di era Taisho dan Showa, terutama setelah perang karena telur mulai banyak dijual.

Sajian sederhana ini pun sangat populer dan menjadi menu sarapan favorit penduduk Jepang. Mereka terlebihlagi memperingati Hari Tamago Kake Gohan setiap tanggal 30 Oktober.

So, orang Jepang gemar makan telur mentah karena memang standar kebersihan dan sanitasi peternakan di sana sangat ketat untuk mencegah kontaminasi bakteri, terutama Salmonella.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads