Jakarta -
Pasangan El Rumi dan Syifa Hadju rencananya bakal menggelar resepsi pernikahan di Bali, setelah resmi menikah pada Minggu, 26 April 2026. Pernikahan ini bakal dihadiri oleh family besar keduanya.
Namun, tidak semua family bisa menghadiri kegiatan resepsi ini, Bunda. Kakak ipar EL Rumi, Alyssa Daguise tidak dapat datang lantaran tengah mengandung besar dan sedang menunggu waktu kelahiran anak pertamanya.
Absennya Alyssa di kegiatan pernikahan El Rumi diungkap dalam YouTube The ALs belum lama ini. Alyssa menceritakan rencananya itu kepada sang sahabat Mika Tambayong. Istri Al Ghazali ini mengaku sudah meminta izin dengan family besar suaminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak, saya sudah izin dari awal sih," kata Alyssa Daguise kepada Mika.
Tak hanya Alyssa, sang suami Al Ghazali juga tidakhadir di pesta pernikahan adiknya di Bali. Pria 28 tahun ini mengaku tidak bisa datang lantaran waktu kelahiran anak pertamanya sudah semakin dekat.
"(Bayi) belum keluar, enggak bisa, apa lagi sudah keluar," kata Al Ghazali kepada sang Bunda Maia Estianty, dilansir YouTube Maia ALELDUL TV.
Menurut Maia, menantunya Alyssa berencana untuk melahirkan secara pervaginam. Hal itu membikin Al Ghazali mesti menjadi suami siaga, Bunda.
"Soalnya dia (Alyssa) ini melahirkannya normal, mau enggak mau (Al Ghazali) suami standby," ungkap Maia.
Alyssa mengaku mual parah di trimester akhir
Al Ghazali mengatakan bahwa sang istri diprediksi bakal melahirkan anak pertamanya pada akhir bulan April. Pasalnya, Alyssa saat ini sudah mulai mengalami kontraksi palsu.
"Dokter sih bilangnya enggak sampai Mei. Sudah (kontraksi palsu) ada sih per dua jam terus lenyap lagi," ujar Al Ghazali, dilansir InsertLive.
Tak hanya kontraksi palsu, Alyssa sendiri mengaku mulai mengalami mual parah di akhir kehamilannya. Perempuan 28 tahun ini mengungkapnya dalam unggahan di akun Threads-nya belum lama ini, Bunda.
"Baru mau nanya master SpOg ku apakah normal tiba2 hari ini mual banget, eh tiba2 dapet notif aplikasi rupanya symptom di week ini tuh mual," tulisnya.
Alasan ibu mengandung seperti Alyssa tidak direkomendasikan berjalan di akhir kehamilan
Keputusan Alyssa untuk tidak pergi ke Bali tampaknya sudah dikonsultasikan ke dokter. Faktanya, ibu mengandung memang tidak direkomendasikan untuk berjalan jauh menjelang persalinan.
"Jika berencana melakukan perjalanan saat hamil, bicarakan dengan master kandungan dan kebidanan alias mahir perawatan kesehatan lainnya. Tidak peduli gimana Anda memilih untuk bepergian, sebaiknya pikirkan dulu tentang kenyamanan dan keamanan Anda," tulis American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), dalam resminya.
ACOG menjelaskan, waktu terbaik untuk berjalan adalah pertengahan kehamilan, ialah 14 sampai 28 minggu. Selama minggu-minggu ini, daya Bunda sudah kembali dan morning sickness sudah membaik alias hilang.
Setelah masuk usia 28 minggu, Bunda mulai tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan jauh. Di usia kehamilan ini, Bunda mungkin susah untuk bergerak dan duduk dalam waktu lama.
Hal yang sama juga dijelaskan American Pregnancy Association (APA). Menurut APA, ibu mengandung sebaiknya tidak dianjurkan naik pesawat di usia kehamilan yang sudah besar. Kebanyakan maskapai penerbangan mempunyai persyaratan unik untuk ibu mengandung yang mau melakukan perjalanan.
"Sebagian besar maskapai mengizinkan wanita mengandung untuk melakukan perjalanan selama bulan kedelapan kehamilan. Bepergian selama bulan kesembilan kehamilan biasanya diperbolehkan jika ada izin dari penyedia jasa kesehatan," ujar APA.
Demikian cerita Alyssa Daguise yang mengaku tidak datang di pesta pernikahan El Rumi yang bakal digelar di Bali dalam waktu dekat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·